Keanu menjadi salah satu influencer yang pernah bekerjasama dengan Hanania Group dalam kegiatan promosi perjalanan umrah. Karena itu, ia mengaku ikut merasakan kekecewaan saat mengetahui banyak calon jemaah yang menjadi korban dalam kasus tersebut.
Menurut Keanu, saat dirinya menerima tawaran kerja sama dari Hanania Group beberapa tahun lalu, perusahaan tersebut terlihat memiliki kredibilitas yang baik. Ia mengaku telah melakukan pengecekan sebelum memutuskan untuk mempromosikan layanan travel tersebut kepada para pengikutnya di media sosial.
"Ini juga musibah untuk aku juga. Aku sudah periksa, dia memang secara perusahaan sudah legal, sudah terakreditasi di bawah pengawasan Kementerian Agama, dan sebelum aku berangkat dia sudah punya reputasi yang cukup baik," ujarnya.
Keanu mengatakan, tidak pernah membayangkan bahwa perusahaan yang pernah bekerjasama dengannya akan tersandung kasus besar yang merugikan ribuan calon jemaah. Apalagi, selama bekerja sama, ia mengaku tidak menemukan tanda-tanda yang mencurigakan.
Dia bahkan sempat menerima banyak respons positif dari pengikutnya yang menggunakan layanan travel tersebut. Pengalaman itu membuatnya semakin yakin bahwa perusahaan tersebut memiliki reputasi yang baik di mata masyarakat.
"Aku enggak nyangka banget, dua tahun kemudian setelah saya promosikan ternyata banyak banget korbannya dan kasusnya bisa sebesar ini," kata Keanu.
Dalam kesempatan yang sama, Keanu menyampaikan doa dan harapannya untuk seluruh jemaah yang terdampak. Ia berharap para korban bisa segera mendapatkan hak mereka kembali dan memperoleh keadilan melalui proses hukum yang sedang berjalan.
"Saya berdoa banget dengan sangat biar jemaah bisa dapatkan haknya lagi, bisa umrah, dapat keadilan," ujarnya.
Keanu juga menilai kasus yang menimpa Hanania Group menjadi pelajaran penting bagi para influencer dan publik. Menurutnya, meskipun sebuah perusahaan telah memenuhi berbagai persyaratan legalitas, risiko tetap bisa terjadi di kemudian hari.
Meski demikian, ia meminta rekan-rekan sesama endorser untuk tidak takut menjalin kerja sama dengan sebuah brand selama perusahaan tersebut memiliki legalitas yang jelas dan tidak menjalankan aktivitas yang melanggar hukum.
"Kalau begini kan memang sebenarnya jadinya musibah bersama. Saya rasa sebagai endorser, saya melakukan riset yang cukup baik terhadap perusahaan Hanania ini. Saya tidak menemukan celah untuk melihat dia akan melakukan penipuan," pungkasnya.
Kasus Hanania Group sendiri mencuat setelah sekitar 1.500 calon jemaah umrah dilaporkan gagal berangkat pada Maret 2026. Akibat kejadian tersebut, kerugian yang dialami para calon jemaah diperkirakan mencapai Rp12 miliar.
Dalam penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya, Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Fathan Rachman, telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menduga sebagian dana calon jemaah digunakan untuk menutupi masalah keuangan perusahaan dan membiayai kegiatan promosi.
Polisi sebelumnya mengungkapkan bahwa sebagian dana jemaah diduga dialirkan untuk membayar influencer yang terlibat dalam promosi perusahaan. Karena itu, sejumlah nama seperti Keanu Agl, Awkarin, Sarah Gibson, dan Dara Arafah dijadwalkan dimintai keterangan sebagai saksi untuk membantu mengungkap fakta dalam kasus tersebut.
Hingga kini, proses penyidikan masih terus berlangsung. Kepolisian berupaya menelusuri aliran dana dan mendalami berbagai bentuk kerja sama promosi yang pernah dilakukan Hanania Group dalam menarik minat masyarakat untuk menggunakan layanan umrahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News