Melansir dari New York Post, tercatat lebih dari 191 korban jiwa dengan 951 kasus kecelakaan dan 911 orang luka-luka dalam tiga hari pertama Songkran 2026. Tragedi ini dipicu oleh kecelakaan lalu lintas, kasus mengemudi saat mabuk, hingga perilaku berkendara yang ugal-ugalan.
Jatuhnya korban jiwa akibat festival tersebut seolah tidak terhindarkan, padahal pemerintah telah menggalakkan kampanye keselamatan jalan raya, memperketat aturan larangan mengemudi di bawah pengaruh alkohol, serta meningkatkan titik pemeriksaan kepolisian.
Arus Mudik dan Lonjakan Kecelakaan
Sebagai momen perayaan Tahun Baru Thailand, hari libur ini memicu arus mudik massal dari kota-kota besar seperti Bangkok. Jutaan orang pulang ke kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama keluarga.Pada hari pertama perayaan saja, tercatat 51 orang tewas dalam insiden lalu lintas. Kecepatan tinggi menjadi penyebab utama kematian dengan persentase hampir 42 persen, disusul oleh mengemudi dalam kondisi mabuk sebanyak 27,4 persen.
Berdasarkan data dari Road Accident Victims Protection Company, rata-rata kematian akibat kecelakaan jalan raya mencapai 38 jiwa per hari sepanjang tahun. Angka ini menunjukkan adanya lonjakan drastis selama festival Songkran berlangsung.
Baca Juga :
Live Nation Entertainment dan Ticketmaster Dinyatakan Bersalah atas Monopoli Tiket Konser
Julukan Tujuh Hari Berbahaya
Dijuluki sebagai "tujuh hari berbahaya", tingginya angka kematian ini juga dipicu oleh aksi mengebut dan perilaku berisiko seperti tidak menggunakan helm."Jumlah kecelakaan tertinggi terjadi antara pukul 15.01 hingga 18.00 (waktu setempat)," lapor Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana setempat.
Menurut World Health Organization (WHO), Thailand saat ini menempati peringkat kesembilan sebagai negara dengan tingkat kecelakaan jalan raya paling mematikan di antara negara anggota lainnya.
Ironi di Balik Tradisi Pembersihan Diri
Ironi yang tragis adalah festival ini sejatinya diselenggarakan untuk melambangkan pembaruan dan awal yang baru. Tradisi perang air yang menyenangkan tetap memadati jalanan di seluruh penjuru negeri saat masyarakat berkumpul bersama keluarga dan teman untuk melakukan "pembersihan" diri secara spiritual.Hari libur nasional ini diperkirakan menarik sekitar 500.000 wisatawan mancanegara dan menghasilkan pendapatan sebesar 30,4 miliar baht atau sekitar Rp16,2 triliun.
Pengetatan Aturan bagi Wisatawan
Sebagai bagian dari pengetatan aturan selama festival, The Nation melaporkan bahwa tujuh turis asal Prancis ditangkap karena perilaku mereka yang dianggap mengganggu saat bermain air.Pada 12 April 2026, para warga asing tersebut diduga menghalangi arus lalu lintas dan didakwa atas tuduhan mengganggu ketertiban umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News