Soundrenaline Yogyakarta 2026 (Foto: instagram)
Soundrenaline Yogyakarta 2026 (Foto: instagram)

Soundrenaline Yogyakarta 2026 Hadirkan Kolaborasi Efek Rumah Kaca dan Majelis Lidah Berduri

Elang Riki Yanuar • 06 November 2026 21:04
Ringkasnya gini..
  • Kolaborasi Efek Rumah Kaca dan Majelis Lidah Berduri menjadi salah satu penampilan spesial Soundrenaline 2026 di Yogyakarta dengan eksplorasi musikal lintas karakter.
  • Soundrenaline Yogyakarta 2026 menghadirkan 7.111 pengunjung dengan empat panggung, kolaborasi musisi, hingga penampilan eksklusif Colorcode bersama mini orkestra.
  • Soundrenaline 2026 akan menutup rangkaian festival di Bandung pada 20-22 November setelah menghadirkan pertunjukan lintas genre di Yogyakarta.
Jakarta: Kolaborasi Efek Rumah Kaca dan Majelis Lidah Berduri menjadi salah satu penampilan spesial dalam festival musik Soundrenaline “Sana Sini di Yogyakarta” 2026. Mempertemukan dua musisi dengan karakter musikal berbeda, kolaborasi ini dipersiapkan secara khusus untuk panggung Soundrenaline di Ambarrukmo District, Yogyakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Pertemuan Efek Rumah Kaca dan Majelis Lidah Berduri menjadi salah satu bentuk eksplorasi musikal yang ditawarkan Soundrenaline tahun ini. Kolaborasi tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi penonton karena menghadirkan pendekatan bermusik yang tidak biasa ditemui dalam penampilan reguler masing-masing musisi.

Efek Rumah Kaca dikenal melalui karya-karya dengan lirik reflektif yang mengangkat berbagai persoalan kehidupan dan sosial. Sementara itu, Majelis Lidah Berduri membawa identitas musikal tersendiri yang memberikan ruang bagi eksplorasi artistik. Pertemuan keduanya memperlihatkan bagaimana perbedaan karakter dapat menjadi kekuatan dalam sebuah kolaborasi.

Menariknya, Efek Rumah Kaca juga tampil secara terpisah dalam festival tersebut. Dengan demikian, audiens mendapatkan kesempatan menikmati penampilan mereka melalui dua pendekatan berbeda, baik bersama Majelis Lidah Berduri maupun dalam format pertunjukan tersendiri.

Soundrenaline “Sana Sini di Yogyakarta” 2026 merupakan kota keempat dalam rangkaian festival tahun ini setelah sebelumnya menyambangi Jakarta, Makassar, dan Palembang. Festival yang digelar oleh Resonine tersebut berhasil menarik 7.111 pengunjung untuk menikmati pertunjukan musik lintas generasi dan berbagai eksplorasi musikal.

Sebanyak empat panggung dengan karakter berbeda disiapkan di Ambarrukmo District, yakni Kasultanan Stage, Alun-Alun Stage, Garden Stage, dan Dengar Kota Stage. Perpaduan area indoor dan garden memberikan keleluasaan bagi pengunjung untuk berpindah panggung serta menikmati penampilan sesuai preferensi masing-masing.

Selain kolaborasi Efek Rumah Kaca x Majelis Lidah Berduri, pengalaman musikal berbeda juga dihadirkan Colorcode. Band asal Yogyakarta yang terbentuk pada 2022 tersebut untuk pertama kalinya membawakan exclusive set dengan iringan mini orkestra di panggung Soundrenaline.

“Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami tampil dengan konsep exclusive set menggunakan mini orkestra di Soundrenaline Yogyakarta. Ternyata seru karena format ini membuat penampilan terasa lebih ramai. Tadi kami juga membawakan lagu-lagu dari album Constant Change. Semoga kami bisa hadir di kota-kota lain bersama Soundrenaline,” ujar Colorcode.

Eksplorasi musik juga ditampilkan PORIS. Band asal Tangerang ini memberikan kejutan dengan membawakan sejumlah materi yang belum resmi dirilis. Salah satunya adalah lagu berjudul “Jump In and Drop-In” yang mendapat respons positif dari penonton.

“Soundrenaline Yogyakarta asyik banget, terlalu pecah, crowd-nya seru! Kami excited karena tadi membawakan beberapa lagu yang belum dirilis, salah satunya “Jump In and Drop-In”. Jujur, respons penonton di luar dugaan. Meskipun lagu itu belum rilis, penonton bisa ikut menikmati, bahkan saat kami ajak mereka untuk lompat bareng. Buat kami, ini jadi pengalaman yang menyenangkan,” ujar PORIS.

Deretan penampil lainnya turut memperkaya rangkaian Soundrenaline Yogyakarta 2026. Beberapa di antaranya adalah The Adams, The SIGIT, HIVI!, The Cottons, Avhath, White Chorus (DJ Set), serta Yogyakarta Royal Orchestra (Ansambel Brass) yang berkolaborasi dengan Adhitia Sofyan, Brian Prasetyohadi, dan Win Yovina Thopandi.
 
Kolaborasi lintas musisi juga hadir melalui Avhath x Denisa dan Mpruy Koneksyen yang mempertemukan Murphy Radio dengan Beijing Connection. Sementara itu, Jo Soegono x Adhitia Sofyan tampil melalui program The Next Meet Now, sebuah inisiatif Soundrenaline untuk mempertemukan talenta baru dengan musisi yang lebih dahulu dikenal di industri musik Indonesia.

Soundrenaline turut menghadirkan program Unseen dan Unplugged untuk memberikan pengalaman berbeda kepada audiens. Unseen membuka ruang eksplorasi musikal melalui kolaborasi eksperimental, sedangkan Unplugged menawarkan pertunjukan dengan aransemen akustik yang lebih intim.

Melalui berbagai penampilan dan kolaborasi tersebut, Soundrenaline “Sana Sini di Yogyakarta” 2026 menghadirkan ruang pertemuan bagi musisi dengan latar belakang serta karakter musikal berbeda. Kolaborasi Efek Rumah Kaca x Majelis Lidah Berduri menjadi salah satu penampilan yang memperlihatkan semangat eksplorasi tersebut.

Setelah menyelesaikan rangkaian di Yogyakarta, Soundrenaline “Sana Sini” 2026 akan melanjutkan perjalanannya ke Bandung pada 20-22 November 2026. Kota tersebut menjadi destinasi terakhir dalam rangkaian festival musik Soundrenaline tahun ini.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA