Kabar ini terungkap melalui dokumen pengadilan yang diperoleh oleh Fox News Digital. Brian King Joseph menuding Will Smith bersama tim manajemennya di Treyball Studios Management, Inc., sengaja melakukan grooming atau manipulasi terhadap dirinya demi tujuan eksploitasi seksual.
Peristiwa ini bermula saat Brian King Joseph tampil bersama Will Smith pada Desember 2024. Tak lama setelah itu, bintang film Aladdin tersebut merekrut sang pemain biola untuk ikut serta dalam rangkaian tur dunianya yang bertajuk Based On A True Story Tour 2025.
Dalam gugatannya, Brian King Joseph mengklaim bahwa hubungan mereka menjadi semakin intens saat Will Smith memberinya kesempatan terlibat dalam beberapa lagu di album barunya.
"Smith dan Penggugat mulai sering menghabiskan waktu berdua. Smith bahkan sempat berkata, 'Kau dan aku punya ikatan yang spesial, yang tidak aku rasakan dengan siapa pun,' serta pernyataan-pernyataan serupa yang menunjukkan kedekatan mereka," bunyi dokumen tersebut, dikutip dari Fox News, pada Jumat, 2 Januari 2026.
Baca Juga :
Will Smith Ngaku Kagum pada Al-Qur’an
Peristiwa tersebut diketahui terjadi saat tur dimulai di Las Vegas, Nevada, pada Maret 2025. Brian King Joseph menempati kamar hotel yang dipesan langsung oleh Will Smith dan timnya. Ia menegaskan bahwa akses ke kamar pribadinya sangat terbatas, hanya untuk kru dan staf hotel.
Peserta America's Got Talent 2018 itu menceritakan bahwa ia sempat menaruh kunci kamarnya di dalam tas yang disimpan di mobil jemputan kru. Namun, pihak manajemen baru mengembalikan tas tersebut beberapa jam setelah sesi latihan usai.
Setibanya di kamar malam itu, Brian King Joseph mendapati tanda-tanda adanya orang asing yang masuk tanpa izin. Ia pun langsung menghubungi keamanan hotel.
"Di sana ditemukan bukti berupa surat tulisan tangan yang ditujukan kepada Penggugat: ‘Brian, aku akan kembali paling lambat jam 5.30, hanya kita berdua (dengan gambar hati), Stone F,’" tulis dokumen gugatan itu.
"Di kamar itu juga tertinggal barang-barang seperti tisu basah, botol bir, tas ransel merah, obat HIV atas nama orang lain, anting, hingga surat kepulangan rumah sakit milik orang yang tidak dikenal," lanjutnya.
Merasa terancam bahwa orang tersebut akan kembali untuk melakukan tindakan asusila, Brian King Joseph segera melapor ke pihak keamanan dan perwakilan Smith. Ia juga mendokumentasikan bukti foto, meminta pindah kamar, hingga melapor ke layanan polisi non-darurat.
Namun, bukannya dilindungi, Brian King Joseph mengklaim tim Smith justru mulai menyalahkannya atas kejadian tersebut beberapa hari kemudian.
"Bukannya mendapat perlindungan, Penggugat malah dipermalukan oleh Tergugat dan diberitahu bahwa kontrak kerjanya diputus," lanjut isi gugatan.
Saat Brian King Joseph meminta alasan pemecatan, Tim Miller selaku perwakilan Smith justru balik menuduhnya.
"Aku tidak tahu, kau yang beritahu aku. Karena semua orang bilang kejadian itu cuma bohong, tidak ada apa-apa, dan kau cuma mengarang cerita. Jadi, kenapa kau berbohong?" ujar Miller seperti yang tertulis dalam dokumen tersebut.
Meski Brian King Joseph sempat menyusun kronologi kejadian traumatis tersebut atas permintaan Miller, posisinya dalam tur langsung digantikan oleh pemain biola lain. Baginya, hal ini membuktikan bahwa alasan pemecatannya hanyalah dalih belaka.
"Fakta-fakta yang ada mengarah kuat pada dugaan bahwa Willard Carroll Smith II (Will Smith) sengaja melakukan grooming terhadap Joseph. Rangkaian peristiwa dan ucapan Smith sebelumnya menunjukkan adanya pola perilaku predator, bukan sekadar kejadian biasa," tegas dokumen hukum tersebut.
Akibat kejadian ini, Brian King Joseph mengaku mengalami trauma emosional yang hebat, kerugian ekonomi, hingga rusaknya reputasi. Tekanan akibat pemecatan tersebut juga dikabarkan merusak kesehatan fisiknya secara signifikan, hingga ia menderita PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) dan gangguan mental lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News