James F. Sundah (Foto: Instagram/jamesfsundah)
James F. Sundah (Foto: Instagram/jamesfsundah)

Riwayat Penyakit James F. Sundah Sebelum Meninggal

Elang Riki Yanuar • 08 Mei 2026 10:25
Ringkasnya gini..
  • Musisi legendaris James F. Sundah meninggal dunia di New York setelah berjuang melawan kanker paru sel kecil sejak 2025.
  • Pencipta Lilin-Lilin Kecil, James F. Sundah, wafat di usia 70 tahun usai menjalani perawatan intensif di AS.
  • James F. Sundah dikenang bukan hanya lewat karya musik, tetapi juga perjuangannya membela hak cipta musisi Indonesia.
Jakarta: Kabar duka datang dari industri musik Indonesia. Musisi senior James Freddy Sundah meninggal dunia di usia 70 tahun pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 11.28 pagi waktu New York, Amerika Serikat. 
 
Hal tersebut disampaikan langsung lewat unggahan akun Instagram pribadi James. Komposer kelahiran tahun 1955 ini diketahui sudah lama menetap di Amerika Serikat. Ia pun menjalani perawatan intensif terkait kondisinya. 

Menderita Penyakit Kanker Paru Sel Kecil

James aktif membagikan kegiatannya melalui akun Instagram @jamesfsundah selama menjalani pengobatan di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New York. Ia pun pertama kali didiagnosis menderita kanker paru sel kecil (SCLC) pada 25 Juni 2025. 
 
Dalam unggahan tertanggal 20 Desember 2025, pencipta lagu “Lilin-Lilin Kecil” mengingat bagaimana dokter menentukan usia hidupnya hanya tersisa tiga bulan.
“Kami masih menyempatkan diri untuk membagikan kisah perjuangan kami melawan kanker paru-paru sel kecil, penyakit mematikan yang perlahan-lahan kami atasi dan pelajari cara hidup dengannya. Tuhan sungguh baik. Awalnya kami diberi waktu 3 bulan, namun kini sudah 1,5 tahun berlalu dan kami tetap kuat,” tulisnya. 

Jalani Perawatan di New York

Pada unggahan lain, James F. Sundah menceritakan secara detail gejala awal dari kanker paru sel kecil yang dideritanya. Melalui tagar #SCLCJourney, ia mengaku bahwa semua bermula sejak 21 Mei 2024 dini hari ketika ia mengalami sakit perut luar biasa.

Setelah dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) New York Hospital keesokan harinya, dokter menemukan benjolan di organ hati dengan besar hampir 10 cm. Ia pun diarahkan untuk melakukan pengetesan darah.
 
“Sebuah temuan yang menarik: hasil pemeriksaan darah normal meskipun terdapat massa di paru-paru (ditemukan melalui pemeriksaan PET pada 2 Juni), hati, dan panggul,” tambahnya. 
 
James juga menceritakan bagaimana ia dan seluruh keluarga menghadapi situasi ini dengan tenang. Bahkan, mereka sempat makan malam bersama dan mengesampingkan diagnosis dokter. 
 
“Tubuh manusia sungguh luar biasa. Meskipun situasinya serius, dan tanpa menyadari betapa berbahayanya keadaan kami, kami tetap pergi makan malam pada malam itu juga setelah keluar dari ruang gawat darurat. Saya mengemudi pulang bersama istri saya, sedangkan anak saya pulang ke rumahnya. ‘Kita urus ini besok saja’,” cerita James.
 
“Kami merasakan kehadiran Tuhan sejak hari pertama,” pungkasnya.
 
James F. Sundah merupakan seorang komposer, penulis lagu, dan musisi legendaris Indonesia. Namanya mulai dikenal luas secara nasional pada 1977 melalui mahakaryanya lagu "Lilin-Lilin Kecil". Selama hidup, James juga kerap memperjuangkan persoalan hak cipta bagi penulis lagu di Indonesia. 
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA