Dari skena independen, Alkateri akan hadir lewat konsep Expanded Session, membawa nuansa romantis khas post-rock/indie-pop dari album Kontemplasi. Sementara kolektif hipdut ANTINRML siap menghidupkan panggung lewat energi baru musik hip-hop dangdut bersama deretan talenta mereka.
Pada fase ke-2 pengumuman lineup, Synchronize Fest kembali menggaet Kobra Musik untuk mengkurasi jajaran nama penampil di Panggung Getarrr, serta LaMunai Records dalam kurasi penampil di Oleng Upuk.
Baca Juga :
Synchronize Fest 2026 Umumkan Line Up Fase 1, Ada Hindia hingga Reality Club x Phum Viphurit
Berikut adalah deretan nama penampil Synchronize Fest pada pase 1 dan 2 pengumuman:
1. ALKATERI: EXPANDED SESSION
Alkateri, diambil dari salah satu nama jalan di Bandung yang dijadikan nama bagi grup musik post-rock/indie-pop yang berkarya sejak 2021. Mereka beranggotakan Fauzan Ghifari pada vokal, Rifqi Maulana pada synth, Galuh Ilham dan Reza Zulmi pada gitar, Hadiyan Fazari pada bass, dan Felmy Herdianto pada drum.
Alkateri telah merilis album studio perdananya Kontemplasi di tahun 2024, album ini sukses mengembalikan kancah musik post-rock/Indie-pop Bandung yang sudah lama terlupakan. Tidak hanya meromantisasikan Bandung, Alkateri juga berhasil meromantisasikan kuping para pendengar yang tidak terpaut geografis. Rasa romantis itu akan dibawakan kembali oleh Alkateri di panggung Synchronize Fest 2026.
2. ANTINRML (JEMSII, NAYKILLA, TENXI, SUISEI, RYO, JOSUA NATANAEL, DIA, ANANGGA, NAUFAL SYACHREZA, RIKU, YUNG CATERS, BBOOGIE)
AntiNRML adalah sebuah music label dan kolektif di bawah pimpinan 808Bunny dan Tenxi, dengan Jemsii sebagai Music Director yang turut mempopulerkan penyanyi Naykilla, Dia, hingga Naufal Syachreza. Kolektif ini kian bersinar kiprahnya karena berhasil membawa gelombang tren musik baru di Indonesia yatu hipdut atau hip-hop dangdut dengan lagu seperti “Garam dan Madu”, “Mejikuhibiniu”, dan “Kasih Aba-Aba”. Warna baru di musik Indonesia semakin berwarna, musik hipdut kian menjadi raja di Indonesia hingga mencapai 100 juta stream dalam kurun waktu 3 bulan.
Nantinya kolektif AntiNMRL akan membawa seluruh pasukan mereka ke Synchronize Fest 2026 bersama para jagoan talenta mereka yaitu, Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, Bboogie.
3. BASAJAN
Basajan, kuartet instrumental eksperimental asal Kabupaten Bandung, menyajikan genre Priangan psychedelic groove yang terinspirasi dari budaya Sunda. Penampilan mereka akan menjadi penampilan perdana mereka di panggung Synchronize Fest, namun beberapa waktu silam Basajan telah berhasil membawa keunikan mereka ke panggung Wonderfruit Festival di Thailand dan Cue Showcase Festival di Japan.
Basajan telah merilis dua single “Nadoman” dan “1971”. Basajan baru saja merilis album debut mereka bertajuk Bewara dibawah label musik Bahasa Ibu Record.
4. BAS BOI X PAK JOKO
Solo rapper asal Sumatera Utara, mengawali karir bermusiknya pada tahun 2015, Basboi merilis EP debutnya yang bertajuk Fresh Graduate pada tahun 2019, dan merilis album penuhnya yang bertajuk Adulting for Dummies pada tahun 2021 silam. Pak Joko, musisi hip-hop dan rapper berkebangsaan Indonesia-Amerika yang berbasis di California.
Berhasil menarik perhatian dalam kancah musik hip-hop kontemporer yang berhasil membawa unsur warisan budaya Indonesianya ke dalam dunia rap mancanegara. Basboi akan berkolaborasi dengan Pak Joko pada panggung Synchronize Fest 2026.
5. BERNADYA
6. C’MON LENNON
C'mon Lennon, grup musik indie-pop asal Jakarta, dan juga merupakan salah satu grup musik yang terlahir dari Institut Kesenian Jakarta pada tahun 2003 ini dipunggawai oleh Bin Harlan Boer, Andi Hans Sabarudin yang juga bergabung di grup musik The Upstairs, Prianggadi Adityatama, Sulung Putra, Pugar Restu Julian, dan Noor Ikhwan.
Single pertama mereka yang bertajuk Aku Cinta J.A.K.A.R.T.A pertama kali dirilis dalam album kompilasi JKT:SKRG pada tahun 2004 silam. Pada kesempatan ini C’mon Lennon bersatu kembali dalam satu panggung Synchronize Fest 2026.
7. EMO REVIVAL WITH ALONE AT LAST, FRIENDS OF MINE, KILLED BY BUTTERFLY, KILLING ME INSIDE RE:UNION, SIDE-B (THIRTEEN 2009 ERA), AND THE SIDE PROJECT

Pertunjukan spesial ini hadir untuk merayakan kembali masa kejayaan musik emo era 2000an, membawakan nama-nama yang mewarnai skena emo di Indonesia. Alone at Last sang Legenda Melodic Emo dari Bandung! Skena tidak akan sama tanpa kehadiran band pergerakan yang satu ini.
Friends of Mine unik musik pop-rock/emo asal Jakarta. Friends of mine merilis album debutnya pada tahun 2009 silam, dan mendapat banyak perhatian lewat singlenya yang bertajuk “Dalam Tenang”. Killed By Butterfly hampir tiada pensi tanpa kehadiran KBB, namun sejak merilis album perdana mereka yang bertajuk Sanity/Insanity pada 2008 lalu, kebersamaan mereka harus terhenti sejenak hingga akhirnya mereka dapat berkumpul kembali dan merilis EP yang bertajuk Arsenic pada 2017 silam. Killed By Butterfly sempat mengubah nama panggung mereka menjadi Killed.
Killing Me Inside Re:union, Format reuni ini akan membawa kamu kembali ke era dimana "Torment" dan "The Dynamic Boy" menjadi lagu wajib di setiap pemutar musik anak muda. Bersiaplah menyaksikan magis dan chemistry awal yang pernah mengubah arah musik post-hardcore tanah air bersama Onadio Leonardo, Fauzan “SanSan” dan Raka Cyril Damar. SIDE-B (Thirteen 2009 Era) secara spesial grup musik post-hardcore legendaris ini akan bereuni dengan para ex-personil nya dalam format Side-B (Thirteen Era 2009); Raynard pada vokal, Bondry dan Ricko pada guitar, Dicky pada bass, dan Rudy pada key/synthesizer.
Side-B akan membawakan lagu-lagu Thirteen era album debutnya yang bertajuk It’s All About Party, Music, & Friendship, dengan single-single jagoan mereka seperti “Cherry Petite Raspberry”, “I’m Not Your GameBoy”. The Side Project grup musik emo ini terbentuk pada tahun 2006 silam dan dipunggawai oleh Dochi Sadega, Fady Kemal, Dika Tlor, dan Pasha Acam yang akan bereuni dalam panggung Synchronize Fest 2026.
8. .FEAST
9. FLOAT: 3 HARI UNTUK SELAMANYA
Secara spesial Synchronize Fest 2026 akan mempersembahkan pertunjukan Float: 3 Hari Untuk Selamanya sebagai puncak perayaan dari rilisnya Vinyl Music For 3 Hari Untuk Selamanya yang dipersembahkan oleh demajors records bersama dengan Miles Films. 19 tahun semenjak dirilisnya film dan album ini, ternyata kedua karya ini tidak luput oleh waktu dan masih dinikmati dari generasi ke generasi.
10. HINDIA
11. INDONESIAN GIRL GROUP: CHIBI CHIBI, G STRING, PRINCESSTALE, SUPER GIRLIES, 7ICONS, AND AGATHA PRICILLA, FEBBY RASTANTY, IFY ALYSSA, SIVIA
Secara khusus Synchronize Fest 2026 menggandeng penampilan pertunjukan Indonesian Girl Group: Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, 7icons, and Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, Sivia.
Tren Girl Group pertama kali marak pada tahun 2010-an yang merajai tangga lagu mainstream dengan sajian dance yang enerjik sekaligus vokal grup, menawarkan penampilan yang fun dan catchy untuk audiens utama remaja perempuan.
Kalian pasti familiar akan lagu “Playboy”, “Diam Diam Suka”, “Jangan Pergi”, “Love U Kamu”, dan “Aw Aw Aw”.
12. INDRA LESMANA "LITTLE THINGS FROM THE HEART" FEAT. EVA CELIA, TEZA SUMENDRA, MONITA TAHALEA, MICHAEL JAKARIMILENA, AND LLW (BARRY LIKUMAHUWA, RAFI MUHAMMAD, KYRIZ BOOGIEMAN, ANDRE DINUTH)
Indra Lesmana seorang legenda musik Jazz yang telah merilis puluhan album jazz eksploratif selama hidupnya. Salah satu yang paling populer adalah album Little Things From The Heart, yang berhasil menjadi jembatan antara musik jazz dan pop pada masanya.
Indra Lesmana bersama istrinya Hon Lesmana menulis album ini di tahun 2020 menghasilkan lagu-lagu paling manis seperti “Sedalam Cintamu”, “Kisah Yang Indah”, “Ingatlah”. Untuk pertama kalinya lagi, Indra Lesmana akan membawa set album ini secara penuh bersama para kolaboratornya Eva Celia, Teza Sumendra, Monita Tahalea, dan Michael Jakarimilena, serta dibawakan oleh grup musik LLW yang berisi Barry Likumahuwa, Rafi Muhammad, Kyriz Boogieman, Andre Dinuth di panggung Synchronize Fest 2026.
13. JO SOEGONO
14. MARDIAL & FRIENDS (A. NAYAKA, DZULFAHMI, LAZE, OBYRINS, RAMENGVRL, RISKI INRAHIM, YACKO)
Berawal dari EP yang bertajuk “Mardial & Friends” pada tahun 2017, produser musik sekaligus beat maker Hazen Mardial atau yang biasa dikenal dengan sebutan Mardial ini berkolaborasi dengan berbagai rapper Indonesia di dalam albumnya.
Secara spesial Mardial membawa teman-temannya untuk tampil di Synchronize Fest 2026 seperti A. Nayaka, Dzulfahmi, Laze, Obyrins, Ramengvrl, Rizky Inrahim, dan Yacko.
Selain sebagai sosok dari moniker Mamang Kesbor, Mardial kerap terlibat bersama musisi lintas skena, mulai dari rapper hingga penyanyi pop alternatif, dan dikenal mampu menyesuaikan pendekatan produksi sesuai identitas artist yang dia kerjakan.
15. NADHIF BASALAMAH
16. PERUNGGU: PERTUNJUKAN DALAM DINAMIKA
17. PORIS VAULT GANG
18. PUNK SEJAK DINI BERSAMA SAKINAH MAWADDAH WARAHMAH DAN SUKSES LANCAR REJEKI DIDAMPINGI OLEH SUKATANI
Pertunjukan ini adalah sebuah konsep musik punk yang diajarkan sejak dini oleh punggawa musik punk masa kini.
Ditampilkan oleh grup musik Sakinah Mawaddah Warahmah yang merupakan band punk beranggotakan Zea yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) yang tampil bersama keluarganya yaitu Ayah, Ibu dan Pamannya dalam grup musik ini.
Sukses Lancar Rezeki yang merupakan band Punk SMA asal Bekasi yang belakangan populer melalui album Bisa Meledak.
Pertunjukan ini akan dipimpin oleh Sukatani yang merupakan seorang guru dan petani asal Purbalingga yang telah merilis Gelap Gempita.
Pertunjukan ini akan menjadi istimewa karena menghadirkan regenerasi punk masa kini dari usia muda hingga dewasa.
19. REALITY CLUB X PHUM VIPHURIT
Untuk pertama kalinya Reality Club band asal Jakarta, berkolaborasi dengan Phum Viphurit musisi asal Bangkok - Thailand pemilik lagu “Lover Boy”. Pertemuan mereka berawal saat Reality Club didapuk menjadi band pembuka ketika Phum Viphurit menggelar konser solo di Jakarta pada tahun 2019.
Momen dan waktu berselang rupanya mereka saling mengagumi satu sama lain, terekam di beberapa wawancara dengan media, Phum Viphurit kerap menyampaikan kekagumannya terhadap Reality Club.
Kolaborasi ini membawa semangat Synchronize Fest membawa narasi lokal menuju kancah global melalui berbagai format pertunjukan.
Arah ini membuka ruang bagi pertukaran kreatif, kolaborasi regional, dan dialog artistik lintas negara menjadikannya momen yang tepat untuk menghadirkan kolaborasi penting antara Reality Club dan Phum Viphurit.
20. REGGAE GANG (DAY AFTERNOON, DHYO HAW, MOMONON, SEJEDEWE, UNCLE DJINK & FAHMI AZIZ, VARID PUTRA MBAH SURIP)

Nama-nama ini akan hadir dalam pertunjukan spesial “Reggae Gang” pada panggung Synchronize Fest 2026 membawa hangatnya suasana "gitaran" tongkrongan ke panggung besar sebagai perayaan budaya akar rumput yang menyatukan semua orang dalam nyanyian tanpa jarak.
Day Afternoon grup musik reggae asal Jakarta memiliki karakter musik reggae yang dipadukan dengan unsur ska, jazz, blues, pop, hingga keroncong, dikenal melalui karya-karya seperti Keroncong Perpisahan, Hari Setelah Senja, dan album Manis Djamboe yang dirilis pada 2013.
Dhyo Haw musisi reggae ini mulai dikenal luas oleh publik sejak merilis album debutnya yang bertajuk Always Positive pada tahun 2013, dengan lagu andalan "Ada Aku Disini" yang sempat meledak dan menjadi anthem di kalangan penikmat musik Indonesia.
Momonon grup musik reggae asal Banten ini mulai melambung eksistensinya lewat album debutnya yang bertajuk Si Aceng pada tahun 2011, dan singlenya yang bertajuk “Kopi Hitam”.
Sejedewe grup musik reggae asal Tangerang ini mulai dikenal lewat debut singlenya yang bertajuk “Wedang Jahe”.
Uncle Djink & Fahmi Aziz merupakan duo musisi senior sekaligus produser di skena musik reggae dan ska Indonesia, keduanya lebih sering berperan sebagai "otak di balik layar" (produser, arranger, dan pencipta lagu) yang sukses membidani lahirnya banyak lagu hit milik musisi reggae Indonesia.
Kedua memproduseri lagu-lagu hit dari Dhyo Haw dan juga Sejedewe.
Varid Putra Mbah Surip putra dari legenda musik reggae-pop Indonesia, Mbah Surip yang sangat terkenal dengan singlenya yang bertajuk “Tak Gendong”.
Sebagai putra dari ikon besar, Varid mendedikasikan sebagian besar karier bermusiknya untuk melanjutkan estafet perjuangan sang ayah dalam mempopulerkan musik reggae yang jenaka, santai, dan penuh pesan kedamaian di Indonesia.
21. RIZKY FEBIAN & MAHALINI
22. SAJAMA CUT: DELUXE SET (FEAT. ALKATERI, ELEANOR WHISPER, PATRIVIA, AND SUNWICH)
Grup musik legendaris asal Jakarta yang sudah berkarya sejak tahun 1999, dipunggawai oleh Marcel Thee, Sajama Cut menjadi salah satu band yang berpengaruh di kancah musik independen Indonesia.
Sepanjang perjalanan, Sajama Cut telah merilis sembilan album; Apologia (2002), The Osaka Journals (2005), Le Internationale (2008), Manimal (2010), Hobgoblin (2015), Softcore (2018), Godsigma (2020), The Osaka Journals Deluxe Edition (2021), dan COWABUNGA yang baru dirilis pada tahun 2025.
Sajama Cut akan berkolaborasi dengan generasi-generasi penerus kancah independen Indonesia. Nama-nama seperti Alkateri, Eleanor Whisper, Patrivia, dan Sunwich yang akan berbagi panggung dengan Sajama Cut di Synchronize Fest 2026.
23. SATELIT (RRAG, STARRDUCC, TELLY BLUE, THE BASEMENT DRY)
Terinspirasi dari julukan “Bogor Kota Satelit”, pertunjukan Satelit merupakan perayaan regenerasi skena musik indie pop kota Bogor yang terjadi beberapa tahun belakangan ini.
Nama-nama seperti The Jansen, Texpack, dan Swellow yang sebelumnya telah mengharumkan Kota Bogor kini perjalanan mereka diramaikan dengan generasi-generasi baru; Rrag, Starducc, Telly Blue, dan The Basement Dry yang akan membawakan pertunjukan Satelit pada panggung Synchronize Fest 2026.
Rrag merupakan band indie-rock yang telah merilis satu album studio Langit pada tahun 2025 dan EP Eter pada tahun 2019 silam.
Starrducc merupakan grup musik indie pop asal Bogor, Indonesia, yang terbentuk akhir 2022 membawakan musik dengan nuansa jangly pop dan sentuhan jazz yang halus, Starrducc telah merilis 3 rangkaian EP; Starrduc, Starrducc II, dan Starrducc III.
Telly Blue unit Indie Rock/Grunge asal Bogor yang lahir dari komunitas skateboard yang telah merilis EP Demo Live berjudul This Discography is Crap, Odd, and Sucks pada tahun 2025.
Serta The Basement Dry merupakan band indie-rock asal Bogor yang telah merilis EP bertajuk Statement pada tahun 2023 silam dan baru saja merilis dua single bertajuk “Miles” dan “Karam” pada 2025.
24. SERINGAI
25. SIGMUN
26. SWELLOW BERNYANYI BERSAMA BRAY-BRAY (MENAMPILKAN BIN HARLAN, THE COTTONS, JIMI MULTHAZAM, HENRY FOUNDATION, TECHA AURELLIA, RATTA BILL, DAN JO SOEGONO)

Swellow, grup musik asal Bogor yang berhasil menambahkan kemanisan skena indie-rock Bogor yang sedang eksis beberapa tahun belakangan ini.
Swellow akan hadir pada panggung Synchronize Fest 2026, berkolaborasi dengan nama-nama; Bin Harlan yang dikenal sebagai vokalis dari grup musik C’mon Lennon yang juga aktif sebagai penulis dan kurator seni.
Henry Foundation dikenal sebagai punggawai grup musik elektronik legendaris asal Jakarta, Goodnight Electric.
Jimi Multhazam yang dikenal sebagai frontman dari grup musik legendaris Jakarta, The Upstairs dan Morfem.
Ratta Bill musisi, penyanyi, sekaligus desainer grafis asal Jakarta ini aktif berkarya pada grup musik Bedchamber dan Glyph Talk.
Techa Aurellia dikenal sebagai vokalis grup musik post-punk/deathrock Pelteras dan grup musik metal Amerta. The Cottons duo musik pop yang juga sepasang suami-istri memulai perjalanan bermusik mereka sejak 2016, setelah vakum cukup lama, The Cottons kembali pada tahun 2024 dengan merilis EP yang bertajuk Harapan.
Serta Jo Soegono solois pria yang telah merilis mini album bertajuk Prof Jo (2025) dan album penuh bertajuk Rasa&Rasa (2026) dengan musik bernuansa bossa nova samba berbahasa Indonesia.
27. THE BEST OF 80'S INDONESIAN POP KREATIF FEAT. ARDHITO PRAMONO, ISYANA SARASVATI, TEDDY ADHITYA, TEZA SUMENDRA, AGATHA PRICILLA, IFY ALYSSA, SIVIA (MUSIC BY NIKITA DOMPAS)
Musik Indonesia Pop Kreatif era 80-an bisa dibilang menjadi salah satu gelombang musik paling berpengaruh hingga saat ini. Musik dengan nuansa melodi pop yang khas dengan synthesizer turut menjadi inspirasi bagi banyak musisi muda.
Lagu-lagu berjudul seperti “Astaga”, “Surat Cinta” besutan Vina Panduwinata, “Anak Sekolah” dan “Hip Hip Hura” yang dinyanyikan Almarhum Chrisye, hingga lagu-lagu Utha Likumahuwa dan Oddie Agam.
Pertunjukan spesial ini akan membawa penonton kembali ke era musik Indonesia tahun 1980-an, dengan dinamika genre pop, pop kreatif. Hits-hits yang tidak luntur oleh waktu akan dibawakan kembali oleh para penyanyi muda masa kini seperti Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia, serta musik dipimpin oleh Nikita Dompas.
28. THE PANTURAS
29. TIMUR BASUDARA (ANADOK, BRINGIN HOME, DJ DESA, ECKO SHOW, FAHMY FAY, FARIS ADAM, JACSON ZERAN, SILET OPEN UP, TOTON CARIBO, VENDETTA RAP)
Berawal dari gerakan bawah tanah, kini musik pop timur merajai tangga musik indonesia dan penggunaannya yang masif di aplikasi TikTok.
Genre ini berkembang pesat sejak akhir 2010an hingga 2020an, ketika banyak lagu timur mulai “viral” melalui YouTube, TikTok, dan platform streaming seperti lagu “Tor Monitor Ketua”, “Sa Su Jatuh Cinta”, “Ngapain Repot” hingga “Tabola Bale”.
Komunitas atau jaringan musisi dari Indonesia Timur yang aktif dalam skena musik populer seperti hip-hop, reggae, dancehall, dan pop timur ini akan berkumpul dalam satu panggung Special Show Synchronize Fest 2026.
30. 4 SEHAT 5 NAMPOL (ORKES NUNUNG CS, ORKES PENSIL ALIS, BENANG KENUR, FEEL KOPLO)
Merupakan pertunjukan retrospektif di bawah spektrum musik dangdut.
Musik Dangdut sendiri adalah salah satu musik populer yang sangat dinamis mengikuti perkembangan zaman.
Sejak awal kemunculan musik dangdut di awal dekade 70an, hingga kini musik dangdut mengalami perkembangan yang signifikan, mulai dari orkes dangdut hingga koplo.
4 Sehat 5 Nampol adalah sebuah tajuk pertunjukan musik yang ditampilkan oleh Orkes Nunung Cs, Orkes Pensil Alis, Benang Kenur, hingga Feel Koplo di Synchronize Fest 2026.
PANGGUNG GETARRR (CURATED BY KOBRA MUSIK)
1. BABALOMAN
Babaloman merupakan grup musik Orkes N’ Roll yang menghadirkan corak musik orkes melayu. Babaloman merupakan satu dari sedikit band yang mengusung corak musik yang dekat dengan musik dangdut tersebut.
2. CLEVER MOOSE
Proyek solo dari Faiz Marie ini dikenal dengan perpaduan musiknya yang mengangkat Middle Eastern Psychedelic Rock. Sejak debutnya di tahun 2020, Clever Moose telah merilis album debutnya yang bertajuk Mediterranean Fuzz pada tahun 2024.
3. EL KARMOYA
El Karmoya merupakan kolektif asal Bandung yang bernyawa Latin-Meksiko. El Karmoya terkenal dengan gimmicknya yang menyajikan tema fiksi “Kartel” pada lagu-lagunya. El Karmoya telah merilis tujuh single, salah satu single yang paling terkenal bertajuk “Gracias” yang dirilis pada tahun 2020.
4. KELELAWAR MALAM
Unit Horor Punk asal Jakarta ini dikenal sebagai tiruan lokal dari band ternama Misfits. Kelelawar Malam telah merilis dua album studio bertajuk Jalan Gelap pada tahun 2017 dan Kelelawar Malam pada tahun 2022 yang lalu, mereka juga baru saja merilis album teranyar yang bertajuk Kesurupan.
5. MARIA TAMBUN
Grup musik funky dub ini merupakan salah satu penerus generasi bermusik dari Institut Kesenian Jakarta. Dipunggawai oleh Somat pada drum, Kanz dan Jazz pada gitar, Lantip keyboard dan perkusi, Mikha pada bas, dan Mougen pada konga.
Maria Tambun telah merilis tiga single yang bertajuk “Nasri”, “Alien”, dan “Brahman” sebelum nantinya akan merilis album debutnya tahun ini.
6. OM NEW ELENG
Grup musik orkes asal Pekalongan ini telah merilis dua single debutnya yang bertajuk “Curhat” dan “Bocah Kekinian” dan akan merilis album debutnya di bulan July 2026.
7. ORKES BAGONG FEBRUARI
Grup musik keroncong dangdut jenaka asal Jatinangor, berkonsep untuk mengembalikan nuansa musik orkes di era 70 hingga 80an dengan dibalut nuansa candaan dilirik lagunya.
8. ORKES TROTOAR
Terinspirasi oleh musisi-musisi legendaris Indonesia, seperti Iwan Fals, Bagus Dwi Danto, Iksan Skuter, Jason Ranti, OM PMR, dan lain-lain, Orkes Trotoar terbentuk dari kecintaan salah satu personelnya dengan OM PMR.
9. OT THE HENDRIX
Merupakan grup musik orkes tarling nusantara asal Cirebon, yang membawakan musik-musik dangdut khas Pantura. OT Hendrix dikabarkan akan merilis album anyarnya di bulan Juli 2026.
10. SAKINAH MAWADDAH WARAHMAH
Merupakan band punk beranggotakan Zea yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) yang tampil bersama keluarganya yaitu Ayah, Ibu dan Pamannya dalam grup musik ini.
11. SANTET
Santet, grup musik black metal dibentuk pada bulan Mei 1997 oleh Budi Blackustadz dan Rudy Hailstrom di Purwokerto. Penampilannya kental dengan adat Jawa, dan juga budaya black metal.
12. SYMPHONY POLYPHONIC GENG FORMAT BLACK SABAR
Grup musik ini akan membawakan format tribut yang bertajuk “Black Sabar” untuk “Abah Ozzy” sebut mereka untuk sang legenda Ozzy Osbourne dari Black Sabbath.
13. TAHLILAN
Unit black metal asal Tangerang ini sangat ikonik dan dikenal luas lewat aksi panggungnya yang nyentrik, di mana sang vokalis kerap tampil berdandan layaknya pocong dengan sentuhan mistis budaya lokal.
OLENG UPUK (CURATED BY LAMUNAI)
1. CRISTAL NO.5
DJ dan produser asal Jakarta yang kini telah merambat ke kancah musik elektronik internasional. Cristal No.5 kini berdomisili di Melbourne, Australia.
2. DANGERDOPE
Dangerdope atau kerap dipanggil dengan nama Rencong adalah seorang produser musik, DJ, beatmaker, dan salah satu tokoh penting dalam skena hip-hop alternatif serta musik elektronik independen di Indonesia. Ia dikenal luas berkat kemampuannya meramu beat hip-hop dengan estetika lo-fi, eksperimental, dan pengaruh kuat dari kultur skate serta musik jalanan.
3. DANNY
Danny atau yang kerap dikenal Danny Eka Satria, merupakan seorang DJ, musisi, dan produser asal Semarang. Danny dikenal dengan kontribusinya terhadap skena rave Jawa Timur sebelum akhirnya berdomisili di Bali. Danny juga tergabung dalam trio elektronik eksperimental; Fraktal bersama dengan koleganya Archie Dennis dan Grady Wijaya.
4. DIPHA BARUS: POP SAMPING
Dipha Barus merupakan salah satu DJ sekaligus produser yang paling aktif dari sisi pengkaryaan, dan dinamis dalam memproduksi musik. Sebut saja nama-nama musisi pop alternatif seperti Nadin Amizah, Kunto Aji, The Adams, Raisa, Matter Moss, hingga Hindia pernah ia ajak kolaborasi untuk merilis lagu bersama.
Penampilan di Synchronize Fest 2026 nantinya akan membawakan musik pop alternatif dengan segudang nama kolaborator yang akan diumumkan menyusul.
5. HABIBI FUNK
Habibi Funk merupakan reissue record label dan DJ set asal Berlin ini didirikan oleh kolektor musik asal Jerman bernama Jannis Stürtz. Kerap mengarsip lagu-lagu Arabic funk, soul, jazz era 1960–1980, Habibi Funk juga merilis banyak kompilasi lewat DSP, seperti Habibi Funk: An Eclectic Selection of Music from the Arab World, Part 1 & 2 pada 2017 dan 2019 silam. Habibi Funk siap menggetarkan Synchronize Fest 2026.
6. JIWA JIWA
Jiwa Jiwa atau Jiwa Jiwa Records adalah sebuah label rekaman independen yang dimotori oleh Michiel Sekan seorang blasteran Indonesia-Belanda. Label Jiwa Jawa Records aktif dalam upaya kolektif arsip musik (archival label) hingga merilis buku tentang musik diaspora Indonesia berjudul Soundwriters: The Incomplete Guide to Indonesian Diaspora Music (1969-1989).
Label ini didirikan oleh sekelompok pencinta musik dan kolektor piringan hitam (salah satu pendiri utamanya adalah Gilles de Neve), label ini memiliki misi khusus menemukan, mendokumentasikan, dan merilis ulang permata-permata musik Indonesia masa lalu yang tersembunyi.
7. KENYA
Kenya Bahana adalah seorang female DJ, selektor musik, dan produser musik asal Yogyakarta. Kenya Bahana tergabung dalam kolektif dan juga dikenal sebagai toko piringan hitam asal Yogyakarta yaitu Mantrino Records.
8. LAMUNAI MUSIC SERVICE
Merupakan sebuah label rekaman independen, toko rilisan fisik, dan kolektif pengarsipan musik legendaris yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Didirikan oleh Rendi Pratama, LaMunai menjadi salah satu pilar terpenting dalam menyelamatkan, mendokumentasikan, dan menghidupkan kembali sejarah musik Indonesia.
9. MANTASTICMATE X MUZTANG (JAVABASS SOUNDSYSTEM)
Merupakan sebuah kolektif DJ, promotor, dan pelopor paling legendaris dalam sejarah musik elektronik Indonesia, khususnya untuk genre Drum 'n' Bass (DnB) dan jungle. Dibentuk pada tahun 1999 di Jakarta, kolektif ini menjadi pilar utama yang memperkenalkan, membesarkan, dan menjaga api skena DnB tanah air tetap menyala selama lebih dari dua dekade.
10. NOIRLAB
Noirlab, kolektif musik asal Bogor yang aktif sejak 2018. Komunitas ini berfokus pada seni pertunjukan langsung dan skena musik underground.
11. PNNY
PNNY adalah sebuah kolektif DJ, promotor, dan label kreatif legendaris asal Bali. Kolektif ini digawangi oleh sekelompok sahabat karib, Alex Verdacchi, Dustin Phil, Trigan Young, Paul T, dan Saba.
Tidak hanya eksis pada skena Bali, PNNY kerap melakukan tur ke berbagai negara, mulai dari kelab-kelab alternatif di Australia (Sydney, Melbourne) hingga tampil di beberapa pusat musik elektronik di Eropa dan Asia Tenggara.
12. POPPIN CLASS
Poppin Class adalah sebuah kolektif, label rekaman independen, dan platform kurasi musik asal Jakarta yang berfokus pada eksplorasi dan perayaan subkultur musik urban, khususnya di ranah Hip-Hop, R&B, Funk, Soul, dan variasi musik elektronik modern.
13. RADIO RUMAH OMA
Radio Rumah Oma atau yang sering disingkat RRO adalah sebuah platform penyiaran radio komunitas berbasis internet dan kolektif kreatif independen yang berbasis di Jakarta.
Mengambil inspirasi dari format radio komunitas global seperti NTS Radio di London atau Hör di Berlin, Radio Rumah Oma hadir sebagai wadah alternatif bagi para DJ, kolektor piringan hitam, produser, dan musisi independen lintas genre untuk membagikan kurasi suara mereka ke publik secara bebas dan intim.
14. WICKER BASKET
Merupakan sebuah kolektif musik asal Yogyakarta, kolektif ini secara aktif menggelar acara yang mengusung genre seperti jungle, bass music, garage, dan two-step. Wicker Basket juga telah merilis EP kompilasi yang bertajuk Koncian, Vol.1 pada tahun 2024 silam.
Bagi Sobat Medcom yang tertarik menyaksikan sejumlah kolaborasi musisi di atas, tiket Synchronize Fest kini sudah bisa kalian dapatkan melalui situs resmi www.synchronizefestival.comā . Harga tiket sendiri dibanderol dengan harga mulai dari Rp. 550.000 untuk kategori Presale - 3 Day Pass.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda