Jerinx (Foto: @myrockinphoto), Iwa K (Foto: Shindu Alpito), Anton (Foto: Shindu Alpito), Arian 13 (Foto: Dok. Arian 13)
Jerinx (Foto: @myrockinphoto), Iwa K (Foto: Shindu Alpito), Anton (Foto: Shindu Alpito), Arian 13 (Foto: Dok. Arian 13)

Rangkuman Kutipan Seputar Musik Indonesia 2018

Hiburan indonesia musik kaleidoskop musik
Cecylia Rura • 31 Desember 2018 07:00
Sepanjang 2018, Medcom.id menghadirkan ribuan berita hiburan, termasuk artikel-artikel feature eksklusif.

Beberapa dari artikel yang kami rilis memiliki ragam pernyataan menarik atau bahkan kontroversial. Mulai dari pernyataan atas karya mereka, hingga pada situasi sosial yang terjadi hari ini.

Berikut rangkuman pernyataan musisi dan para pelaku di industri musik yang berhasil kami wawancarai secara langsung, dalam kurun waktu 2018:
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Musik klasik mengajarkan kita untuk mendengar, karena orang terbiasa ingin didengar. Belajar musik melatih saya mendengar lebih baik dan lebih sabar. Saya ingin orang mendengar, ada satu bahasa lain, yaitu bahasa musik. Agar orang-orang mengetahui keindahan dan sesuatu yang mendalam." - Pamela Kosin, Komposer Musik Klasik. Pamela Kosin, Komposer Masa Depan Dunia dari Indonesia


"Dangdut yang sekarang, beda dengan dangdut 5 tahun yang lalu. Sekarang (terwakilkan oleh nama-nama) seperti Via Vallen dan Siti Badriah. Mereka tidak seperti dangdut pada masa orang tua kalian. Mereka ini dangdut yang termasuk baru, untuk orang-orang yang muda dan modern. Dangdut yang memiliki pengaruh dari EDM, pengaruh dari reggae." - Steve Lillywhite, Produser U2, The Rolling Stones.

Produser The Rolling Stones Percaya Dangdut Mampu Mendunia


"(Sekarang) artis jadi 'kacung'-nya sponsor karena mereka (penyelenggara) bukan promotor. Mereka EO (event organizer). Mereka bekerja berdasarkan pesanan sponsor," ujar Log. "Kalau saya promotor, saya punya konsep, saya tawarkan ke sponsor. Kamu berani enggak? Enggak mau, saya cari lain." - Log Zhelebour, Promotor Musik.

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour


Log Zhelebour (Foto: Dok. Pribadi Log Zhelebour)


"Kalau saya memaknai punk, untuk saya punk itu sepenuhnya menjadi diri sendiri. Seratus persen jadi diri sendiri. Kalau ada orang lain bilang, 'Kamu punk kenapa kamu di-endorse alkohol? Kamu punk kenapa masuk major label?' Dude, selama hak saya tidak diinjak-injak, selama mereka tidak mencuri sesuatu dari saya, selama saya tidak harus mencium pantat siapapun, itu win-win solution. I get what i want, they get what they want. Engak ada yang mati, kan?" - Jerinx, Drummer Superman Is Dead

"(Jika bertemu Habib Rizieq) I just wanna know, bagaimana rasanya jadi Tuhan?" - Jerinx, Drummer Superman Is Dead.

Kredo Jerinx Superman is Dead


"Enggak selamanya kemarahan disuarakan dengan distorsi gitar atau dengan suara teriak-teriak. Buat kami contohnya, Peradaban itu jauh lebih keras dari lagu metal manapun yang pernah kami dengar." - Baskara, Vokalis .Feast




"Jangan pernah membuat tradisi 'West Coast - East Coast' seperti di luar sana, itu sama saja lo meninggalkan legacy yang pada akhirnya enggak bisa lo kontrol. Ke depan, semua orang harus lebih pintar dan lebih wise, saling menghargai pendapat dari sudut pandang lain." - Mirza, REPRESENT Jakarta.

Melihat Fenomena Diss Track Hip Hop dari Sudut Lebih Luas


"Soal politik saya kurang tertarik, sebenarnya di tiap album ada lagu tentang sosial politik. Tapi, mungkin karena lagunya terlalu dalam jadi orang tidak paham. Contoh, lagu Berakit Rakit, itu lagu yang dalam banget, tapi orang membacanya soal narkoba. Berarti orang-orang enggak ngerti."

"Dalam lagu Berakit Rakit itu ada lirik, 'Tapi aku tak bisa nyanyi di rumah sendiri, tubuh pasti luka atau jadi berita. Dijemput dan menghilang.'

"Maksud saya, itu nyanyi adalah berkoar-koar, mahasiswa yang demo, dijemput dan menghilang. Kan itu jelas soal 'Petrus' di zaman Orde Baru. Tapi pendengar kami enggak sampai ke situ, orang mikirnya lagu soal sabu-sabu. Orang bilang lagu itu soal bahaya drugs. Padahal 'sabu-sabu' itu cuma istilah zaman itu. Itu kritik saya untuk zaman itu, baru nyanyi sedikit tahu-tahu menghilang.

"Tapi tidak masalah, persepsi orang bebas. Bukan karena lagunya berat, tetapi orang tidak menangkap karena kamuflase liriknya. Kalau lagu Telat 3 Bulan atau Surti Tejo yang ada 'fuck you-nya' orang langsung nangkep." - Azis, Gitaris Jamrud

Di Balik Lirik Nakal Jamrud

"Perjalanan kami masih panjang. Umur juga masih 30-an. Kami pernah ketemu Om Yon Koeswoyo dari Koes Plus. Terus tanya, '(Koes Plus) sudah berapa album Om?'. Kata dia, 'Wah Koes Plus mah sudah 100 kaset'. Kami saja baru punya lima. Ada 95 berarti yang harus kami buat." - Rian, Vokalis D'MASIV.

Perjalanan Natural D'Masiv


D'MASIV (Foto: Medcom.id)


"Satu waktu kami mendapatkan manajer, Almarhum Koesno AY. Beliau adalah Angkatan Laut. Kami diberikan kemudahan tempat latihan, dipinjamkan alat-alat, kemudian beliau ingin jadi manajer kami (Dara Puspita). Kami latihan, kemudian kita main untuk beberapa orang kedutaan dengan kuartal nada band-nya Sally Sarjan. Tiba-tiba digerebek oleh Pemuda Rakyat (sayap pemuda Partai Komunis Indonesia) karena kami menyanyikan lagu The Beatles dan Koes Bersaudara masuk penjara, saat itu juga." - Titiek Hamzah, Dara Puspita.

Cerita Tersisa dari Dara Puspita


"Aku sebetulnya, di luar aku seniman atau bukan, papaku (Yockie Suryo Prayogo) tetap papaku. Kalau ada yang ngomong gitu (dompleng nama), ya sebenarnya kalau mungkin juga dengar karya aku beda sama papa meski pasti ada influence-nya. Aku ada karakter sendiri sih. Aku enggak cuma numpang. Papaku musisi, aku juga mau terkenal, enggak gitu." - Aya Anjani.

Anak Artis Meniti Karier di Bawah Nama Besar Orangtua


"Banyak yang bilang kayak OMAM, banyak yang bilang kayak Barasuara, tetapi beda kalau menurut saya sendiri."

"Barasuara jauh lebih rock, kami enggak se-rock itu. Vokal kami juga lebih beda. Kalau OMAM, nyanyinya banyak yang gantian. Kalau kami bareng-bareng terus." - Mahesa, Drummer Tashoora

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta


"Gue generasi Pure Saturday, waktu gue melek musik, tahun 1995-1996. Terus Dr.Pm dan gue nge-fan sama Koil, itu sekitar era 2003." - Nicholas Saputra.

Menerka Selera Musik Nicholas Saputra


"Menurut aku lebih susah bikin lagu pakai bahasa Indonesia. Kebetulan memang dengan musik yang kayak gitu, contoh-contoh lebih banyak menggunakan bahasa Inggris, feel-nya lebih dapet. Menurut aku tata bahasa, kalau mau menulis pakai bahasa Indonesia, tata bahasanya harus bagus. Aku masih harus belajar tata bahasa yang bagus. Sebenarnya bahasa Indonesia baku itu bagus banget. Cuma susah buat aku." - Rayssa Dynta.

Rayssa Dynta, Sarjana Gizi yang Lebih Tertarik Meracik Musik


"Gue merasa Jakarta bukan hanya sebutan ibukota Indonesia tapi ibu yang mendidik gue. Sementara Jogja adalah bapak gue. Kalau enggak karena Jakarta, gue enggak mungkin se-struggle ini." - Kunto Aji.

Mantra Magis Kunto Aji


"Itu wajar, Berpandangan soal politik wajar, tetapi apakah akan masuk ke politik praktis atau bukan? Hal itu wajar entah terang-terangan atau subliminal, tetapi kalau gue enggak ke politik praktis. Meski itu sah-sah saja. Sah dan wajar juga ketika orang hip-hop punya figur politik yang dia suka. Santai saja, tetapi ya jangan norak. Hidup bukan cuma soal politik saja, banyak hal lain. Jangan karena berbeda pandangan politik terus dibawa-bawa ke kehidupan pribadi. Hidup sangat luas. Bebas mau bicara politik lewat musik, mengekspresikan dalam bentuk karya. Itu  wajar. Cuma self-reminder, hidup bukan soal itu doang. pemimpin cuma lima tahun sekali, jangan sampai kehilangan teman, tetangga hanya karena berbeda." - Iwa K.

Iwa K Bicara Narkoba dan Identitas Hip Hop Indonesia


"Kalau lagi happy paling susah menulis lirik. Tantangan terbesar aku menulis lagu happy karena buat aku, bikin lagu sedih lebih gampang daripada bikin lagu senang yang enggak cheesy. Momen paling pas saat sedih banget apalagi pas bertengkar sama semua orang." - Vira Talisa.

Dari Rennes hingga Jakarta Vira Talisa Menggali Makna Musik

Vira Talisa (Foto: Dok. pribadi Vira Talisa)


"Bernyanyi dalam Bahasa Indonesia, aku merasa pasarnya terbatas, seperti hanya untuk orang Indonesia. Maksudku, banyak musisi Indonesia yang bertalenta, seperti Raisa, GAC, aku suka mereka, aku menghargai mereka. Tapi kalau menyanyi dalam bahasa Indonesia, orang yang berbicara menggunakan berbahasa Inggris tidak akan mengerti." - Niki.

Niki, Talenta Indonesia dalam Perjalanan Menaklukkan Panggung R&B Dunia


"Enggak ada yang enggak mungkin. Karena berita di luar sana yang simpang siur itu, sama sekali enggak benar. Momo tidak pernah dikeluarkan, tidak pernah mengeluarkan diri. Tidak pernah mengeluarkan statement hengkang dari Geisha itu enggak ada." Roby, Gitaris Geisha.

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo


"Bukan ke strategi, niat kami kembali ini ingin mewarnai. Jangan sampai kayak dulu lagi, semua boyband atau girlband turn point-nya terlalu cepat, jadi gampang bosan dengan boyband. Kami inginnya punya bagian masing-masing, bukan ingin justru menjamur lagi, tapi (pembuktian) kita masih ada, genre ini masih ada." - Bisma, SMASH.

Smash Menolak Bubar


"Gue pengin semua orang tahu (seluk-beluk peristiwa 1965). Tahun 65' identik dengan situasi politik tahun itu. Gue terobsesi dengan event itu. Gue dulu kena dogma soal komunis, (termasuk) melalui film G 30 S PKI. Dalam tataran film, itu bagus (karena berhasil membuat) traumatis. Setelah lulus SMA gue banyak dapat pencerahan soal hal itu (propaganda 1965). Kesalahan angkatan 98' adalah tidak bisa mengadili Soeharto." - Arian 13, Vokalis Seringai

Seringai Belum Selesai


Seringai (Foto: Rendha Rais)


"Kami enggak akan bisa melayani kuping seluruh rakyat Indonesia. Musik yang tepat akan ditemui orang-orang yang sesuai, enggak perlu takut." Indra, The Rain

"Tidak usah mengeluh (akan perubahan iklim pada industri musik). Berdamai dengan perkembangan dan ayo bikin sesuatu yang bikin anak sekarang noleh." - Indra, Vokalis The Rain.

The Rain, Sahabat Korban Patah Hati yang Pura-pura Tangguh


"Buat saya pribadi saya kangen ngeband, saya sudah melalui fase elektronik. Ada satu hal yang menjadi sesuatu pengin main musik, yaitu main secara live. Di Indonesia banyak banget musisi bagus mereka hanya main di kamar karena tidak punya output." - Indra Lesmana.

"ILP bukan hanya sebuah band, tapi sebuah gerakan. Mudah-mudahan lewat ILP ini akan bermunculan kembali musisi-musisi lain yang bagus-bagus." - Indra Lesmana.

"Saya bukan penggemar berat death metal, saya suka musik djent seperti Meshuggah atau Animals as Leaders atau technical metal." - Indra Lesmana.

Indra Lesmana Menerjemahkan Erupsi dan Pesan Alien


"Ada banyak hal yang tak dapat saya lihat di depan sana, tetapi mata hati selalu dapat melihat segalanya dengan keyakinan dan intuisi. Saya memulai perjalanan saya seperti unta dalam Thus Spoke Zarathustra. Tetapi saya tahu, tak ada yang boleh membuat saya menyerah dan berhenti. Saya harus berhasil melewati proses metamorfosis ini hingga rampung." - Ginan, Vokalis Jeruji.

Meneladani Perjuangan Ginan Jeruji Melawan Stigma


"Pengalaman pribadi yang gue dapat begini jalannya. Benturan itu memang ada kalau kamu belajar (agama) lebih dalam. Memang agak sulit menggabungkan irama dan kegiatan spiritual. Ada benturan." - Rizky Fadli "Lowp", Eks Gitaris Rocket Rockers.

Wawancara Eksklusif Lowp soal Keputusan Hengkang dari Rocket Rockers


"Saya belum berani berpikir berhenti (bermusik). Kami masih jauh dari kata berhenti. Makanya saya tidak berani ngomong kapan God Bless berhentinya." - Ian Antono, God Bless

"Dalam perjalanannya yang panjang ini, kami mengkristal. Itu yang tidak bisa dibayar. Kami mengkristal karena perjalanan puluhan tahun bermusik. Inilah sisanya." - Donny Fatah, God Bless

"Rock itu adalah spirit. Rock bukan sekadar paku-paku di gelang, tapi getaran jiwa. Masyarakat yang meminta jangan bubar, lanjut terus. Masih banyak yang berharap sama band ini." - Donny Fatah, God Bless

"Kami sudah sekian lama, hampir setengah abad. Kalau di awal-awal mungkin masih penuh ambisi. Tapi setelah tahun ke-30 dan seterusnya, kami hanya memenuhi tanggung jawab sebagai musisi saja. Kebetulan masih diterima masyarakat. Itu saja yang kami jalani, tanggung jawab bermusik." Donny Fatah, Bassist God Bless.

God Bless Masih Jauh dari Kata Berhenti


"Kami lebih menganggap musik dan hijab dua hal yang berbeda, tanpa musik pun kami sudah berhijab, hijab itu sudah identitas kami sebagai muslimah, sedangkan metal itu bagian kami berkarya." - Firda, Vokalis & Gitaris Voice of Baceprot (VOB).

"Kami greget ingin mengubah cara pandang orang tentang metal, kami ingin menunjukkan bahwa metal itu bukan hal buruk. Itu mengapa kami menulis bahwa kami 'The Other Side of Metalism.' Kami menawarkan metal yang positif. Kami adalah metal yang moralnya terjaga." - Firda, Vokalis & Gitaris Voice of Baceprot (VOB).


Voice of Baceprot (Foto: Medcom/Shindu Alpito)


"Andre itu bukan sebagai Stinky utuh. Sekarang dia sudah punya profesi di luar musik, pelawak. Kalau Andre terlibat, dia hanya bagian dari acara dan bukan bagian dari Stinky seperti dulu. Stinky ya sekarang ini: Irwan, saya (Nanno), Edy." - Nanno, Gitaris Stinky.

Tak Ada Lagi Pintu bagi Andre Taulany untuk Pulang ke Stinky


"Kalau satu sudah ada yang merasa lebih, tersinggungan, bikin komitmen. Anda mau meneruskan tapi semuanya gini-gini aja, apa Anda mau gimana? Itu saran saya untuk PMR. Mau itu Jhonny kek atau siapa. Saya katakan, sederhanalah, sederhana dalam berpikir. Ketika kita lihat sederhana, kita akan peka. Tetaplah berbudaya." Indro Warkop.

Setelah 41 Tahun Bersama, Jhonny Iskandar Keluar dari OM PMR


"Memori (akan masa lalu bersama Sheila On 7) bangkit, kalau spirit dan semangat, karena aku pernah merasakan yang dulu, sekarang aku lebih semangat. Seperti orang sudah mati dikasih nyawa lagi. Pasti jadi ingin lebih baik." - Anton, Serian (Eks Drummer Sheila On 7)

"Pokoknya, kunci kalau saling menghargai itu sudah umum. Lebih spesifik dari itu, teman itu seharusnya saling mengangkat. Namanya band, itu kerjasama. Saling menutupi kekurangan, saling mengangkat, jadi lebih enteng. Aku tipe orang yang percaya proses, jadi proses yang baik hasilnya pasti baik." - Anton, Serian (Eks Drummer Sheila On 7)

Wawancara Eksklusif Anton Mantan Drummer Sheila on 7


"Konflik Maluku telah membuat anak-anak muda banyak kuliah di Jawa, dan memilih jurusan IT atau desain grafis.  Ini dua pilihan favorit.  Di Jawa, mereka bergaul dengan teknologi, juga dengan perkembangan rap di Jawa.  Dengan bekal pergaulan itu, mereka kemudian mulai berpikir tentang Maluku."

"Sepuluh tahun lalu, Juli 2008, muncul Molukka Hip hop Community (MHC) yang terdiri dari hampir 10 grup anak muda di Ambon, Jakarta, Jogja, Salatiga.  Merekalah yang meramaikan hip hop, dan setelah itu terjadi booming. 'Gak laki kalau enggak rap.'" - Rudi Fofid, Budayawan Maluku.

Rapper-rapper yang Juga Suka Bikin Baper


"Waktu itu dia (Almarhum Iwan Khrisnawan "The Rollies") jatuh cinta ke seseorang, tetapi ditinggal. Nah jadilah lagu itu dibikin. Kami tidak menyangka lagu itu akan bertahan sampai saat ini. Namun belakangan, ada lirik terakhir yang saya ganti karena setiap orang yang menyanyi lagu itu meninggal, rata-rata meninggal. Yang pertama, yang menulis." - Benny Likumahuwa, The Rollies.

Mitos Kematian dalam Lagu Salam Terakhir The Rollies


"Seringai itu, secara mental, selalu keuntungan itu nomor sekian. Kami enggak pernah perlakukan rilisan menjadi sesuatu benefit (uang), tetapi lebih kayak untuk 'kami bersuara, lu dengarkan'. Kalau enggak, kami enggak akan genre ini. Gue akan (bersenandung) 'la la la hei cantik', dapat duit banyak. Dengan sekarang kami ada di streaming, semakin banyak orang dengar pesan kami, ya semakin bagus." - Edy Khemod, Drummer Seringai.

Musik Unggul Teknologi Streaming Maju tapi Infrastruktur Intenet Buruk


"Dalam hidup ada dua hal prinsip yang tidak bisa dikemukakan bersamaan. Pertama, sebagai kepala keluarga yang memiliki tanggung jawab, sebagai suami, sebagai ayah. Kedua, hal yang kita sukai, hobi. Tangan gue kalau diiiris, darah gue tulisannya metal sampai mampus. Itu gue. Metal sudah mendarah. Dua sisi hobi dan pekerjaan harus dipisahkan. Ada sesuatu yang enggak bisa dibeli dan dihargai, itulah jiwa.  Mendengarkan metal membangkitkan jiwa gue." - Vicky Prasetyo

Menakar Kadar Metal dalam Diri Vicky Prasetyo


"Karena pada dasarnya saya lebih suka mengejar daripada dikejar. Kalau cowok harus memperjuangkan apa yang dia pilih, harus fight, kalau jadi cowok kalau mau nge-gas jangan separuh, gas pol sekalian." - Eross, Gitaris Sheila On 7.

"Ketika aku punya anak, aku selalu mengenang bagaimana waktu kecil dulu, berusaha membayangkan kenangan bersama orangtua. Tetapi aku tidak punya memori tentang itu. Itu mungkin kenapa aku secara seni suara diberi kelebihan, mungkin karena itu, aku orangnya nahan banget. Dipendam banget. Secara psikologis berpengaruh di aku. Ketika aku ada penyaluran dengan gitar, aku punya energi yang besar banget dan emosiku kemudian tertata lewat musik." - Eross, Gitaris Sheila On 7.

"Gitar itu menjadi jembatan bagi aku untuk menjadi orang seharusnya. Ketika aku bermain gitar, aku mewakili masa kegelapan aku dulu. Persoalan yang enggak semua orang mengalami. Aku bisa bikin lagu Melompat lebih Tinggi yang riang dan Berhenti Berharap yang dark. Karena aku punya sisi gelap itu." - Eross, Gitaris Sheila On 7.

Mengapa Lagu Ciptaan Eross Sheila on 7 Kerap Menunjukan Inferioritas dalam Percintaan


"Aku pikir di saat aku menjadikan (musik) sebagai mata pencaharian utama, di situ pasti ada tekanan untuk bisa menghasilkan lebih banyak uang di situ. Membuat aku jadi enggak idealis lagi sebagai musisi, enggak nyeni. Jadi kayak karyawan versi musik." - Jeane Phialsa.

Momen Bersama Jeane Phialsa dan Mimpi Besarnya

Jeane Phialsa (Foto: Instagram Jeane Phialsa)


"Sekarang tolok ukur bukan soal penjualan jutaan, sekarang semua genre punya wadah. Lebih balance. Itu membuat gue semakin percaya diri dengna musik gue. Gue enggak ada pikiran untuk bikin musik untuk market tertentu. Sekarang main musik tinggal main saja." - Rafi Muhammad.

"Gue jarang banget ngukur diri gue dengan orang sini, bukan karena sombong. Karena jazz bukan musik kita. Tetapi karena mendengarkan senior-senior itu, itu yang membuat musisi Indonesia berbeda. Punya warna tersendiri. beda sama musisi Jepang atau Asia lainnya." - Rafi Muhammad.

Rafi Muhammad dan Transisi Bermusik


"Toh kalau itu (sebagai Vokalis Payung Teduh) melekat sebagai personal, apa boleh buat itu hal yang enggak bisa dihindari. Itu hal natural yang merupakan berkat besar dari Allah buat saya dan teman-teman. Saya bangga sekali bermusik dengan Payung Teduh, dengan pengalaman pahit-manis. Itu akan sangat berarti dalam hidup saya dan akan saya kenang." - Is, Pusakata (Eks Vokalis Payung Teduh)

"Saya enggak mau diidentifikasikan kalau Payung Teduh (itu) Is, Is (itu) Payung Teduh, meski itu hak orang. Cuma, saya akan sangat senang sekali ketika Pusakata bisa maju sendiri. Payung Teduh bisa lebih maju lagi tanpa saya. Itu tahap kerennya di situ. Semua move on." - Is, Pusakata (Eks Vokalis Payung Teduh)

Is dan Pusakata

Is Pusakata (Foto: Medcom/Cecylia Rura)


"Saya tidak percaya dengan kesetaraan. Saya tidak percaya bahwa semua orang itu sama. Kita semua berbeda tapi kita harus adil. Artinya, kalau kita kasih kursi yang sama (tinggi) untuk satu konser, orang yang di belakang tidak akan bisa melihat panggung. Orang di belakang, kursinya harus lebih tinggi." - Ananda Sukarlan, Komposer Musik Klasik

Ananda Sukarlan: Musik adalah Dokumentasi atas Kejadian Sekarang


"Datang ke konser musik yang terjadi adalah interaksinya, atmosfernya. Itu yang sangat mahal." - Glenn Fredly

"Kalau artis konser itu kan ada pertukaran energi. Kalau misal kita sibuk sama hal lain hal itu (interaksi) enggak terjadi." Ariel, Gitaris "Nidji"

Kata Musikus soal Pelarangan Ponsel dalam Konser


"Passion-nya. Yang menyelamatkan Sheila On 7 dari kehancuran ya passion-nya. Bagaimana kami mengembalikan semangat dari awal bermusik." - Duta, Vokalis Sheila On 7

"Kami sering omong masalah ini. DI Indonesia, ketika kamu enggak punya warna musik, selesai. Kebetulan Sheila On 7 dari awal karier, orang-orang tidak susah menemukan ciri Sheila On 7. Dan itu sampai hari ini kami jaga. Begitu juga music director yang kami pilih, dia juga menjaga bibit-bibit (ciri khas musik) Sheila, tetapi ditambah pupuk-pupuknya. Bukan suatu kebetulan meracik musik seperti ini. Ada yang bilang kalau sebuah lagu dimainkan orang lain biasa, tetapi ketika kami mainkan jadi spesial." - Eross, Gitaris Sheila On 7

Sheila on 7: Band Ini Pernah Mau Bubar


"Bayangkan saja cewek-cewek semua ngumpulnya bertiga, kalau lagi dapet (haid) kan tanggalnya barengan, mepet tuh, adalah manusiawi kesel-keselan gitu. Begitu naik panggung hilang." - Yashintha, Violist NonaRia.

"Kita mau bikin sesuatu yang sederhana, tentang kehidupan sehari-hari, yang mungkin orang enggak banyak tertarik untuk melihat itu. Tapi buat kita itu menarik. Kayak Sayur Labu, apa coba Sayur Labu? Tapi bayangkan kalau Lebaran enggak ada sayur labu, hampa kan hidup?" - Yashintha, Vioilist NonaRia.

Nonaria yang Ceria
 


(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi