Clift Sangra (Foto: Poplicist)
Clift Sangra (Foto: Poplicist)

Clift Sangra Ungkap Sisi Lain Suzzanna: Bukan Ratu Horor, Tapi Istri yang Hangat

Rafi Alvirtyantoro • 23 Maret 2026 08:02
Ringkasnya gini..
  • Clift Sangra ungkap kerinduan mendalam melalui puisi emosional untuk mendiang Suzzanna sang Ratu Horor Indonesia.
  • Film Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa produksi Soraya Intercine Films resmi tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026.
  • Clift Sangra perankan karakter Bisman yang menjadi lawan bagi Suzzanna, beradu akting dengan Luna Maya dan Reza Rahadian.
Jakarta: Aktor Clift Sangra kembali mengenang sosok mendiang istrinya yang dijuluki Ratu Horor Indonesia, Suzzanna.

Nostalgia dan Proyek Film Terbaru

Saat ini, Clift Sangra terlibat dalam proyek film terbaru dari waralaba adaptasi IP legendaris produksi Soraya Intercine Films bertajuk Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa. Dalam film besutan produser Sunil Soraya ini, ia beradu akting dengan deretan bintang papan atas seperti Luna Maya dan Reza Rahadian.
 
Melalui untaian puisi yang ditulisnya, Clift mencurahkan kerinduan mendalam atas masa-masa indah bersama sang istri. Ia mengungkapkan betapa hampa perasaannya sejak kepergian Suzzanna melalui pesan yang sangat emosional.
 
“Andai kau ada di sampingku saat ini, aku mungkin tak akan banyak bicara. Karena sejak kau pergi, aku sangat merindukanmu,” tulis Clift Sangra dalam puisinya.  

Sosok Suzzanna di Mata Sang Suami

Bagi Clift, sosok Suzzanna jauh lebih hangat dibandingkan citra mistis yang dikenal publik selama ini.

“Orang-orang mengenangmu sebagai legenda ratu horor Indonesia. Sebagai sosok yang menghantui layar. Tapi bagiku, kau hanyalah perempuan yang tertawa pelan di ruang tamu. Yang menggenggam tanganku lebih erat saat dunia terasa berat,” lanjut Clift.
 
Suzzanna dan Clift Sangra dikenal sering berbagi layar dalam berbagai judul film ikonik pada masanya, seperti Sangkuriang (1982), Nyi Blorong (1982), Perkawinan Nyi Blorong (1983), hingga Ajian Ratu Laut Kidul (1991).
 
Kini, setelah puluhan tahun berpulangnya Suzzanna, Clift turut andil dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan artistik istrinya.  

Peran Kontras dalam Cerita Baru

Menariknya, dalam film Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa, Clift memerankan karakter Bisman. Peran ini menjadi kontras dengan sejarah mereka di masa lalu karena tokoh Bisman diposisikan sebagai 'lawan' bagi Suzzanna di dalam cerita, bukan lagi sebagai pasangan romantis.
 
“Mereka takut pada tatapanmu di layar. Aku justru takut pada satu hal: takut lupa suara tawamu yang paling sederhana,” ungkap Clift.
 
Dalam lanjutan puisinya, Clift menegaskan bahwa cinta sejatinya kepada Suzzanna tidak tergerus oleh waktu. Baginya, hubungan mereka melampaui batas fisik dan raga.
 
“Waktu boleh memisahkan ragamu dariku, tapi cintaku tak pernah belajar cara berpamitan,” kata Clift.
 
“Terima kasih sudah memilihku sebagai rumahmu. Dan maaf, karena sampai hari ini aku masih belum siap hidup tanpa bayanganmu,” tutupnya dengan haru.  

Penghormatan bagi Sang Legenda

Sebagai penutup, Clift mengajak seluruh penonton dan penggemar setia di Indonesia untuk menyaksikan film ini sebagai bentuk penghormatan terhadap karya-karya Suzzanna yang tak lekang oleh zaman.
 
“Suzzanna, karyamu kekal abadi. Tepat lebaran tahun ini, bersama lintas generasi, rayakan lebaran di bioskop bersama Bunda Suzzanna.”
 
Film Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa telah tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026. Film ini menceritakan tentang Suzzanna yang kehilangan sang ayah akibat santet Bisman, kemudian terjebak antara dendam dan cinta pada Pramuja yang saleh.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA