Ed Sheeran dan Taka (Foto: Instagram @10969taka)
Ed Sheeran dan Taka (Foto: Instagram @10969taka)

Taka ONE OK ROCK Dikritik Usai Bela Ed Sheeran

Agustinus Shindu Alpito • 21 September 2026 11:29
Ringkasnya gini..
  • Taka ONE OK ROCK mendapat kritik setelah memberikan dukungan kepada Ed Sheeran di tengah polemik Macklemore dan isu Palestina.
  • Taka menjelaskan dukungannya kepada Ed Sheeran didasari hubungan pertemanan, bukan untuk mengambil posisi politik tertentu.
  • Taka menyatakan menolak perang dan kekerasan terhadap warga sipil, serta menghormati hak Macklemore menyampaikan pandangan politiknya.
Jakarta: Vokalis ONE OK ROCK, Taka, menghadapi kritik dari sejumlah penggemar setelah memberikan dukungan kepada Ed Sheeran di tengah polemik pencoretan Macklemore dari rangkaian konser Loop Tour di Amerika Serikat.

Kontroversi tersebut mencuat setelah Ed Sheeran mengumumkan bahwa Macklemore tidak lagi menjadi salah satu penampil pembuka dalam rangkaian turnya. Situasi kemudian berkembang menjadi perdebatan mengenai sikap para musisi terhadap isu Palestina, terutama setelah Macklemore dikenal secara terbuka menyuarakan dukungannya kepada Palestina dan warga Gaza.

Taka ikut terseret dalam polemik setelah memberikan komentar pada unggahan Ed Sheeran mengenai penampilannya di Philadelphia pada 19 September 2026. Dalam komentarnya, Taka memuji keberanian Sheeran menghadapi tekanan yang muncul akibat persoalan tersebut.

“Ed, itu butuh keberanian. Bagiku, kamu adalah cermin. Penghormatan setinggi-tingginya,” tulis Taka.
 

Komentar itu kemudian mendapat respons keras dari sebagian penggemarnya. Sejumlah warganet menilai dukungan Taka kepada Sheeran dapat dibaca sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap persoalan kemanusiaan di Palestina. Ada pula yang menganggap sikap tersebut sebagai pembelaan terhadap keputusan yang membuat Macklemore tidak lagi terlibat dalam tur Sheeran.
 

Taka Berikan Klarifikasi

Setelah melihat reaksi publik, Taka sempat menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa komentarnya ditulis karena hubungan personalnya dengan Ed Sheeran.

“Jika saya menyebabkan kesalahpahaman, saya minta maaf kepada semuanya. Saya hanya tidak bisa tinggal diam melihat seorang teman berada dalam situasi seperti itu,” ungkap Taka.

Ia kemudian memberikan penjelasan yang lebih panjang melalui Instagram Story. Taka menegaskan bahwa dukungannya kepada Sheeran tidak dimaksudkan untuk mengambil posisi terhadap persoalan politik tertentu.

“Saya bersuara tentang Ed bukan untuk mendukung satu sikap politik tertentu. Saya adalah temannya. Melihat teman saya berada dalam situasi yang sangat sulit dan berusaha menjelaskan dirinya dengan kata-katanya sendiri, saya tidak bisa tinggal diam,” tulisnya.

Dalam pernyataan tersebut, Taka juga mengatakan dirinya menolak peperangan dan kekerasan terhadap warga sipil maupun anak-anak. Pada saat yang sama, ia menyatakan tetap menghormati hak Macklemore untuk menyampaikan pandangan politiknya. Ia juga mengaku menghargai keputusan yang diambil Sheeran beserta konsekuensi yang harus dihadapinya.

Taka kemudian menyoroti respons publik yang menurutnya berkembang menjadi aksi saling serang karena perbedaan pandangan mengenai konflik tersebut.
 

Penjelasan itu belum menghentikan kritik terhadap Taka. Sejumlah warganet tetap mempertanyakan sikapnya dan menilai isu yang sedang dibicarakan bukan sekadar perbedaan pendapat biasa, melainkan berkaitan dengan kondisi Palestina.

“Tidak masalah sama sekali kalau punya pendapat berbeda soal mint choco atau nanas di pizza, tapi ini soal genosida, Takahiro Moriuchi, ya ampun,” tulis seorang warganet.

Warganet lainnya meminta Taka menggunakan pengaruhnya untuk menyuarakan dukungan kepada Palestina.

“Saya harap dia berhenti mengulang-ulang bahwa Ed adalah temannya, karena itu bukan argumen terbaik untuk menyelamatkan situasi. Tolong gunakan suaramu untuk bersuara demi #FreePalestine dengan semangat yang sama,” tulisnya.

Kritik serupa juga muncul dari pengguna media sosial lain yang menilai pernyataan Taka terlalu samar karena, menurut mereka, ia tetap berada pada posisi membela Sheeran dengan alasan hubungan pertemanan.

Screenshot 2026-09-21 112508


Polemik Bermula dari Macklemore

Persoalan yang melibatkan Taka tersebut berawal dari keputusan terkait posisi Macklemore dalam Loop Tour. Macklemore sebelumnya dijadwalkan menjadi salah satu penampil pembuka dalam rangkaian konser Ed Sheeran di Amerika Serikat.

Ed dan Macklemore sendiri disebut telah berteman selama 13 tahun. Namun, Sheeran kemudian menyampaikan bahwa Macklemore tidak lagi menjadi bagian dari rangkaian tur tersebut. Sheeran mengatakan dirinya menghadapi tekanan dari sejumlah pihak setelah Macklemore secara terbuka menyuarakan dukungan kepada Palestina, Gaza, dan Tepi Barat.

Salah satu nama yang disebut adalah Robert Kraft, pemilik salah satu stadion tempat Sheeran menggelar konser.

Keputusan tersebut kemudian diikuti reaksi dari sejumlah musisi lain. Beberapa artis yang sebelumnya dijadwalkan menjadi penampil pembuka disebut memilih mundur dari rangkaian tur. Finneas dan band Beoga termasuk di antara nama yang menyatakan posisi mereka terkait isu kemanusiaan dan Palestina.

Situasi itu turut memengaruhi konser Sheeran di Philadelphia pada 19 September. Pertunjukan tersebut berlangsung tanpa penampil pembuka. Di atas panggung, Sheeran kemudian memberikan penjelasan mengenai kontroversi yang sedang dihadapinya.

“Saya tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis, tapi situasi ini menempatkan saya di tengah perdebatan penting dan penuh emosi mengenai kebebasan berpendapat serta isu politik paling rumit di dunia,” ujar Sheeran.

Ia juga menyebut serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai peristiwa yang “mengerikan” dan menggambarkan situasi di Gaza sebagai sesuatu yang “tidak dapat dibenarkan”. Sheeran menegaskan bahwa keputusan membatalkan penampilan Macklemore diambil oleh pihak promotor, bukan dirinya.

Di hadapan penonton, Sheeran mengakui bahwa kontroversi tersebut membuatnya harus menghadapi persoalan yang berbeda dari kritik yang biasanya ia terima sebagai musisi.

“Saya harus mengambil keputusan-keputusan sulit dan saya pun melakukan kesalahan dan saya sungguh, sungguh memohon maaf,” ujar Sheeran.

Di tengah kontroversi tersebut, komentar singkat Taka yang awalnya ditujukan sebagai dukungan kepada seorang teman kemudian berkembang menjadi perdebatan tersendiri. Klarifikasi yang disampaikan setelahnya pun belum sepenuhnya meredakan respons negatif dari sebagian penggemar.

Bagi Taka, persoalan tersebut bermula dari keputusan untuk menunjukkan empati kepada seseorang yang ia kenal secara personal. Namun, bagi sebagian penggemar, konteks yang lebih luas mengenai Palestina membuat dukungan tersebut dipandang tidak dapat dipisahkan dari isu kemanusiaan yang sedang diperdebatkan. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA