Ajang Sundance Film Festival 2026 sendiri dikenal sebagai salah satu festival film paling ketat di dunia. Dari sekitar 16.000 submisi global, hanya 10 film internasional yang berhasil lolos kurasi di kategori ini.
Keberhasilan Para Perasuk menjadi bukti kuat bahwa film Indonesia mampu bersaing di level global dan memiliki kualitas yang diakui dunia. Masuknya Para Perasuk ke Sundance sekaligus mempertegas posisi Indonesia di peta sinema internasional.
Film ini tidak hanya membawa nama Wregas Bhanuteja sebagai sutradara, tetapi juga menunjukkan bahwa cerita lokal dengan pendekatan artistik yang kuat bisa mendapat ruang di festival kelas dunia.
Di balik kesuksesan tersebut, Cinta Laura Kiehl ikut merasa bangga. Cinta merupakan sebagai Executive Producer melalui RVO Horizon yang merupakan institusi investasi film yang didirikannya bersama Dilip Chugani.
"Aku bangga banget dengan semua cast and team yang turut serta dalam pembuatan film ini, dan Suatu kehormatan bagi saya untuk menjabat sebagai produser eksekutif dalam film yang dibuat dengan niat, ketulusan, dan kedalaman budaya yang begitu besar," kata Cinta Laura.
Cinta Laura Kiehl sendiri menilai Para Perasuk memiliki pendekatan yang unik. Film ini mendekonstruksi genre horor dan mengarahkannya menjadi narasi tentang sukacita dan pelepasan. Pendekatan yang sangat lokal tersebut diyakini memiliki resonansi emosional yang kuat bagi penonton internasional.

Cinta Laura dan Wregas Bhanuteja (Foto: instagram)
Sebagai eksekutif produser, Cinta ingin film tidak hanya berhenti sebagai karya seni, tetapi juga menjadi medium memperkenalkan Indonesia, Karena itu, Cinta menggandeng KNS Group sebagai mitra strategis global. Kolaborasi ini membuka akses distribusi eksklusif di berbagai wilayah penting seperti Singapura, Australia, Dubai, dan Afrika.
"Kehadiran Para Perasuk (2026) menjadi tonggak penting yang mengangkat RVO Horizon ke level festival internasional. Film ini dipandang sebagai proyek kunci yang menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menggarap karya dengan standar artistik tinggi dan visi global," kata Cinta.
RVO Horizon sebelumnya turut terlibat proyek berskala global seperti Hotel Mumbai (2018). Sementara di pasar Indonesia mereka terlibat dalam film Pretty Boys (2019) dan Kuasa Gelap (2024), serta memperluas jangkauan ke animasi melalui Jumbo (2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News