Konferensi Pers Peluncuran FFI 2026 (Foto: Medcom/Rafi)
Konferensi Pers Peluncuran FFI 2026 (Foto: Medcom/Rafi)

Aturan Baru FFI 2026: Kategori Lagu Tema Diperketat, Tahap Penjurian Dipangkas

Rafi Alvirtyantoro • 18 Juni 2026 22:45
Ringkasnya gini..
  • FFI 2026 memperketat aturan Lagu Tema Terbaik dengan mewajibkan lagu asli yang dibuat khusus untuk kebutuhan film.
  • Festival Film Indonesia 2026 mengubah sistem penjurian dan memperbarui syarat pendaftaran bagi film peserta.
  • FFI 2026 membuka peluang lebih luas bagi dokumentaris pemula lewat perubahan aturan durasi film dokumenter pendek.
Jakarta: Festival Film Indonesia (FFI) 2026 memperketat aturan untuk nominasi Pencipta Lagu Tema Terbaik.
 
Ketua Penjurian FFI 2026, Budi Irawanto, mengatakan bahwa ada sejumlah perubahan dalam ketentuan pendaftaran maupun penjurian. Salah satunya adalah perubahan pada nominasi Pencipta Lagu Tema Terbaik dalam kategori Film Cerita Panjang.

Perubahan Nama Kategori

Kategori tersebut berubah nama menjadi Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik di FFI 2026. Perubahan ini dilakukan bukan tanpa alasan.
 
"Ini akan mendorong dan mengapresiasi pencipta lagu yang secara khusus membuat karya bagi film. Dengan demikian, para pencipta lagu ini ikut memajukan perfilman Indonesia," kata Budi Irawanto.  

Syarat Produksi dan Kolaborasi

Perubahan selanjutnya terjadi dalam ketentuan pendaftaran. Budi menekankan bahwa film yang didaftarkan harus merupakan hasil karya rumah produksi asal Indonesia.

"Ketentuan film yang boleh atau bisa mendaftar adalah film yang diproduksi oleh perorangan atau badan hukum Indonesia lainnya," tegas Budi.
 
Kolaborasi dengan perusahaan asing masih diperbolehkan, tetapi Budi memberikan catatan penting terkait hal tersebut.
 
"Namun, sebagian besar unsur kreatif dalam film itu dikerjakan oleh warga negara Indonesia," tambahnya.

Periode Penayangan Film

Film-film yang didaftarkan ke FFI 2026 harus ditayangkan terlebih dahulu untuk publik, baik melalui bioskop maupun media lain seperti layanan penstriman (streaming) digital.
 
"Film itu tetap harus ditayangkan di periode yang sudah ditetapkan oleh komite FFI, yaitu mulai tanggal 1 September 2025 sampai 31 Agustus 2026. Kurang lebih satu tahun," jelas Budi.
 
Sebagai informasi, pendaftaran film untuk FFI 2026 dibuka mulai 18 Juni hingga 31 Agustus 2026.  

Pangkas Tahapan Penjurian

Selain itu, tahapan penjurian film cerita panjang kini dibagi menjadi tiga bagian. Jumlah ini berkurang dibandingkan edisi tahun lalu yang memiliki empat tahapan.
 
Berikut adalah tiga tahapan baru dalam penjurian film cerita panjang FFI 2026:
 
1. Tahap seleksi awal: Memilih daftar panjang dan daftar pendek dari seluruh film yang mendaftar. Tahap ini dilakukan oleh tim seleksi awal dan komite penjurian, serta didukung oleh masukan dari asosiasi profesi.
 
2. Tahap nominasi: Memilih film yang masuk dalam 17 kategori Piala Citra melalui pemungutan suara (voting) dan penilaian langsung di ruang penayangan oleh Akademi Citra serta asosiasi profesi.
 
3. Tahap penentuan pemenang: Dilakukan oleh dewan juri akhir yang biasanya beranggotakan 9 orang dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pelaku industri perfilman, akademisi, hingga budayawan.

Durasi Dokumenter Pendek

Perubahan terakhir berkaitan dengan durasi minimal untuk kategori film non-cerita panjang, khususnya film dokumenter pendek. Durasi untuk format film ini kini ditetapkan minimal 10 menit.
 
"Ini tujuannya adalah agar memberi kesempatan yang luas bagi para dokumentaris pemula untuk berpartisipasi di FFI, sehingga ikut mendorong pertumbuhan film dokumenter di Indonesia," ucap Budi.
 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA