Jakarta: Jakarta Beat Society atau JBS ke-3 siap kembali meramaikan konser musik Jakarta dengan menghadirkan pertemuan antara musisi, pelaku industri, dan delegasi festival dari berbagai negara. Acara ini akan berlangsung di M Bloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 22 dan 23 Agustus 2026.
Menariknya, Jakarta Beat Society 2026 dapat dihadiri masyarakat secara gratis. Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung tidak hanya disuguhkan pertunjukan musik, tetapi juga berkesempatan melihat langsung pertemuan berbagai pelaku industri musik dari Indonesia dan mancanegara.
JBS dikenal sebagai salah satu ajang musik internasional di Asia yang menggabungkan format showcase dan festival. Konsep tersebut membuat acara ini tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi musisi dan profesional industri untuk membangun jaringan serta peluang kerja sama.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, Jakarta Beat Society berhasil mempertemukan sejumlah band lokal dan internasional. Selain pertunjukan, para delegasi juga berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang tengah dihadapi industri musik, mulai dari tingkat lokal hingga perkembangan ekosistem musik di Asia dan dunia.
Tahun ini, rangkaian Jakarta Beat Society mencakup empat agenda utama. Kegiatan tersebut terdiri dari pertunjukan utama, pertunjukan showcase, konferensi, serta pertemuan bisnis yang mempertemukan musisi dengan berbagai pihak dari industri musik.
Format tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi para peserta. Sejumlah band yang sebelumnya mengikuti seleksi terbuka maupun musisi yang sudah memiliki nama bahkan berhasil menjalin kerja sama dengan delegasi festival musik nasional dan internasional.
Pendiri sekaligus Direktur Indonesian Music Expo atau IMEX, Franki Raden, mengatakan bahwa JBS 2026 akan memperluas cakupan partisipasi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Perluasan tersebut mencakup genre musik, wilayah geografis, hingga latar belakang profesional para peserta.
Menurut Franki, Jakarta Beat Society tahun ini ditargetkan menjadi salah satu showcase dan festival musik yang berkesan di Asia. Kehadiran delegasi dari berbagai negara juga diharapkan mempertemukan mereka dengan para pelaku industri musik dari berbagai daerah di Indonesia.
"M Bloc Space sendiri dipilih karena merupakan pusat musik yang paling populer belakangan ini di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasi ini merupakan jantungnya musik live dan kehidupan malam yang ramai dikelilingi oleh kafe, galeri seni, hotel, dan restoran," ucap Franki di Jakarta.
Pemilihan M Bloc Space juga dianggap sesuai dengan karakter Jakarta Beat Society yang menempatkan musik live dan jejaring industri sebagai bagian penting acara. Lokasinya yang berada di kawasan strategis Jakarta Selatan turut memberikan akses bagi delegasi dan penonton untuk menikmati berbagai aktivitas seni dan hiburan di sekitar lokasi.
Sebagai kota global sekaligus salah satu destinasi wisata utama Indonesia, Jakarta memiliki ekosistem seni dan budaya yang beragam. Kehadiran JBS diharapkan dapat ikut memperkenalkan potensi tersebut kepada delegasi internasional yang datang selama penyelenggaraan festival dan showcase.
Dukungan terhadap Jakarta Beat Society juga datang dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Puji Hastuti, menilai perkembangan ekosistem musik Jakarta dalam beberapa tahun terakhir semakin signifikan.
"Bahkan banyak di antaranya telah tampil sebagai penampil utama di berbagai festival internasional," ucap Puji.
Sejumlah musisi dari berbagai latar belakang akan tampil dalam Jakarta Beat Society ke-3. Jajaran penampil utama tahun ini mencakup IWA K, Bottlesmoker, Batavia Collective, Indonesian National Orchestra, Satya Cipta, Jordy Waelauruw, Jegog SuarAgung dari Bali, Cecil Yang, Major 9, dan Noizekilla.
Kehadiran para musisi tersebut memperlihatkan upaya JBS menghadirkan pertunjukan dengan karakter musik yang beragam. Genre dan pendekatan musik yang berbeda akan menjadi bagian dari pengalaman penonton selama dua hari acara berlangsung.
Selain menampilkan musisi, JBS 2026 juga menghadirkan sejumlah delegasi festival musik internasional. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Skotlandia, Korea Selatan, Prancis, Swedia, Taiwan, Jepang, Portugal, Australia, Denmark, Italia, China, India, serta sejumlah wilayah lainnya.
Beberapa delegasi yang dijadwalkan hadir antara lain GlobalFest dari Amerika Serikat, Edinburgh Festival dari Skotlandia, Jarasum Jazz Festival dari Korea Selatan, Zaman Prodiction dari Prancis, World Music Oasis dari Swedia, NPCC dari Taiwan, Music Lane Festival dari Jepang, Music NT dari Australia, Resonator Festival dari Denmark, serta Italian World Beat dari Italia.
Delegasi lainnya mencakup Indonesian Music Expo dari Bali, Sound Fresh dari Jakarta, West Wave Production dari Portugal, Sound Puzzle dari Korea Selatan, Tokyo Inter Idoru, Okinawa Music Lane Festival, Inter Idoru dari Jepang, M Bloc Space dari Jakarta, Haze Sounds dari China, dan Seher dari India.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan