Kanye West (Foto: Instagram/kanyewestlover911)
Kanye West (Foto: Instagram/kanyewestlover911)

Konser Kanye West di Rusia Terancam Batal, Pihak Stadion Buka Suara

Elang Riki Yanuar • 27 Agustus 2026 09:00
Ringkasnya gini..
  • Rencana konser Kanye West di Gazprom Arena Rusia menuai polemik setelah pihak stadion menyatakan pertunjukan belum bisa digelar.
  • Konflik muncul setelah Gazprom Arena dan promotor berbeda klaim soal status kontrak konser Kanye West yang dijadwalkan Oktober.
  • Konser Kanye West di Rusia menghadapi ketidakpastian di tengah rekam jejak pembatalan pertunjukan akibat kontroversi pernyataannya.
Jakarta: Rencana konser Kanye West di Rusia kembali menuai polemik. Pihak Gazprom Arena di St. Petersburg menyatakan dua pertunjukan rapper tersebut yang sebelumnya dijadwalkan pada Oktober mendatang “tidak bisa digelar” di stadion tersebut.
 
Dua konser itu awalnya diumumkan pada awal Agustus dan langsung mendapat respons besar dari penggemar. Tiket bahkan disebut ludes dalam hitungan jam. 
 
Jika tetap berlangsung, pertunjukan pada 10 dan 11 Oktober itu akan menjadikan West sebagai salah satu musisi besar pertama yang tampil di Rusia setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Gazprom Arena Bantah Sudah Sepakati Kontrak

Setelah rencana konser diumumkan, Gazprom Arena kini menyatakan tidak memiliki perjanjian sewa yang telah ditandatangani dengan promotor. Pihak stadion juga mengakui telah menerima sejumlah keluhan terkait rencana penampilan West.
Perwakilan Gazprom Arena menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam keputusan untuk mendatangkan rapper tersebut. Menurut mereka, konser itu dipesan oleh Say Agency, agensi yang berbasis di Moskow.

Pihak stadion bahkan mengaku terkejut ketika mengetahui West dijadwalkan tampil di tempat mereka. Mereka menyebut informasi tersebut pertama kali diketahui melalui pemberitaan media, sama seperti masyarakat umum.
 
Meski demikian, Gazprom Arena menegaskan bahwa konser tersebut belum secara resmi dibatalkan. Pihak promotor pun disebut tengah berusaha menghubungi pengelola stadion untuk mencari tahu alasan munculnya pernyataan tersebut dan menyelesaikan persoalan yang ada.
 
Di sisi lain, Say Agency membantah pernyataan tersebut. Mereka mengklaim pemesanan konser West didasarkan pada surat resmi yang telah disetujui Gazprom Arena. Promotor juga menyebut pihak stadion sempat mengirimkan dokumen perjanjian sewa, meski belum ditandatangani.

Tiket Konser Kanye West Dibanderol hingga Rp34Juta

Sebelumnya, tiket konser West di stadion berkapasitas sekitar 70 ribu penonton itu dijual dengan harga 9.000 hingga 160.000 rubel atau sekitar Rp1,9 juta hingga Rp34 juta.
 
Rencana konser di Rusia tersebut merupakan bagian dari rangkaian tur comeback West yang kontroversial. Tur itu telah dimulai di SoFi Stadium, California, Amerika Serikat, sebelum berlanjut ke sejumlah negara, termasuk Belanda dan Turki.
 
Saat tampil di Istanbul, West bahkan mengklaim konsernya dihadiri 118 ribu penonton dan memecahkan rekor sebagai pertunjukan stadion dengan jumlah penonton terbanyak.  

Sejumlah Konser Kanye West Dibatalkan

Namun, perjalanan comeback West tidak berjalan mulus. Sejumlah konsernya dibatalkan karena kontroversi akibat pernyataan antisemit dan penggunaan simbol Nazi yang pernah dilakukannya.
 
Wireless Festival di London, Inggris, bahkan membatalkan gelaran 2026 setelah pemerintah Inggris melarang West memasuki negara tersebut. Konser yang direncanakan di Polandia dan Swiss juga dibatalkan, sementara pertunjukannya di Prancis ditunda dan konser di Italia dibatalkan karena alasan keamanan.
 
Di Amerika Serikat, Senator Florida Rick Scott sebelumnya juga sempat meminta Tampa Sports Authority membatalkan dua konser West pada Juni. Wali Kota San Antonio pun berupaya membatalkan pertunjukan West di Alamodome pada 4 Juli, tetapi keduanya tidak berhasil.

Kontroversi Antisemit Kanye West

Kontroversi terkait pernyataan antisemit West pertama kali mencuat secara luas pada 2022. Sejumlah unggahannya di media sosial membuat akun Instagram dan X miliknya ditangguhkan. Ia juga kehilangan dukungan dari pengacara, agensi, label rekaman, serta sejumlah merek fesyen, termasuk Balenciaga dan Adidas.
 
West sempat memberikan sejumlah wawancara dan menolak meminta maaf atas pernyataannya. Ia bahkan melontarkan pernyataan kontroversial mengenai Adolf Hitler dan komunitas Yahudi.
 
Pada 2023, West kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas Yahudi. Namun, kontroversi kembali muncul ketika ia menarik kembali permintaan maaf tersebut pada 2025 dan menyatakan dirinya sebagai seorang Nazi.
 
West kemudian mengatakan di X bahwa setelah melakukan refleksi lebih lanjut, ia menyadari dirinya bukan seorang Nazi. Namun, beberapa hari kemudian, ia kembali mengunggah konten yang menampilkan pakaian dengan simbol swastika.
 
Awal tahun ini, West kembali menyampaikan permintaan maaf atas sejumlah pernyataan kontroversialnya. Ia juga menanggapi kritik melalui pembaruan surat terbuka yang sebelumnya ditujukan kepada orang-orang yang pernah ia sakiti.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA