Melalui unggahan Instagram Story di akun pribadi, Lucy Wagey bercerita bahwa anaknya terbangun akibat gempa yang menggetarkan kediamannya.
Menurut Lucy, getaran gempa terasa cukup kuat dan berlangsung lama.
“Anak yang biasa ga bangun pagi kebangun gara-gara gempa yang kuat sekalianan + lama beut,” tulis Lucy Wagey, dikutip dari akun Instagram @lucywagey pada Kamis, 2 April 2026.

Peringatan Dini Tsunami
Dalam unggahan berikutnya, Lucy membagikan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Bencana tersebut dikonfirmasi sebagai gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6.Berdasarkan skala tersebut, BMKG mengeluarkan Peringatan Dini No. 2 terkait potensi tsunami. Daerah yang berpotensi terdampak adalah Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Masyarakat yang tinggal di wilayah Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dan Minahasa Bagian Selatan diminta untuk tetap siaga.
Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa
Gempa bumi magnitudo 7,6 tersebut berpusat di wilayah perairan Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis pagi, 2 April 2026. Peristiwa ini menyebabkan satu korban jiwa dan dua orang luka-luka di Kota Manado.Dalam siaran Breaking News Metro TV, Kapolresta Manado, Kombes Irham Halid, menyampaikan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti informasi gempa tersebut. Getaran hebat ini mengakibatkan runtuhnya Gedung Olahraga KONI Sario, di mana reruntuhan bangunan menimpa warga yang berada di sekitar lokasi.
Korban meninggal dunia diketahui merupakan seorang perempuan berusia 71 tahun yang sehari-hari berjualan makanan ringan di area gedung. Jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Utara.
Selain itu, Irham melaporkan bahwa sejumlah bangunan tinggi, termasuk fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Advent dan Rumah Sakit Siloam, mengalami keretakan dinding. Dua warga lainnya yang dilaporkan mengalami luka-luka adalah Hadi Setiawan dan Rini Parlan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News