Nasirun (Foto: Instagram/artandbali)
Nasirun (Foto: Instagram/artandbali)

Maestro Lukis Indonesia Nasirun Meninggal Dunia

Elang Riki Yanuar • 01 Agustus 2026 14:21
Ringkasnya gini..
  • Pelukis ternama Nasirun meninggal dunia di usia 60 tahun. Dunia seni Indonesia kehilangan sosok yang dikenal dermawan dan penuh humor.
  • Nasirun wafat usai sempat mengeluhkan sakit dada. Jenazah pelukis asal Cilacap itu dimakamkan di Kompleks Pemakaman Seniman Imogiri.
  • Nasirun dikenang lewat karya yang memadukan tradisi wayang dengan kritik sosial-politik, menjadikannya salah satu pelukis berpengaruh Indonesia.
Jakarta: Kabar duka datang dari dunia seni rupa Indonesia. Nasirun menghembuskan napas terakhirnya di usia 60 tahun pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah, Yogyakarta, sekitar pukul 05.30 WIB.
 
Informasi ini sempat berseliweran di media sosial sebelum resmi dikonfirmasi oleh sastrawan dan budayawan Agus Noor lewat unggahan media sosial. Ia menuliskan belasungkawa terhadap kepergian rekan sejawatnya. 
 
“Mendapat kabar, pelukis Nasirun (@nasirunstudio) meninggal dunia, sekitar pukul 05.30 an, pagi tadi, 1 Agustus 2026. Alfatikhah buat almarhumah. Saya bersaksi ia orang yang baik,” tulisnya via akun Instagram @agusnoor_.

Agus mengenang sosok Nasirun sebagai yang memiliki kedermawanan yang tinggi. Penulis tersebut menuturkan sang pelukis semasa hidup dikenalnya sebagai sosok penyabar yang luar biasa dan juga sosok yang jenaka.
 
“Sugeng tindak Mas Nasirun. Selamat jalan. Doa terbaik,” tutupnya.
 
 
Sementara itu, seorang sumber menyebut bahwa kepergian Nasirun dinilai cukup mendadak. Meskipun tidak memiliki riwayat penyakit, almarhum sempat mengeluhkan sakit dada serta asam lambung.
 
Jenazah Nasirun dikabarkan akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Seniman di Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY, sekitar pukul 14.00 WIB. Ia pun meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Profil Singkat Nasirun

Nasirun lahir di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada 1 Oktober 1965. Ia mulai merantau ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan tinggi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sampai akhir hayat, ia menetap di daerah istimewa tersebut.
 
Nasirun pernah menggelar pameran tunggal di Yogyakarta, Solo, dan Jakarta. Ia juga berpartisipasi dalam berbagai pameran kelompok di Indonesia, Singapura, hingga Belanda. 
 
Beberapa penghargaan yang diterima adalah Lukisan Terbaik ISI Yogyakarta tahun 1991, McDonald Award, Lustrum X, ISI Yogyakarta 1994. Nasirun juga menjadi salah satu pemenang hadiah Top Ten Awards Seni Indonesia pada tahun 1997.
 
Karya-karyanya adalah usaha menafsir ulang seni tradisi, terutama wayang, dengan melakukan distorsi anatomi para tokohnya dan mengevaluasi struktur nilainya. 
 
Tak jarang, interpretasi itu dikaitkan dengan masalah sosial-politik yang sedang aktual dengan sentuhan humor dan ironi yang kental.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA