Kabar membanggakan ini dibagikan Magda melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Dalam unggahan tersebut, ia mengungkap bahwa varietas cabai tersebut diberi nama “Magda IPB”, yang termasuk dalam jenis Scotch Bonnet Pepper berwarna kuning dengan tingkat kepedasan tinggi.
"Namaku resmi jadi nama cabai super pedas, Cabai MAGDA IPB! Auto jadi best moment di 2026. Terima kasih Prof @muhsyukur72 dan tim peneliti dari IPB," tulis Magda dalam keterangan unggahannya.
Varietas cabai ini merupakan hasil penelitian dari Prof. Dr. Muhammad Syukur. S.P, M.Si.. Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB).
Baca Juga :
Viral Food Vlogger Mgdalenaf Minta Makan Gratis, Netizen Jadi Kangen Mendiang Bondan 'Maknyus'
Dalam unggahan tersebut Prof. Syukur pun menerangkan bahwa cabai Magda IPB merupakan salah satu jenis cabai super pedas.
"Ini cabai super pedas, yang kepedasannya sampai 350.000-500.000 Scoville Heat Units (SHU)," tutur Prof. Syukur.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Magda ke IPB sekaligus kontribusinya dalam penamaan varietas tersebut.
"Terima kasih atas kunjungannya Mbak @mgdalenaf dan Kang @seto.nurseto, sekaligus memberi nama salah satu varietas IPB, yaitu Magda IPB," tulisnya di akun Instagram @muhsyukur72.
Melansir laporan dari IPB, penelitian terkait pengembangan varietas cabai ini telah dilakukan oleh Prof. Syukur selama kurang lebih tujuh tahun terakhir.
Meski saat ini varietas "Magda IPB" belum resmi dirilis ke publik, Magda mengaku sudah menerima beberapa sampel yang kemudian dibagikan kepada rekan-rekannya sesama konten kreator food vlogger untuk dicicipi.
Menurutnya, cabai tersebut memiliki tingkat kepedasan yang jauh melampaui cabai rawit pada umumnya.
"Untuk sekarang, cabai Magda IPB belum diterbitkan. Jika sudah lepas varietas, aku segera infokan! Siapa kira-kira yg mau tanam cabai ini? Tulis di kolom komentar ya!" ungkap Magdalena dalam keterangan di unggahannya yang lain.
Magda juga menambahkan bahwa proses riset ini bukan hal yang instan. Ia bahkan mengaku telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit demi mendalami varietas cabai ini.
"Habis ratusan juta buat riset cabai yang bahkan nama programnya belum ada. Anggap aja ini uang belajar gue," tulis Magdalena.
Magdalena pun berharap ke depan varietas cabai "Magda IPB" ini bisa segera dilepas secara resmi dan dibudidayakan lebih luas oleh masyarakat.
"Buat tahu lebih dalam tentang kuliner dan pangan lokal Indonesia, karena ternyata gue banyak enggak tahunya," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News