Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @wardatinamawa, ia mencurahkan perasaan terkait situasi sulit yang kini menyudutkannya.
“Bismillah. Sudah terlalu banyak yang aku pendam sendiri, chat yang menyakitkan, kenyataan yang pahit, dan keadaan yang terus memposisikan aku seolah-olah bersalah,” tulis Mawa, dikutip pada Senin, 23 Maret 2026.
Setelah sekian lama menahan diri, ia akhirnya memilih untuk kembali bersuara. Mawa merasa langkah ini perlu diambil demi meluruskan keadaan dan mencari keadilan bagi dirinya sendiri.
“Hari ini aku memilih untuk speak up lagi. Bukan untuk membuka aib, tapi untuk mencari keadilan, memperjuangkan hak yang seharusnya aku dapatkan,” lanjutnya.
Harapan Masa Depan bagi Sang Buah Hati
Sebagai seorang ibu, fokus utama Mawa adalah kesejahteraan anaknya di masa depan. Ia berharap konflik yang terjadi saat ini tidak menghalangi sang buah hati untuk tumbuh di lingkungan yang kondusif.“Aku yang otw single mom ini hanya ingin suatu saat nanti anakku hidup dengan tenang dan nyaman,” tulis Mawa menambahkan.
Pertanyakan Ancaman Hukuman 20 Tahun Penjara
Dalam unggahannya, Mawa juga menyoroti adanya ancaman hukuman penjara selama 20 tahun yang tertera dalam tangkapan layar percakapannya. Ia mengaku bingung dengan munculnya ancaman tersebut, mengingat statusnya masih sebagai istri sah dari Insanul Fahmi.“Dan ketika beliau bilang seperti itu, aku hanya bingung dan ingin bertanya. apakah di negara ini, seorang istri sah yang disakiti dan berani melapor, justru bisa dihadapkan pada ancaman hukuman yang begitu berat yg katanya bisa sampai 20 tahun?” ungkapnya.
Mawa menegaskan bahwa aksinya mengunggah permasalahan ini ke media sosial bukan semata-mata untuk mencari simpati publik. Ia hanya ingin mendapatkan perlakuan yang adil dalam menghadapi kemelut rumah tangganya.
“Jujur aku tidak mencari simpati. Aku hanya ingin didengar dan diperlakukan dengan adil,” tegasnya.
Keyakinan Mawa pada Kebenaran
Meski berada di posisi yang sulit, ia tetap memegang teguh keyakinan bahwa kebenaran akan segera terungkap pada waktunya.“Aku percaya, kebenaran mungkin bisa ditunda… tapi tidak akan pernah benar2 hilang,” lanjutnya lagi.
Namun, Mawa juga menyampaikan pesan emosional terkait pengasuhan anaknya. Jika nantinya keadilan tidak berpihak padanya, ia berniat menyerahkan sang putra kepada suaminya.
“Kalau memang aku tidak mendapatkan keadilan, aku titip Afnan sama bapaknya ya,” tulisnya memungkasi.
Menutup pernyataannya, Mawa meminta doa agar diberikan jalan terbaik dan ditunjukkan kebenaran yang sesungguhnya oleh Tuhan YME.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News