Dalam konferensi pers, korban berinisial AW mengatakan bahwa dirinya bersama sang teman mendatangi sebuah klub malam di kawasan Jakarta Selatan, pada Sabtu, 12 September 2026.
“Saya datang di salah satu club yang ada di (Jakarta Selatan) sekitar jam 2 (dini hari) bersama teman saya, dan ada satu lagi. Kita datang di sana, happy, ketemu sama teman-teman,” kata AW, dikutip dari saluran YouTube Intens Invetsigasi, pada Senin, 14 September 2026.
Tawaran Memasuki Ruangan Privat
Menurutnya, seorang staf menawarkan mereka untuk meramaikan ruangan privat milik terduga pelaku, yakni Betrand Peto. Korban menerima tawaran tersebut setelah staf memastikan ruangan itu aman.“Aku enggak pernah ada pikiran negatif kalau kita bakal nemuin apes di tempat itu. Kita iyain," ucap AW.
"Awal-awal si waiters ini take over ke temannya satu lagi, cowok juga. Dan si temannya ini udah make sure kalau untuk di room ini tuh aman, enggak akan kenapa-kenapa. Enggak lama minuman dibagikan, terus waiters-nya pergi,” lanjutnya.
Korban mengaku sempat keluar ruangan untuk mengambil ponselnya di sofa luar, lalu kembali duduk di sebelah Betrand Peto. Kemudian, anak angkat Ruben Onsu itu disebut mengajak korban pergi ke toilet.
“Saya enggak pernah ada pikiran negatif. Saya kira dia ngajak saya untuk ngecek teman saya di toilet kenapa lama sekali. Ternyata di depan pintu toilet tersebut, saya dilecehin,” ungkap AW.
Laporan Resmi ke Kepolisian
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya laporan terhadap BP yang memiliki nama asli berinisial ATT. Laporan terhadap BP diajukan pada Sabtu, 12 September 2026.Budi belum menjelaskan secara terperinci laporan yang disampaikan oleh pelapor. Namun, ia menyebut ciri-ciri artis yang dilaporkan merupakan anak angkat dari artis terkenal berinisial RSO.