Donald Trump benci Green Day tampil di Superbowl 2026 (Foto: Instagram @realdonaltrump & Instagram @greenday)
Donald Trump benci Green Day tampil di Superbowl 2026 (Foto: Instagram @realdonaltrump & Instagram @greenday)

Donald Trump Kesal Green Day Tampil di Super Bowl Tahun Ini

Basuki Rachmat • 27 Januari 2026 18:29
Ringkasnya gini..
  • Green Day udah dari lama kritik Donald Trump. Bahkan beberapa kali disampaikan dengan cukup keras di atas panggung.
  • Tampilnya Green Day di Superbowl jadi bukti bahwa mereka jadi band paling valid saat ini.
  • Donald Trump kesal karena band yang paling vokal kritik dia justru dapat panggung yang besar.
Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan publik lewat komentar kontroversialnya. Kali ini, Trump melontarkan kritik tajam terhadap keputusan National Football League (NFL) yang menunjuk Green Day dan Bad Bunny sebagai penampil dalam sesi halftime show Super Bowl 2026.
 
Presiden AS berusia 79 tahun itu secara terbuka mengaku tidak menyukai pilihan dari kurator Super Bowl. Ia bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang buruk untuk ajang hiburan sebesar Super Bowl.
 
"Aku anti mereka. Itu pilihan yang buruk," ujar Donald Trump, seperti dikutip dari New York Post pada Selasa, 27 Januari 2026.
 
Menurut Trump, kehadiran Green Day dan Bad Bunny justru dinilainya tidak akan membawa dampak positif. Ia menuding kedua musisi tersebut hanya akan memicu sentimen negatif di tengah publik.

"Yang dilakukan cuma menumbuhkan kebencian. Buruk sekali," lanjut Trump secara blak-blakan.
 
Sebagaimana diketahui, Super Bowl edisi ke-60 dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari 2026 di Levi’s Stadium, California. Musisi asal Puerto Riko Bad Bunny telah dipastikan tampil sebagai headliner, sementara trio Billie Joe Armstrong cs ditunjuk sebagai band pembuka.
 
Sikap keras Trump terhadap dua nama besar tersebut tak lepas dari rekam jejak mereka yang dikenal vokal menyuarakan isu sosial dan politik. Green Day maupun Bad Bunny kerap melontarkan kritik terhadap kebijakan Trump, termasuk gerakan MAGA (Make America Great Again) yang menjadi identitas politiknya.
 
Gerakan MAGA sendiri dikenal mengusung nasionalisme, populisme sayap kanan, serta kebijakan “America First”.
 
Tak hanya mengkritik, Trump juga memastikan dirinya tidak akan menghadiri Super Bowl 2026. Dalam pernyataannya kepada awak media, ia mengungkapkan alasan absennya bukan semata karena ketidaksukaannya terhadap para penampil, tetapi juga faktor jarak lokasi acara.
 
“Jaraknya terlalu jauh. Saya akan pergi jika acaranya sedikit lebih singkat," ungkap Donald Trump.
Pernyataan kontroversial Trump ini pun langsung memicu reaksi luas dari publik. Sebagian menilai kritik tersebut sebagai kelanjutan dari konflik lama antara Trump dan para musisi yang aktif menyuarakan sikap politik. 
 
Sementara itu, tak sedikit pula yang melihat polemik ini sebagai cerminan bahwa Super Bowl kini tak hanya menjadi ajang olahraga, melainkan juga panggung besar bagi ekspresi budaya dan sikap sosial.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan