Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon (Foto: instagram)
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon (Foto: instagram)

Menbud Fadli Zon Lanjutkan Revitalisasi Situs Cagar Budaya

Elang Riki Yanuar • 01 Januari 2026 18:38
Jakarta: Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan cungkup Prasasti Batutulis yang bertempat di Batutulis, Kota Bogor. Peresmian cungkup atau bangunan kecil yang berfungsi sebagai pelindung prasasti merupakan bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan merevitalisasi dengan mempertimbangkan aspek teknis, karakter kawasan, serta nilai keaslian cagar budaya.
 
Cungkup ini dibangun untuk melindungi prasasti bersejarah yang selama ini menjadi saksi perjalanan panjang Kerajaan Sunda. Kehadiran bangunan pelindung tersebut diharapkan mampu menjaga kondisi fisik prasasti sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung yang ingin mempelajari sejarah di lokasi.
 
Dalam sambutannya, Fadli Zon menyoroti kekayaan cagar budaya di Jawa Barat yang dinilai sangat melimpah. Ia menyebut Bogor sebagai salah satu wilayah dengan kesatuan budaya dan peradaban yang kuat sehingga perlu terus dihidupkan melalui pemahaman kolektif masyarakat.

“Di Jawa Barat ini ada banyak penemuan situs-situs yang belum sempat kita garap semua untuk revitalisasi. Ada juga beberapa situs di kawasan Bogor yang kita upayakan pelestariannya. Misalnya baru pertama kali setelah puluhan tahun, kita merelokasi Prasasti Muara Cianten yang beratnya hampir 20 ton, karena prasasti tersebut ada di tengah sungai dan sekarang alhamdulillah akhirnya sudah terangkat," ungkap Menbud Fadli.
Ia menambahkan bahwa upaya pelestarian tidak cukup berhenti pada perbaikan fisik situs. Menurutnya, museum dan kawasan cagar budaya harus menjadi etalase peradaban yang memperlihatkan jati diri bangsa Indonesia kepada dunia.
 
“Museum ini perlu segera kita realisasikan untuk menjadi etalase bagi kerajaan-kerajaan besar di Indonesia seperti Kerajaan Pajajaran, Majapahit, Sriwijaya dan banyak lagi di daerah-daerah lain. Kerajaan-kerajaan inilah yang mengguratkan sejarah budaya dan peradaban Nusantara," katanya.
 
"Ini harus kita hidupkan narasi dan literasinya bagaimana kita mewariskan nilai-nilai budaya dari leluhur kita. Karena memang kalau kita ingin tahu hari ini, kita harus tahu masa lalu. Dan kalau kita mau merancang masa depan, ya kita mulai dari hari ini. Jadi sebenarnya memang masa lalu, masa kini dan masa depan itu tidak bisa dipisahkan,” lanjutnya.
 
Lebih jauh, Fadli Zon juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di Jawa Barat untuk aktif berkolaborasi mempercepat revitalisasi museum dan situs budaya. Ia berharap kawasan ini dapat berkembang menjadi pusat edukasi sekaligus kantong budaya yang hidup.
 
“Peradaban di Tanah Sunda memang banyak yang perlu kita angkat kembali. Tentu ini perlu kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dengan pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten Kota. Mudah-mudahan di tahun 2026, kita bisa segera meresmikan Museum Pajajaran dengan tata pamer serta artefak-artefak yang representatif,” jelasnya.
 
Prosesi peresmian dilakukan dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Menteri Kebudayaan yang didampingi Sekretaris Daerah Jawa Barat dan Wali Kota Bogor. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area situs serta ziarah ke makam Mbah Dalem Batutulis.
 
Prasasti Batutulis sendiri merupakan peninggalan Kerajaan Sunda yang memuat sembilan baris inskripsi pada monolit andesit berwarna abu-abu kehitaman. Bentuknya segitiga pipih menyerupai gunungan dengan tinggi 1,82 meter dan lebar bawah 1,52 meter. Tulisan beraksara Jawa Kuna dan bahasa Sunda Kuna tersebut mengisahkan riwayat hidup Sri Baduga Maharaja Ratu Aji sebagai raja Pakuan Pajajaran.
Menutup sambutannya, Fadli berharap revitalisasi kawasan Prasasti Batutulis tidak hanya berdampak pada pelestarian sejarah, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat sekitar. 
 
"Kita harapkan nanti ekosistem di sini terbangun, di mana kawasan Prasasti Batutulis dapat menjadi destinasi wisata budaya, kuliner, dan lain-lain. Memang harus dilakukan hilirisasi berupa pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, UMKM, hingga kooperasi untuk menghidupkan pendapatan daerah," tutup Menbud Fadli.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan