Efek Rumah Kaca (Foto: Spotify)
Efek Rumah Kaca (Foto: Spotify)

Efek Rumah Kaca Bawa Dua Panggung Berbeda di Soundrenaline Bandung

Elang Riki Yanuar • 02 Desember 2025 22:22
Jakarta: Kawasan Jalan Braga kembali menjadi magnet bagi para pencinta musik dan seni pada Sabtu 29 November 2025. Sejak siang hari, suasana ikonik kota Bandung itu tampak berubah menjadi ruang kreatif yang dipenuhi instalasi seni, alunan musik, serta kerumunan penonton dari berbagai daerah.
 
Gelaran Soundrenaline Sana Sini menghadirkan suasana festival yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ribuan pengunjung tidak hanya berkumpul pada satu titik, tetapi tersebar mengikuti alur festival multilokasi yang menghidupkan seluruh ruas Braga.
 
Menjelang sore, arus pengunjung terus meningkat. Para penonton terlihat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk mengejar musisi favorit mereka. Konsep Sana Sini membuat festival ini terasa dinamis karena setiap venue menawarkan atmosfer yang berbeda.

Sebanyak enam titik di sepanjang kawasan Braga diaktifkan secara bersamaan. Kimaya Braga, Savoy Homann, De Majestic, Filosofi Kopi, Le Braga Coffee and Kitchen, serta Landmark Braga menjadi pusat keramaian yang menampilkan berbagai genre musik, karya visual, dan aktivitas komunitas.
 
Di Kimaya Braga, rangkaian musik dimulai sejak sore melalui penampilan Kapsul, Sigmun, dan Lips!!. Saat malam tiba, suasana semakin padat dengan hadirnya White Chorus, Ministry Of, dan Bilal Indrajaya yang membuat area tersebut tidak pernah sepi. Bar takeover oleh 510 dan White Chorus turut menambah kemeriahan.
Filosofi Kopi menjadi titik paling intim. Ruang dalam kafe itu dipenuhi penonton yang ingin menyaksikan Paradiksi, Tigapagi, Blackdig, Rangkai, Bin Idris, Car Crash Coma, serta penutupan yang sangat ditunggu dari White Shoes and The Couples Company. Di ruang The Space, talkshow Jeurnals serta pameran arsip Ripple Magz terus berlangsung sepanjang hari.
 
De Majestic menghadirkan kombinasi musisi independen dan veteran Bandung yang membuat venue tersebut terasa nostalgis sekaligus segar. Lock Block membuka panggung yang dilanjutkan Pure Saturday dan Teriak Dari Selatan. Pada malam hari, penonton dihibur oleh Enamore, Mocca, Kniv, dan energi eksplosif Eleventwelfth.
 
Efek Rumah Kaca Bawa Dua Panggung Berbeda di Soundrenaline Bandung
 
Savoy Homann menjadi rumah bagi Efek Rumah Kaca yang tampil dua kali dengan set berbeda. Kamar Gelap Set hadir pada sore hari diikuti Rumah Kaca Set pada malamnya. Astera, Pusakata, dan Marie Joe turut mengisi panggung sejak awal acara.
 
Sementara itu, Le Braga Coffee and Kitchen menjadi pusat aktivitas kreatif. Musik dibuka oleh MerDeFeu dan HIMTEP, kemudian dilanjutkan dengan live tufting, live printing, dan barista takeover bersama White Shoes. Zona The Space dipadati pengunjung yang berburu rilisan musik kolektif dan produk kreatif lokal.
 
Landmark Braga menghadirkan warna berbeda dengan energi panggung yang lebih besar. Krowbar, Saratuspersen, Electricbird, dan Sillas tampil penuh tenaga. Malam hari ditutup dengan Lair, Endah N Resha, serta kolaborasi 510 x SvaraWestJava Orchestra yang menjadi salah satu momen paling meriah.
 
"Keren soalnya baru pertama datang ke konser yang pakai konsep begini, dan eventnya tuh di kafe-kafe tapi masih di satu kawasan, experience-nya dan crowd-nya beda banget," kata Rama Ismael yang datang dari Jatinangor.
 
Usai mengguncang Braga, rangkaian Soundrenaline 2025 akan berlanjut ke Palembang pada 6 Desember dan kemudian menutup perjalanan di Jakarta pada 18 sampai 21 Desember 2025. Penampilan Peter Bjorn and John, Isyana Sarasvati x Kasimyn, Pamungkas, Barasuara, The Panturas, Bilal Indrajaya and The Gentlemen, Grrrl Gang, The Adams, dan deretan musisi lain akan menjadi bagian dari puncak festival tahun ini.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan