Jumlah Korban yang Banyak
Tantri Syalindri mengatakan bahwa jumlah korban dalam kasus tersebut tidak sedikit. Hal ini membuatnya memberanikan diri untuk mengungkap perbuatan terduga pelaku agar meminimalkan jumlah korban selanjutnya."Misalkan aku tidak ceritakan, kemungkinan besar akan makin banyak banget korban-korban selanjutnya. Di sini juga ternyata korban-korban yang memang orang-orang yang dirugikan sama kasus ini tuh banyak banget, dan salah satunya memang teman-teman kita sendiri," kata Tantri Syalindri kepada awak media belum lama ini.
Ia mengaku masih tidak percaya bahwa temannya sendiri bisa menjadi pelaku dalam dugaan kasus penipuan yang melibatkan banyak korban. Apalagi, keberadaan temannya itu masih belum diketahui hingga saat ini.
“Aku tuh bingunglah intinya. Sekarang sudah delapan kali dua puluh empat jam kan. Kemarin aku masih mencari-cari, gimana aku ngomongnya, karena satu, orang yang merugikan ini juga salah satu temanku. Ini benar nggak sih? Masih pertanyaan itu sampai detik ini masih kayak gitu,” ungkap Tantri.
Modus Investasi Pelaku
Diketahui bahwa pertemanan Tantri dan pelaku telah terjalin sejak anak-anak mereka masih berada di Taman Kanak-Kanak (TK). Pekerjaan yang dimiliki pelaku membuat Tantri tidak menaruh rasa curiga sama sekali.Pada awalnya, pelaku meminta bantuan kepada Tantri dan korban lainnya untuk berinvestasi. Modus ini dilancarkan dengan alasan agar pelaku bisa mendapatkan kestabilan posisi di tempatnya bekerja.
Tantri menilai bahwa pelaku sangat ahli dalam mempermainkan psikologis teman-temannya. Setelah melewati proses yang panjang, akhirnya Tantri dan korban lainnya pun setuju untuk memberikan uang investasi kepada pelaku.
“(Pelaku) meyakinkan semua teman-temannya kalau dia tuh adalah orang-orang yang butuh dibantu dan dia pengin ngebantu gitu (dalam) tanda kutip karena temenku yang satunya lagi yang terkena itu adalah orang yang memang butuh bantuan biaya pengobatan untuk kanker. Itu sih yang bikin kita akhirnya trust (percaya)," jelas Tantri.
Kecurigaan dan Kehilangan Kontak
Namun, siapa sangka pelaku langsung menghilang tanpa kabar setelah pembayaran uang terakhir dilakukan. Tantri yang awalnya masih berpikiran positif sempat menduga bahwa pelaku hanya sedang berlibur.Kecurigaannya baru muncul setelah pelaku tidak bisa dihubungi selama lebih dari 48 jam dan akun media sosialnya menghilang. Bahkan, ketika didatangi ke kediamannya, pelaku sudah tidak ada di tempat.
“Didatangi ke rumah dia (pelaku), ternyata itu adalah rumah orang tuanya dan orang tuanya juga sampai angkat tangan, 'Terserah deh', gitu,” ungkap Tantri.
Pelantun lagu “Masih Cinta” itu merasa sangat kecewa atas perbuatan temannya. Baginya, ini bukan sekadar masalah nominal uang yang dikeluarkan, melainkan tentang hubungan pertemanan mereka yang sudah terjalin lama.
“Yang bikin aku kecewa banget kok tega sih? Gitu doang. Menyalahartikan sebuah kepercayaan dalam sebuah pertemanan tuh buat aku tuh kayak yang... ‘wow, kok tega banget gitu’,” ucap Tantri.
Rencana Tempuh Jalur Hukum
Untuk kelanjutan kasus ini, Tantri dan korban lainnya memang belum membuat laporan resmi ke polisi. Mereka saat ini masih berdiskusi dengan kuasa hukum, meski sudah ada rencana kuat untuk menempuh jalur hukum.Di sisi lain, Tantri mengaku tidak menutup pintu maaf bagi pelaku. Namun, ia tetap menuntut tanggung jawab penuh atas perbuatan yang telah merugikan banyak orang tersebut.
“Segala sesuatu yang dia lakukan pasti ada konsekuensinya gitu. Kalau secara manusia mungkin gampang ya berucap maaf gitu, tapi bentuk rasa tanggung jawabnya yang saya kita butuhkan gitu,” pungkas Tantri.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda