Setelah menerima piala yang diserahkan oleh Diva Apresya dan Jose Rizal Manua, Morgan langsung menyampaikan pidato kemenangannya di atas panggung. Ia mengaku sangat bersyukur atas apresiasi yang diberikan terhadap kerja kerasnya tersebut.
“Pertama saya ingin mengucap syukur berkat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat yang malam ini bisa ada di sini bersama kalian semua, berupa satu kehormatan buat saya,” ungkap Morgan Oey di Jakarta, pada Senin, 26 Januari 2026.
Apresiasi untuk Tim Produksi dan Lawan Main
Dalam pidatonya, Morgan mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim produksi serta sutradara Joko Anwar. Ia juga memberikan sapaan khusus kepada lawan mainnya, Omara Esteghlal, yang menjadi mitra akting utamanya sepanjang film."Tanpa terkecuali my partner in crime, I'm not shaking, but my partner in crime, Omara Esteghlal!” serunya disambut hangat oleh hadirin.
Dedikasi Spesial untuk Guru Honorer Indonesia
Kemenangan ini terasa emosional karena peran Morgan sebagai guru dalam film tersebut. Ia secara khusus mempersembahkan piala yang diraihnya untuk para tenaga pengajar di tanah air, terutama mereka yang masih berjuang demi kesejahteraan.“Untuk semua yang hadir malam ini, piala ini saya mau persembahkan untuk semua guru,” kata Morgan.
“Terutama guru-guru honorer dari Indonesia yang sudah mendedikasikan dan menghadirkan hidupnya full untuk mengajar walaupun kesejahteraan dan kualitas hidupnya sering terabaikan,” lanjutnya.
Pesan Kemanusiaan dan Menolak Lupa
Tak hanya untuk guru, Morgan juga mempersembahkan kemenangannya bagi mereka yang masih berjuang mencari keadilan dalam hidup. Ia menutup pidatonya dengan pesan yang kuat mengenai pentingnya merawat ingatan atas ketidakadilan.“Dan untuk orang-orang yang masih mencari keadilan sampai hari ini atas ketidakadilan dalam hidup mereka. Mari menolak lupa, karena lupa tidak sembuhkan luka!” pungkas Morgan.
Sinopsis Film Pengepungan di Bukit Duri
Film Pengepungan di Bukit Duri menceritakan kisah Edwin (Morgan Oey), seorang guru yang terjebak bersama siswanya di gudang SMA Duri. Mereka dikepung oleh kelompok siswa brutal yang dipimpin oleh Jefri (Omara Esteghlal).Selain harus bertahan hidup dari ancaman kekerasan, Edwin juga berusaha menemukan keponakannya yang hilang di tengah situasi sekolah yang semakin kacau.
Sebagai informasi, film Pengepungan di Bukit Duri saat ini sudah tersedia di layanan streaming Prime Video.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News