Film Hajatan Setan (Foto: instagram)
Film Hajatan Setan (Foto: instagram)

Ari Irham Tersiksa Jalani Adegan Kesurupan di Film Hajatan Setan

Elang Riki Yanuar • 28 Oktober 2026 14:01
Ringkasnya gini..
  • Ari Irham mengaku menjalani adegan kesurupan yang menguras fisik dan mental dalam film horor Hajatan Setan.
  • Ari Irham harus menjalani makeup prostetik hingga tiga jam dan memakai lensa kontak merah demi memerankan Gaung yang kerasukan.
  • Film Hajatan Setan mengangkat kisah ritual misterius yang menuntut tumbal manusia dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 3 Desember 2026.
Jakarta: Aktor Ari Irham harus menghadapi tantangan akting yang berbeda dari peran-peran sebelumnya melalui film horor terbaru Hajatan Setan. Dalam film garapan Bambang Drias dan Eko Kristianto tersebut, Ari menjalani sejumlah adegan kesurupan yang menguras tenaga sekaligus menguji ketahanan mentalnya.

Pengalaman ini menjadi salah satu tantangan terberat bagi aktor berusia 23 tahun tersebut. Tidak hanya dituntut menampilkan ekspresi menyeramkan, Ari juga harus mengolah gerakan tubuh untuk menggambarkan karakter yang berada di bawah pengaruh kekuatan gaib.

"Ini kayaknya pertama kali adegan kesurupan di film. Dan adegannya lumayan banyak, enggak cuma satu. Berat banget, ini salah satu film horor terberat yang pernah aku peranin," ujar Ari Irham di Jakarta.

Dalam Hajatan Setan, Ari memerankan Gaung, putra kepala desa bernama Santoso yang dimainkan Indra Birowo. Gaung dikisahkan mengalami penyakit misterius sejak remaja. Kondisi tersebut membuat tubuhnya lemah dan rentan mengalami kerasukan, sehingga karakter ini membutuhkan pendekatan akting yang tidak sederhana.

Untuk menghidupkan sosok Gaung, Ari tidak hanya mengandalkan ekspresi wajah dan teriakan. Dia juga harus menerjemahkan arahan sutradara ke dalam gerakan tubuh yang menggambarkan keberadaan entitas gaib. Beberapa gerakannya bahkan menyerupai binatang buas, dengan otot-otot yang harus terus ditegangkan selama adegan berlangsung.

Tuntutan fisik tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi Ari. Ia mengaku kerap merasakan nyeri pada sejumlah bagian tubuh setelah menjalani proses syuting. Rasa lelah itu tidak hanya muncul ketika bekerja di lokasi, tetapi juga masih terasa saat dirinya bangun tidur keesokan harinya.

"Enggak cuma fisik, mental juga dikuras. Setiap bangun tidur pasti yang dirasain sakitnya di leher, badan, tangan, kayak habis beres nge-gym. Jadi benar-benar capek banget fisiknya, capek mentalnya juga," jelasnya.

Tantangan Ari bertambah ketika harus menjalani adegan menggunakan tali pengaman atau sling. Dalam kondisi tersebut, ia dituntut menjaga keseimbangan tubuh sekaligus mempertahankan ekspresi yang sesuai dengan karakter. Kombinasi gerakan fisik dan tuntutan emosional membuat setiap adegan membutuhkan konsentrasi tinggi.

Proses tata rias juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan Ari. Untuk menciptakan penampilan yang menyeramkan, ia harus menjalani pemasangan prostetik selama dua hingga tiga jam. Riasan tersebut dilengkapi detail urat dan perubahan warna tubuh agar penampilannya sesuai dengan kebutuhan cerita.

Penggunaan lensa kontak khusus berwarna merah pekat turut menambah kesulitan. Lensa yang menutupi bagian mata tersebut membuat pandangannya terbatas dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Dalam beberapa kesempatan, Ari bahkan harus mengganti lensa kontak hingga dua atau tiga kali selama proses produksi.

"Lumayan repot karena ada beberapa adegan yang harus lepas makeup, balik ke muka bersih, terus dipakaikan makeup kerasukan lagi. Apalagi softlens-nya full nutupin mata dan bikin sakit, sampai ganti dua atau tiga kali," imbuh Ari.
 
Di balik proses yang melelahkan, ada pengalaman lucu yang dialami Ari saat menjalani tes tata rias. Penampilannya yang sudah dilengkapi efek khusus justru memancing komentar dari sutradara Eko Kristianto. Wajah Ari yang dikenal memiliki kesan ramah dinilai tidak sepenuhnya cocok dengan gambaran sosok menyeramkan.

"Waktu tes makeup, Mas Eko sempat bilang, 'Ini hantunya kok cakep ya?' Mas Eko bingung, gua juga bingung. Tapi ya sudah, adegan kesurupannya tetap dibuat all out dan seram," selorohnya sambil tertawa.

Hajatan Setan sendiri mengangkat kisah horor yang berakar pada tradisi dan kepercayaan masyarakat pedesaan di Jawa. Ceritanya berpusat pada sebuah desa yang menyimpan rahasia turun-temurun, termasuk ritual misterius yang dipercaya berkaitan dengan kemakmuran dan menuntut tumbal manusia. Kepulangan seorang perempuan muda bernama Dara ke kampung halamannya menjadi awal terbukanya berbagai kejadian ganjil yang mengancam warga desa. 

Film produksi MBK Productions dan Drias Film Production ini memadukan horor supranatural dengan drama sosial. 

Selain Ari Irham dan Indra Birowo, Hajatan Setan turut dibintangi Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Tanta Ginting, Asri Welas, Bima Zeno, Karina Suwandi, dan Sita Permata Sari. 

Film ini disutradarai Bambang Drias bersama Eko Kristianto, dengan skenario yang ditulis Andhy Pulung, B.W. Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi. 

Film Hajatan Setan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 Desember 2026. 









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA