Berangkat dari semangat tersebut, Antara Suara bersama Nadi Creative menghadirkan Pesta Timuran Jaksel, sebuah festival yang merayakan musik, budaya, komunitas, dan identitas Indonesia Timur dalam satu perayaan besar. Festival ini dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026 di CIBIS Park.
Pesta Timuran Jaksel lahir dari pertemuan dua gerakan yang memiliki visi serupa, yakni Timuran Jaksel yang tumbuh dari komunitas tari Moluccan Soul sebagai ruang ekspresi masyarakat Indonesia Timur di Jakarta, serta Suara Tana Timur yang melihat besarnya perkembangan musik dan kultur Indonesia Timur di Indonesia.
Kolaborasi tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah wadah yang mempertemukan komunitas, musisi, kreator, hingga para penikmat musik Indonesia Timur dalam satu ruang yang inklusif.
Baca Juga :
Lagu Indonesia Timur Bawa Revolusi Baru Industri Musik, Ecko Show: Dulu Dapat Sorotan Aja Susah!
Kolektif Timur yang Lahir di Bajawa Kemang
Founder Timuran Jaksel sekaligus Pesta Timuran, Robby Neo, mengungkapkan ide festival ini bermula dari diskusi sederhana yang berlangsung di Bajawa Kemang, Jakarta Selatan.“Kita bisa dibilang ini lahir di Bajawa Kemang. Pertama kali kita kumpul dan bertemu dengan teman-teman dari Moluccan Soul. Di situ kami ngobrol tentang Timur, tentang budaya Timur, dan bagaimana memperkenalkan budaya serta tarian Indonesia Timur kepada masyarakat Jakarta,” ujar Robby dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurutnya, kesamaan visi untuk mengangkat budaya dan musik Indonesia Timur menjadi titik awal terbentuknya Timuran Jaksel.
“Dari situ kita sadar ternyata punya visi yang sama. Kami juga punya hubungan baik dengan banyak musisi, penyanyi, dan DJ asal Indonesia Timur. Awalnya hanya kumpul-kumpul, memutar lagu-lagu Timur orisinal, lalu tercipta suasana yang terasa seperti rumah sendiri. Ternyata responsnya di luar ekspektasi dan banyak orang tertarik dengan energi yang kami hadirkan,” lanjutnya.
Rayakan Musik, Budaya, dan Kuliner Indonesia Timur
Sebagai festival yang berangkat dari akar komunitas, Pesta Timuran Jaksel tak hanya menghadirkan pertunjukan musik. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas budaya, instalasi seni, area komunitas, hingga kuliner khas Indonesia Timur yang merepresentasikan keberagaman daerah-daerah di kawasan tersebut.Menariknya, acara ini juga akan menghadirkan kolaborasi lintas genre, lintas generasi, dan lintas daerah yang menggambarkan kekayaan musik Indonesia Timur masa kini, di antaranya Toton Caribo, Marion Jola, Novia Bachmid, Teddy Adhitya, Barry Likumahuwa, Nowela, Fresly Nikijuluw, Justy Aldrin, Vicky Salamor, Wizz Baker, Jacson Zeran, Wita Sofi, Miguell Kaidel, Teamuran, Jerry Likumahuwa, hingga Moluccansoul.
“Kita ingin menunjukkan bahwa musik Timur itu luas. Ada Timur Jazz-Rock, ada musik tradisional, ada pop, ada yang bernuansa pesta. Kita ingin orang tahu bahwa musik Timur tidak hanya identik dengan lagu-lagu joget saja,” kata Robby.
“Makanya kami menghadirkan musisi seperti Barry Likumahuwa, Teddy Adhitya, dan berbagai kolaborasi lain, termasuk komunitas musik Timur dari Belanda. Kami ingin menunjukkan bahwa Timur tumbuh dari semangat kolaborasi dan kebersamaan,” lanjutnya.
Hadirkan Dance Battle hingga Kuliner Khas Timur
Tak hanya musik, Pesta Timuran Jaksel juga menyiapkan berbagai program pendukung yang memperkuat nuansa komunitas dan budaya urban. Mulai dari kompetisi tari Spice Jam Dance Battle, pertunjukan Titik Kumpul, hingga penampilan komedian Arie Kriting sebagai pemandu acara.Sementara bagi pencinta kuliner, area Rica-Rica Garden akan menghadirkan beragam sajian khas Indonesia Timur, mulai dari sirih pinang hingga papeda kuah kuning.
Bagi Sobat Medcom yang tertarik hadir, Pesta Timuran Jaksel akan berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026 di CIBIS Park, Jakarta Selatan. Informasi lebih lanjut dan pembelian tiket dapat diakses melalui pestatimuran.com.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda