Logo HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment
Logo HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment

4 Agensi Besar K-Pop HYBE, SM, JYP, dan YG Bersatu Bangun Festival Saingan Coachella

Rafi Alvirtyantoro • 16 April 2026 13:41
Ringkasnya gini..
  • HYBE, SM, JYP, dan YG resmi membentuk perusahaan patungan untuk meluncurkan festival musik global bertajuk Phenomenon pada 2027.
  • Proyek Phenomenon ditargetkan menjadi festival K-pop terbesar di dunia yang mampu menyaingi kemegahan ajang musik bergengsi Coachella.
  • Kolaborasi strategis empat agensi besar ini bertujuan untuk memperkuat kekayaan intelektual (IP) pertunjukan Korea Selatan di kancah internasional.
Jakarta: Empat agensi besar hiburan Korea Selatan, yaitu HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment, berencana untuk menggelar festival musik global yang mampu bersaing dengan Coachella.

Kolaborasi Strategis Empat Agensi Besar

Business Post melaporkan bahwa keempat agensi tersebut akan mendirikan sebuah perusahaan patungan untuk menciptakan festival musik berskala internasional. Proyek ini bertajuk "Phenomenon", sebuah konsep yang digerakkan sepenuhnya oleh kekuatan basis penggemar.
 
Proyek Phenomenon digagas oleh Park Jin-young, pendiri JYP Entertainment yang kini menjabat sebagai Ketua Komite Pertukaran Budaya Populer. Ia berambisi menciptakan festival musik masif yang mampu melampaui kemegahan Coachella di Amerika Serikat.  

Pengajuan Penggabungan Usaha ke FTC

Dalam laporan Business Post, HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment baru saja mengajukan laporan penggabungan usaha kepada Komisi Perdagangan Adil (FTC) Korea Selatan.
 
Langkah tersebut wajib dilakukan karena HYBE telah dikategorikan sebagai grup perusahaan besar dengan aset di atas 5 triliun won atau setara Rp58,2 triliun, sementara SM Entertainment merupakan bagian dari grup raksasa Kakao.

Perusahaan patungan ini rencananya didirikan dengan pembagian saham yang sama rata di antara keempat agensi. Meski struktur direksi dan dewan komisaris belum ditetapkan, nama "Phenomenon" menjadi kandidat terkuat untuk identitas resmi perusahaan tersebut.  

Target Pelaksanaan dan Visi Global

Setelah resmi menjadi platform utama untuk mengeksekusi proyek ini, perusahaan tersebut akan berfokus pada perencanaan pertunjukan. Festival musik K-Pop global itu ditargetkan digelar perdana di Korea Selatan pada tahun 2027 dengan deretan artis dari keempat agensi tersebut.
 
Nama "Phenomenon" sendiri merupakan gabungan dari kata fan dan phenomenon, yang melambangkan fenomena luar biasa bentukan para penggemar.
 
Dalam peluncuran Komite Pertukaran Budaya Populer pada Oktober 2025, Park Jin-young memaparkan visinya untuk menyelenggarakan mega-event ini setiap tahun di Korea mulai Desember 2027, sebelum akhirnya dibawa berkeliling ke kota-kota besar di seluruh dunia pada Mei 2028.  

Dukungan Pemerintah dan Dampak Industri

Proyek Phenomenon ini sejalan dengan ambisi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Lee Jae-myung untuk memperkuat Kekayaan Intelektual (IP) pertunjukan nasional. Pemerintah berkomitmen menjadikan K-Culture sebagai pilar industri masa depan Korea dengan prinsip "mendukung tanpa mencampuri" guna membangun kolaborasi sektor publik dan swasta yang kreatif.
 
Di pasar global, festival seperti Lollapalooza di AS, Glastonbury di Inggris, serta Fuji Rock di Jepang telah menjadi aset budaya vital yang mendongkrak citra kota dan industri pariwisata.
 
Proyek Phenomenon pun diharapkan menjadi titik balik bagi industri K-Pop untuk memperluas struktur pendapatan dan bertransformasi dari sekadar konser tunggal menjadi festival berbasis fandom yang mendunia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA