Deddy Corbuzier (Foto: Instagram.com/mastercorbuzier)
Deddy Corbuzier (Foto: Instagram.com/mastercorbuzier)

Deddy Corbuzier Tantang Juri LCC MPR Kalbar Datang ke Podcast: Adu Pinter Sama Gue

Elang Riki Yanuar • 15 Mei 2026 17:00
Ringkasnya gini..
  • Deddy Corbuzier soroti juri LCC Empat Pilar MPR RI yang viral dan tantang mereka debat langsung di podcast Close The Door.
  • Polemik penilaian LCC Kalbar makin ramai setelah Deddy Corbuzier menilai sikap juri terlalu arogan terhadap peserta.
  • Deddy Corbuzier ikut kritik kontroversi juri LCC Kalbar usai keputusan penilaian dianggap tidak konsisten oleh publik.
Jakarta: Artis sekaligus podcaster Deddy Corbuzier ikut menyoroti polemik penilaian juri dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang viral di media sosial. Ia menilai sikap sebagian juri terkesan arogan dan terlalu merendahkan peserta.
 
Lewat unggahan video di akun Threads pribadinya, Kamis (14/5), mantan pesulap itu mengaku tertarik mengundang para juri ke siniar Close The Door untuk membahas kontroversi tersebut secara langsung. 
 
Menurut Deddy, perdebatan soal penilaian seharusnya bisa dijelaskan dengan terbuka tanpa perlu bersikap superior terhadap peserta lomba.

“Itu kasus cerdas cermat itu, tahu kan? Pengen gue undang coba (jurinya). Pengen gua undang coba (biar) dateng, ya, kan. Kita bahas,” cecar Deddy.
 
Staf Khusus Menteri Pertahanan itu juga menyindir gaya bicara juri yang dinilai terlalu merasa paling pintar saat memberikan respons kepada peserta. Deddy bahkan secara terbuka menantang mereka untuk berdiskusi dan mengadu wawasan di podcast miliknya.
 
“Karena gini, loh, gak usah sok pinter, lah. Nggak usah sok, ‘Heh, ternyata pinter.’ Gak usah sok pinter. Adu pinter sama gue di podcast. Adu pinter. Pengen gue undang jurinya,” tambahnya.

Kontroversi Penilaian Juri

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral dan menjadi sorotan publik karena adanya polemik penilaian juri yang dianggap tidak konsisten.
 
Polemik ini muncul ketika dua tim peserta, salah satunya SMAN 1 Pontianak, memberikan jawaban serupa untuk pertanyaan yang sama, namun juri memberikan penilaian berbeda. Pihak juri sempat berargumen bahwa artikulasi jawaban dari salah satu tim tidak jelas sehingga disalahkan, yang kemudian memicu protes dan perdebatan.
 
Keputusan juri yang dinilai tidak konsisten membuat warganet dan publik mempertanyakan kapasitas serta objektivitas dewan juri dalam memberikan penalti atau poin.
 
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman pun menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia berpendapat bahwa seharusnya juri bersikap objektif dan responsif terhadap keberatan yang diajukan peserta.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA