Wawancara Eksklusif Anton Mantan Drummer Sheila On 7
Anton Widiastanto (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)
Empat belas tahun sudah Anton Widiastanto tidak lagi menyandang status drummer Sheila On 7, grup yang turut dia lahirkan bersama Eross. Anton dipecat dari Sheila On 7 pada 2004, setelah merilis empat album studio.
 
Selama empat belas tahun pula Anton hidup dalam bayang-bayang Sheila On 7.  Meski kini dia memiliki band baru bernama Serian, tetap saja label “Sheila On 7” melekat abadi pada dirinya.
 
Awal Mei 2018, saya menemui Anton di sela-sela sesi latihan bersama Serian, di sebuah studio di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Anton adalah sosok yang sederhana, dia sangat menyadari bahwa kejayaan Sheila On 7 adalah bagian dari masa lalunya yang telah dia ikhlaskan. Dalam perbincangan kami, Anton tidak sungkan menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya selama ini, termasuk trauma pasca dipecat dari Sheila yang sempat membuatnya tidak keluar rumah selama enam bulan.

Anton mengibaratkan dirinya adalah sosok mati yang diberi nyawa kembali. Untuk itu dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
 
Minggu, 6 Mei 2018, Sheila On 7 berulang tahun ke-22. Usia yang Sheila On 7 lewati memang lebih lama tanpa Anton, tetapi Sheila sepatutnya tidak meninggalkan sosok Anton yang turut berperan besar dalam karier mereka. Apa yang ditinggalkan Anton bersama Sheila adalah warisan besar bagi musik Indonesia. Isian drum Anton yang berkarakter pada empat album pertama Sheila terus kita kenang sampai hari ini. 

Anton memang bukan drummer yang menunjukkan kita teknik rumit dan kecepatan tinggi, tapi dia menyadarkan kita bahwa inti dari sebuah band adalah bagaimana setiap personelnya mampu berkontribusi dan menahan ego untuk membuat lagu enak didengar. Kini, Anton kembali. Bukan untuk membuktikan band-nya kini lebih baik dari yang dulu, melainkan sebuah pembuktian pada diri sendiri bahwa dia adalah Pejantan Tangguh sejati yang telah bangkit dari apa yang membuatnya terpuruk di masa lalu dan menang atas trauma yang sempat menyiksa masa-masa kelamnya.




Apa alasan Anton kembali ke industri musik?

Pertama karena cocok dengan materi lagunya (Serian). Singel Tuhan Tolong Tumbuhkan Nyaliku ini cocok, betul-betul kena lagunya. Kalau dari musikalitasnya ada kesederhanaan, unsur kerendahan hati. Sebelumnya ada juga musisi yang lebih senior ngajak, tetapi aku bilang untuk bantu-bantu saja, bukan member.
 
Bagaimana proses bergabung dengan Serian?
 
Kebetulan temanku, Mas Alex, dia mantan sound engineer Sheila, dia sounding aku ke Serian. Mereka waktu itu butuh drummer, terus mereka kasih materi lagu ke aku dan ternyata cocok. aku enjoy saja.
 
Sudah berapa tahun tidak nge-band?

Dari 2007-2009 sempat bikin band untuk senang-senang, terus sempat bantu beberapa musisi, di antaranya Charly dari Setia Band, hanya featuring satu lagu. Terus di rumah saja, sempat bisnis. Sekarang buka warung kopi (Anton memiliki kafe bernama My 31 di Bantul, DIY), bisnis apa saja yang bisa dikerjakan, termasuk interior.

Apa yang dilakukan Anton setelah keluar dari Sheila on 7?

Sempat bikin studio musik, sempat memproduseri band juga. Sempat bikin band. Macam-macam, aku hobinya banyak, ada aeromodelling, bikin drone, sepeda fixie, motor.

Apakah tetap mengikuti perkembangan musik Indonesia setelah tidak bersama Sheila On 7?

Sempat kehilangan jejak, sejak 2010 ke atas kehilangan jejak, enggak mengikuti lagi. aku juga enggak tahu industrinya seperti apa.
 
Saat ini Anton kembali masuk industri musik, apa perbedaan industri musik dulu dan sekarang?

Kalau dulu apresiasi masyarakat bagus, dulu juga akses lebih mudah. Artis dulu mikir karya saja, sekarang artis harus mikir promosi dan budget. Sekarang semua band terasa independen.
 
Sekarang mendengarkan musik apa?
 
Masih yang lama, Toto, U2, Level 42. Sekarang karena main Serian, mendapat referensi dari personel lain, musik indie dari Jepang, Amerika.
 
Bersama dengan Serian, Anton menjalani tur promo radio dengan menempuh jalur darat selama lebih dari tiga minggu berkeliling Pulau Jawa. Apakah momen ini mengingatkan zaman awal bersama Sheila dulu?
 
Iya, kalau dulu ibaratnya di bis saja lama. Jarak antar kota jalanan masih jelek. Tua di jalan.

Memori (akan masa lalu bersama Sheila On 7) bangkit, kalau spirit dan semangat, karena aku pernah merasakan yang dulu, sekarang aku lebih semangat. Seperti orang sudah mati dikasih nyawa lagi. Pasti jadi ingin lebih baik.


Anton Widiastanto (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)


Apakah Anton masih mendengarkan lagu-lagu Sheila On 7?
 
Terus terang enggak. Cuma dapat beberapa info. Banyak fans Sheila yang cerita soal perkembangan Sheila. Tetapi aku enggak pernah mendengarkan Sheila lagi.

Termasuk sudah tidak mendengarkan album-album Sheila dengan formasi Anton sebagai drummer?

Terkadang, itu juga misal ada yang tag aku di Instagram, penggemar yang sedang memutar lagu Sheila tag aku di Instagram, jadi akhirnya aku mendengarkan lewat situ. Tetapi tidak yang mendengarkan secara khusus.
 
Masih berkomunikasi dengan para personel Sheila On 7?
 
Belakangan cuma sama Eross dan sakti, aku waktu itu tanya (Eross) soal gitar.
 
Dengan Sakti beberapa kali bertemu, beberapa tahun yang lalu kalau tidak salah dia tanya soal motor Ducati. tahun 2012 apa 2013 gitu. Dulu aku juga sempat mengucapkan selamat Lebaran melalui Instagram.

Meski sudah empat belas tahun tidak bersama Sheila, semua orang terus saja mengaitkan apa yang dilakukan Anton dengan Sheila On 7, apakah itu menjadi beban tersendiri?

Enggak. Biar bagaimanapun aku ikut membangun band itu. Jadi kalau band itu sukses, ya aku ikut senang karena dulu ikut membangun dari awal.

Apa yang orang tidak ketahui tentang Anton dan Sheila On 7?
 
Band itu dibuat aku sama Eross. Dulu aku sekolah di SMA Bopkri 1 dan Eross di SMA Muhammadiyah 1, jadi ada teman saya yang juga temannya Eross, namanya Oscar. Mutual friend kami. Terus kami nongkrong bareng. Dulu Eross punya band namanya Dizzy, sama Icha Jikustik. Sedangkan aku sempat nge-band sama teman-teman kuliah kakakku

Oscar ini temannya Sakti juga, terus kami ke mana-mana bertiga, Aku, Eross dan Sakti. Kami sempat punya vokalis cewek namanya Diah, ada pemain keyboard juga. Dulu nama band kami Sheila Gank. Karena nama Sheila itu dari nama cewek yang disukai Eross dulu. Terus Sakti bawa Adam, teman SMP-nya ketika di Semarang kalau tidak salah.

Kemudian Adam bawa teman namanya Duta. Dulu latihan pertama Duta belum menyanyi, karena Sakti dulu sebagai vokalis sekaligus gitaris. Terus waktu latihan lagi, Duta diajak nyanyi. Bahasa Inggris dia bagus.
 
Waktu itu awalnya kita main-main saja, ikut festival menang dan mengumpulkan uang untuk membuat demo lagu Kita. Kebetulan di Jogja ada radio Geronimo yang sangat mendukung band-band indie jogja. Lagu Sheila dipromosikan Geronimo sampai ke Jakarta juga.

Apa momen atau nilai-nilai yang didapat dari Sheila On 7 yang masih terus terkenang sampai sekarang?

Pokoknya, kunci kalau saling menghargai itu sudah umum. Lebih spesifik dari itu, teman itu seharusnya saling mengangkat. Namanya band, itu kerjasama. Saling menutupi kekurangan, saling mengangkat, jadi lebih enteng. Aku tipe orang yang percaya proses, jadi proses yang baik hasilnya pasti baik.


Sheila On 7 formasi awal, (dari kiri ke kanan) Adam, Eross, Duta, Sakti, Anton. (Foto: Media Indonesia/M Irfan)


Bagaimana jika Sheila On 7 mengajak Anton reuni dalam sebuah konser?
 
Mereka sempat bilang Anton enggak akan sepanggung lagi dengan kita. Aku enggak mau main kode-kodean. Aku dulu dikeluarkan secara resmi.

Itu bisa diatur, tergantung mereka saja. Aku santai saja karena aku enggak pernah punya masalah dengan mereka.

Berbekal pengalaman bersama Sheila On 7 dulu, apa nilai yang Anton bawa dan terapkan saat ini bersama Serian?

Masing-masing mengangkat teman. kalau masalah musikalitas dan skill itu bisa dibentuk. Tidak harus dipaksakan.

Saat dikeluarkan dari Sheila On 7 pada 2004, mengapa Anton tidak segera membentuk grup baru?

Dulu ada yang mengajak bikin band baru. Kurang enak saya sebut nama orang yang mengajak. Terus ada lagi yang mengajak, band inisial BJ.

Lantas mengapa tidak menerima tawaran itu?

Dulu aku sempat berpikir enggak akan di musik lagi. Aku sempat trauma. Malas berkenalan dengan orang baru, membangun band dari awal. Enggak tahu akhirnya berubah haluannya setelah bertemu Serian.
 
Trauma seperti apa yang Anton alami dulu?

Setelah dari Sheila, aku trauma. aku enggak keluar rumah selama enam bulan. sampai drum aku tumpuk di gudang, setiap melihat drum itu aku mau muntah.
 
Apakah sempat ke psikiater untuk mengatasi masalah trauma itu?

Enggak sampai ke psikiater, dulu aku pacaran sama seseorang jadi perhatianku teralihkan. Di sisi lain ada dorongan keluarga, ibu saya, ada pendeta juga yang memberi masukan dan kekuatan. Pendeta saya dari Aceh, dulu saya sempat tinggal di Aceh.

Apakah Anton melakukan persiapan khusus sebelum akhirnya kembali terjun ke dunia musik?
 
Jelas aku latihan lagi. Waktu recording aku pakai dua shift khusus untuk melemaskan tangan. Juga mendengarkan lagi lagu-lagu favorit zaman dulu untuk mengangkat semangat lagi.

Teknisi rekaman ternama Stephan Santoso sempat bercerita bagaimana Anton melakukan eksperimen suara drum untuk album-album awal Sheila On 7. Eksperimen itu yang pada akhirnya membuat kita mengenali ciri dan karakter Anton dalam bermain drum di lagu-lagu Sheila On 7. Bagaimana kisahnya?

Mulai album kedua sampai Pejantan Tangguh aku selalu eksperimen, dari menggunakan galon Aqua sampai kaleng. Aku orangnya gila belajar, sampai sekarang. Sampai sekarang mungkin aku belum nikah karena sibuk ngulik, sekarang aku suka bikin dari drone rakitan sampai alat pendeteksi hantu.

Mas Stephan selalu memberi kebebasan untuk belajar dan dia mau membantu. Kalau dibilang dia lebih jago, tetapi dia kasih kebebasan aku untuk kasih posisi mikrofon (untuk merekam suara drum) di mana, aku lebih merasa diajari sama dia.

Apakah ada kisah menarik yang orang tidak banyak tahu soal album-album awal Sheila On 7 bersama Anton?
 
Aku ingat waktu rekaman album pertama, pada saat rekaman track drum untuk lagu Perhatikan Rani, dulu rekaman drum di Studio 21 di Pluit. Di dalam studio ada conga dan piano, instrumen yang tidak kami pakai disingkirkan dan ditutup kain agar suara tidak bocor. Saat selesai rekaman, didengarkan pada bagian interlude ternyata ada suara kendang conga. Padahal kendang itu tidak dimainkan karena conga-nya ditutup kain. Ketahuan pas mixing.

Ada juga suara perempuan sedang ngobrol di salah satu lagu di album pertama juga. Padahal saat rekaman tidak ada.





Lalu bagaimana soal kisah lagu Sephia yang memiliki berbagai rumor mistik soal kisah di balik lagu itu?

Eross dulu suka sama cewek mobilnya Timor Sephia.
 
Menurut Anton, apakah faktor star syndrome turut memengaruhi perpecahan di Sheila On 7 dulu?

Mungkin. Kalau menurut aku iya. Kami dulu usianya di bawah 25 tahun dan memegang uang banyak. Sedikit banyak ada (star syndrome). Kami dulunya orang-orang enggak punya duit, untuk makan pas-pasan, tiba-tiba terima uang segitu.

Aku masih bersyukur dulu di sana tidak ada yang pakai narkoba. Tantangannya gila, tetapi kami bisa tetap tidak pakai narkoba. Tuhan masih sayang kami, menjaga kami dari narkoba.

Apakah Anton masih dapat royalti dari karya-karya saat bersama Sheila On 7?
 
Perjanjiannya adalah dapat royalti seumur hidup sepanjang penjualan masih jalan.

Dari empat album studio yang lahir ketika Anton bersama Sheila On 7, terdapat dua lagu yang ditulis oleh Anton, yaitu Mari Bercinta (album 07 Des) dan Coba Kau Mendekat Tuangkan Hasratmu (album Pejantan Tangguh), bagaimana proses kreatif kedua lagu itu?
 
Lagu Mari Bercinta itu ditulis di Brunei, kami lagi main di sana diundang di kerajaan. Aku dulu sekamar sama Eross. Dulu dia habis beli gitar Taylor akustik, terus aku pinjam gitarnya. Dulu sedang ramai berita perang Irak, Desert Storm 2. Sewaktu aku lagi melamun di toilet berpikir seandainya semua manusia saling mencintai, tidak ada perang. setelah pulang sampai rumah aku selesaikan lagu itu (Mari Bercinta).

Dari lirik, lagu itu (Mari Bercinta) juga soal relationship, juga makna soal keserakahan, memperebutkan wilayah dalam perang. Dulu sempat bingung bikin judulnya, tapi pak Jan setuju

Kalau lagu Cobalah Kau Mendekat Tuangkan Hasratmu tentang cowok bertemu dengan cewek, tetapi mau kenalan enggak berani, si cewek juga seperti ingin berkenalan, tapi kisah pertemuan antara cowok dan cewek itu gantung enggak ada akhirnya
 
Setelah merasakan masa kejayaan sebagai anak band, meraih banyak uang, popularitas, termasuk situasi tidak terduga dikeluarkan dari band, apa yang ingin Anton raih kini bersama band baru?

Aku tidak ingin macam-macam, aku pernah merasakan hal paling enak dalam hidup, aku juga pernah enggak punya uang sampai tidak makan seharian. Sekarang aku cuma ingin balance.

Tidak bercita-cita kembali merasakan manisnya penjualan album sebanyak jutaan kopi seperti yang dirasakan dulu?

Enggak, biar mengalir seperti adanya.





 



(ASA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id