Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa terdapat 206 acara yang mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata. Salah satu agenda besarnya adalah konser Andrea Bocelli.
"Sampai dengan bulan Juli, ada 105 event yang telah terselenggara dan telah memberikan dampak ekonomi yang luar biasa," kata Widyanti Putri Wardhana, di kawasan Kemayoran, Jakarta Utara, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurutnya, perputaran ekonomi dari ratusan acara yang telah berjalan tersebut diperkirakan mencapai Rp1 triliun.
"Perputaran ekonomi yang terjadi mencapai Rp1 triliun, mendatangkan 6,4 juta pengunjung, serta melibatkan 11.000 UMKM dan 184.000 pekerja seni," ucap Widyanti.
Cermin Kesuksesan Konser Coldplay
Sebagai perbandingan, Widiyanti menyinggung dampak ekonomi dari konser Coldplay yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 15 November 2023."Konser Coldplay tahun 2023 lalu, dampak ekonominya mencapai 75 juta USD atau sekitar Rp1,1 triliun," ungkap Widyanti.
Jadwal dan Target Penonton Konser Andrea Bocelli
Penyanyi legendaris Andrea Bocelli dijadwalkan menggelar pertunjukan di Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026, lalu dilanjutkan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026."Untuk konser Andrea Bocelli ini, ditargetkan ada 7.000 penonton di Candi Borobudur dan 9.000 di JIExpo," ujar Widyanti.
Kehadiran ribuan penonton dalam dua gelaran tersebut diharapkan mampu mendongkrak pergerakan ekonomi nasional secara signifikan.
"Kami mendapatkan informasi kira-kira ada target 44 juta USD atau sekitar Rp792 miliar, akan ada aktivitas ekonomi yang tercipta dari konser ini," jelas Widyanti.
"Adanya tayangan OTT (over-the-top) di Apple TV atau Netflix, hal ini akan meningkatkan visibilitas destinasi Indonesia, khususnya Borobudur, di seluruh penjuru dunia," pungkasnya.
Keterangan foto:
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda