Menariknya, sekitar 40 persen dari total penampil Parti Libur 2026 berasal dari Jawa Timur. Komposisi tersebut memperlihatkan upaya festival dalam memberikan panggung lebih besar kepada musisi daerah sekaligus mempertemukan mereka dengan nama-nama dari Jakarta dan berbagai wilayah lainnya.
Sejumlah nama dari Jawa Timur yang tampil antara lain Silampukau, Begundal Lowokwaru, SATCF, Primitive Chimpanzee, Coldiac, Monohero, Tahu Brontak, Nganchuk Crew, Remissa, Tani Maju, dan Wake Up Iris!.
Pendiri sekaligus CEO Parti Libur, Gahtan Thoriq, mengatakan bahwaketerlibatan musisi lokal memang menjadi bagian penting dari perjalanan festival tersebut. Menurutnya, Parti Libur berawal dari gerakan kolektif yang melibatkan banyak pelaku industri musik Jawa Timur.
"Parti Libur berangkat dari gerakan kolektif dari teman-teman di Jawa Timur. Banyak tim produksi yang terlibat berasal dari Jawa Timur dan kami juga memberi ruang bagi band-band lokal untuk tampil. Kami ingin ekosistem musik di Jawa Timur makin terkoneksi dengan teman-teman dari Jakarta dan daerah lainnya," katanya.
Tidak hanya mengandalkan banyaknya jumlah penampil, Parti Libur 2026 juga menghadirkan sembilan panggung dengan karakter berbeda. Caravan HYPE Stage, Magnolia Stage, Gipsy Stage, High Volt Stage, Wonder Stage, Jumping Jack, Bohemian Disco, Barbossa Stage, dan Joker Stage menjadi tempat para musisi menyapa penonton.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian terjadi pada hari pertama ketika DeadSquad berkolaborasi dengan Limbad. Band death-metal tersebut membawakan lagu "Pasukan Mati" diiringi Limbad yang menghadirkan aksi debus.
Panggung High Volt juga dipenuhi energi dari penampilan Negatifa, Santet, Black Rawk Dog, hingga The Brandals. Tidak sekadar membawakan lagu, The Brandals turut menyampaikan pesan Free Palestine dari atas panggung.
Sementara itu, Magnolia Stage menjadi salah satu titik yang ramai didatangi penonton. The Jeblogs, Dongker, Morfem, NTRL, dan Sukatani tampil di panggung tersebu sebagai salah satu bintang tamu kejutan.

Hari pertama juga semakin semarak dengan penampilan Hasoe Angel dan Ucup Pop yang mengajak penonton berpesta setelah aksi Hindia. Ragam penampilan tersebut memperlihatkan bagaimana Parti Libur tidak membatasi pengalaman musik hanya pada satu jenis genre.
Memasuki hari kedua, sejumlah musisi kembali menghadirkan pertunjukan yang tidak kalah menarik. Lorjhu' tampil berkolaborasi dengan Bantengan, sementara Seringai membawakan sejumlah materi dari album IV: Anastasis.
Caravan HYPE Stage kemudian diguncang penampilan Barasuara dan 510. Di panggung lainnya, penonton dapat menikmati aksi The Cloves & The Tobacco, Ali, Kelompok Penerbang Roket, The Upstairs, Biru Baru, hingga Efek Rumah Kaca.
Baca Juga :
Aldi Taher Peluk Vokalis JET di The Sounds Project Jadi Sorotan, Ada yang Dukung hingga Sebut Norak
Deretan penampil lainnya seperti Drizzly, Blingsatan, FARRT!, SATCF, The Milo, Kuburan Band, Ring, dan Aldy Amis juga ikut mengisi kemeriahan hari kedua. Banyaknya nama yang tampil membuat penonton memiliki pilihan pertunjukan yang luas sepanjang festival.
Puncak acara di Caravan HYPE Stage menghadirkan FSTVLST dan Ndarboy Genk sebagai penampil penutup. Perbedaan karakter musik kedua nama tersebut sekaligus mempertegas semangat multigenre yang menjadi salah satu kekuatan Parti Libur 2026.
"Alhamdulillah Parti Libur 2026 lancar. Semoga Parti Libur bisa menjadi alternatif festival yang berada di luar Jakarta," tutup Gahtan Thoriq.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda