Cannibal Holocaust (Foto: IMDb)
Cannibal Holocaust (Foto: IMDb)

Film-Film Ini Dilarang Tayang di Dunia, Berani Nonton?

Elang Riki Yanuar • 27 April 2026 09:00
Ringkasnya gini..
  • Sejumlah film dunia dilarang tayang karena dinilai mengandung kekerasan ekstrem, seksualitas, hingga penistaan agama.
  • A Clockwork Orange hingga A Serbian Film jadi contoh film kontroversial yang diblokir di banyak negara karena kontennya.
  • Film seperti The Da Vinci Code dan Noah menuai larangan tayang karena dianggap menyinggung ajaran serta simbol keagamaan.
Jakarta: Tidak semua film bisa diterima begitu saja oleh publik di berbagai negara. Selain perbedaan budaya dan norma sosial, faktor seperti kekerasan ekstrem, muatan seksual, hingga isu agama kerap menjadi alasan utama sebuah film menuai kontroversi. 
 
Dalam beberapa kasus, polemik yang muncul bahkan berujung pada pelarangan penayangan demi menghindari dampak yang dianggap meresahkan masyarakat. Berikut ini deretan film yang dilarang tayang di berbagai belahan dunia.

10 Film yang Dilarang Tayang di Sejumlah Negara

1. A Clockwork Orange (1971)


A Clockwork Orange adalah film kejahatan yang menampilkan adegan-adegan mengganggu. Film ini menunjukkan berbagai masalah sosial di Inggris, mulai dari kerusakan mental, kenakalan remaja, hingga geng remaja.
 
Tokoh utamanya, Alex (Malcolm McDowell), ini memiliki ketertarikan pada musik klasik, pencurian, pemerkosaan, dan kekerasan. A Clockwork Orange menceritakan pikiran kriminalnya yang mengerikan, penangkapannya, dan upayanya untuk melarikan diri dari perawatan psikiatris.

Unsur-unsur kekerasan hingga pemerkosaan di film ini membuat negara-negara seperti Kanada, Inggris, Brasil, Irlandia, Afrika Selatan, Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan melarang film ini tayang. Bahkan, Stanley Kubrick selaku sutradara sempat mendapatkan ancaman pembunuhan.

2. Last Tango in Paris (1972)


Last Tango in Paris menceritakan hubungan seksual yang terjadi antara seorang pria Amerika dan wanita asal Paris. Namun, negara-negara seperti Portugal, Chili, Korea Selatan, dan Singapura menganggap film ini terlalu erotis. Selain itu, muncul pula dugaan pelecehan seksual di lokasi syuting yang dialami oleh pemeran utamanya, Maria Schneider.
 
Dugaan pelecehan semakin menguat ketika sang sutradara, Bernardo Bertolucci, mengakui bahwa ia meminta Marlon Brando untuk melakukan adegan hubungan seksual tanpa memberitahu Maria Schneider terlebih dahulu.
 
Insiden tersebut membuat Maria Schneider mengalami depresi setelahnya. Film ini pun mendapat kecaman dari publik, termasuk beberapa artis Hollywood yang mengungkapkan kekecewaannya pada Bertolucci dan Brando.

3. The Texas Chainsaw Massacre (1974)


The Texas Chainsaw Massacre mengikuti perjalanan sekelompok remaja yang kehabisan bensin saat menuju ke konser. Ketika mereka mencoba mencari bantuan, mereka malah bertemu dengan seorang maniak dengan gergaji mesin dan topeng kulit manusia yang dikenal sebagai Leatherface. Tak hanya itu, mereka harus menghadapi keluarga kanibalnya.
 
Film ini sempat dilarang penayangannya di banyak negara, termasuk Inggris dan Australia setelah menuai banyak kontroversi terkait konten kekerasannya yang berlebihan dan menjijikan.

4. Salo or The 120 Days of Sodom (1975)


Salo or The 120 Days of Sodom adalah sebuah film tahun 1975 yang disutradarai dan ditulis bersama oleh Pier Paolo Pasolini. Film ini menuai banyak reaksi dan kritik keras sejak penayangan perdananya.
 
Film yang mengambil latar Perang Dunia Kedua ini berfokus pada empat anggota senior pemerintahan. Dibantu oleh antek dan tentara Nazi, mereka menculik dan menahan sekelompok laki-laki dan perempuan muda. Selama 120 hari, mereka mengalami berbagai macam penyiksaan.
 
Versi yang tidak dipotong memuat banyak adegan kekerasan seksual, memakan kotoran, hingga perlakuan sadis lainnya yang direkam dalam durasi enam menit. Film ini dilarang tayang di Kanada, Australia, Selandia Baru, Italia, dan Finlandia.

5. Cannibal Holocaust (1980)


Cannibal Holocaust adalah film dokumenter horor kanibal Italia yang disutradarai oleh Ruggero Deodato dan ditulis oleh Gianfranco Clerici. Mengusung format found footage, film ini berkisah tentang seorang profesor dalam misi pencarian di Hutan Amazon untuk mengambil rekaman kamera dari kru dokumenter yang hilang.
 
Rekaman yang ditemukan sang profesor ternyata adalah video seorang kru film kecil Amerika yang bertekad untuk membuat dokumenter tentang suku kanibal asli di Amazon. 
 
Film ini menampilkan kekejaman sekelompok suku kanibal, dan memperlihatkan secara gamblang penyiksaan terhadap korban, baik manusia maupun hewan sehingga dilarang di Inggris, Singapura, Australia, Norwegia, Irlandia, Jerman, Selandia Baru, dan Malaysia. 
 
Sepuluh hari setelah pemutaran perdana di Milan, film tersebut disita oleh pengadilan Italia dan sang sutradara ditangkap serta didakwa atas kecabulan. Ia juga didakwa membunuh beberapa aktor di depan kamera dan menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
 
Sebelumnya, Ruggero Deodato menyuruh para pemeran menandatangani kontrak yang mengharuskan mereka menghilang selama setahun setelah pengambilan gambar untuk mempertahankan ilusi bahwa mereka telah mati. Namun, hukuman tersebut dibatalkan setelah para pemain memberikan kesaksian di pengadilan.

6. Hail Mary (1985)


Hail Mary adalah sebuah film drama erotis Prancis tahun 1985 yang ditulis dan disutradarai oleh Jean-Luc Godard. Film yang dilarang tayang di Argentina, Brazil, Amerika Serikat, serta Vatikan ini menceritakan kembali kisah Bunda Maria secara modern.
 
Berkisah tentang Marie yang berpegang teguh untuk terus menjaga kesucian dirinya selama menjalin hubungan dengan Joseph. Ia pun rela membiarkan Joseph untuk berhubungan seksual dengan perempuan lain. Namun, Joseph mendapatkan kabar bahwa Maria tengah mengandung dalam keadaan yang masih perawan.
 
Film ini dianggap kontroversial karena tema religius ini harus disandingkan dengan adegan ketelanjangan frontal sehingga menyinggung beberapa umat Kristiani. Bahkan, film ini dikritik oleh Paus Yohanes Paulus II.

7. The Last Temptation of Christ (1988)


The Last Temptation of Christ adalah sebuah film drama religi yang disutradarai oleh Martin Scorsese. Film ini menggambarkan kehidupan Yesus Kristus dan pergumulannya dengan ketakutan, keraguan, depresi, keengganan, dan nafsu. 
 
Godaan bagi Kristus untuk membayangkan dirinya terlibat dalam aktivitas seksual dalam film tersebut menimbulkan kemarahan beberapa umat Kristiani. Hal itu yang menyebabkan film ini dilarang penayangannya di Argentina, Chili, Meksiko, Filipina, Singapura, Turki, dan Amerika Serikat karena dinilai sebagai penistaan agama.

8. The Da Vinci Code (2006)


The Da Vinci Code adalah sebuah film thriller misteri Amerika yang disutradarai oleh Ron Howard, ditulis oleh Akiva Goldsman berdasarkan novel tahun 2003 karya Dan Brown dengan judul yang sama. Baik novel, maupun filmnya dianggap kontroversial.
 
Film ini menceritakan dua intelektual, Robert Langdon (Tom Hanks) dan Sophie Neveu (Audrey Tautou), yang menjadi tersangka utama dalam pembunuhan. Mereka tersandung ke dalam misteri yang melibatkan Gereja Katolik dan penyamaran selama dua ribu tahun tentang Yesus Kristus.
 
Film ini dinilai sebagai bentuk penistaan agama sehingga dilarang di banyak negara, seperti Mesir, Yordania, Lebanon, Solomon, Sri Lanka, dan Kota Vatikan.

9. A Serbian Film (2010)


A Serbian Film adalah sebuah film horor eksploitasi Serbia tahun 2010 yang diproduksi dan disutradarai oleh Srđan Spasojević sebagai debut filmnya. Film ini telah dilarang tayang di 46 negara sekaligus.
 
Alasannya, film ini mengangkat tema tentang industri film pornografi yang bahkan melibatkan anak-anak alias pedofilia. 

10. Noah (2014)


Noah yang disutradarai oleh Darren Aronofsky ini mendapat penentangan dari negara-negara Islam di dunia, seperti Malaysia, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar. 
 
Film yang menceritakan tentang Nabi Nuh ini dianggap bertentangan dengan ajaran agama, baik Islam maupun Kristen. Ditambah, Islam dengan jelas melarang penggambaran sosok Tuhan dan para nabi.
 
Tak hanya itu, karakter Nabi Nuh yang ada dalam film ini memiliki karakter pemarah, pemabuk, bahkan hendak membunuh cucunya sendiri ketika menantunya hamil. 
 
Meskipun sang sutradara telah memberikan pernyataan resmi bahwa filmnya hanya sekadar terinspirasi dan bukan mengambil kisah dalam kitab suci, banyak masyarakat yang mengkritik keras film Noah.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA