Logo A24
Logo A24

Google Investasi Rp1,3 Triliun ke A24 untuk Kembangkan Teknologi AI

Agustinus Shindu Alpito • 24 Juni 2026 19:20
Ringkasnya gini..
  • A24 dan Google DeepMind bekerja sama mengembangkan teknologi AI untuk sineas dengan investasi mencapai Rp1,3 triliun.
  • Studio A24 menegaskan AI akan digunakan sebagai alat bantu kreatif, bukan untuk menggantikan peran pembuat film.
  • Kolaborasi A24 dan Google DeepMind menambah daftar kemitraan AI di Hollywood di tengah perdebatan soal hak cipta.
Jakarta: Studio A24 dan Google resmi menjalin kemitraan riset berbasis kecerdasan buatan (AI). Kerja sama ini memungkinkan studio film independen tersebut berkolaborasi dengan unit DeepMind milik Google untuk mengembangkan teknologi AI baru bagi para sineas.

Tanamkan Investasi Hingga Rp1,3 Triliun

Menurut laporan The Wall Street Journal, Google telah menanamkan investasi sebesar US$75 juta atau sekitar Rp1,3 triliun sebagai bagian dari kemitraan tersebut. 
 
Melalui kerja sama ini, A24 akan mendapatkan akses ke riset dan infrastruktur milik DeepMind. Sementara itu, para peneliti DeepMind akan berkolaborasi dengan studio tersebut untuk mengembangkan teknologi baru yang dapat membantu proses kreatif para sineas.. 
 
Meski demikian, kesepakatan ini tidak mencakup akses Google terhadap katalog konten maupun data milik A24.

A24 Tegaskan AI Hanya Sebagai Alat Bantu Kreatif

Kepada The Wall Street Journal, Pimpinan A24 Labs Scott Belsky mengatakan bahwa kemitraan studionya dengan Google memiliki pendekatan yang berbeda. Menurutnya, banyak perusahaan AI terlalu menekankan kemampuan teknologi mereka untuk membuat film lebih cepat dan murah.

Belsky menegaskan, mereka melihat AI sebagai alat yang dapat memperkuat kreativitas alih-alih menggantikannya. Menurutnya, teknologi tersebut seharusnya dimanfaatkan dengan cara yang tetap menjaga kendali kreatif para sineas sekaligus mendorong keberanian untuk bereksperimen.
 
Saat ini, mereka tengah mengembangkan aplikasi storyboard berbasis AI, sebuah teknologi yang disebut telah mendapat dukungan dari sejumlah pembuat film, termasuk sutradara legendaris Martin Scorsese.
 
Pimpinan itu juga menekankan jika alat yang sedang dikembangkan A24 tidak akan menyerupai model AI berbasis prompt yang selama ini kerap memicu kekhawatiran di kalangan pekerja kreatif.

A24 dan Kepercayaan pada Sineas Baru

Selama ini, A24 dikenal sebagai rumah bagi banyak sineas pendatang baru. Studio tersebut berhasil membangun reputasi lewat sederet film yang meraih kesuksesan kritis maupun komersial, seperti Lady Bird, Moonlight, Everything Everywhere All at Once, Marty Supreme, hingga hit terbarunya, Backrooms. 
 
Keberhasilan tersebut kerap dikaitkan dengan kebebasan kreatif yang diberikan A24 kepada para pembuat film serta basis penggemarnya yang didominasi generasi muda. Data PostTrak menunjukkan sekitar 85 persen penonton Backrooms pada akhir pekan perdananya berusia di bawah 35 tahun. 
 
Namun, kerja sama A24 dan Google ini hadir di tengah meningkatnya perdebatan soal AI. Sebuah studi terbaru dari Pew Research Center menemukan bahwa sejumlah responden di bawah 30 tahun percaya bahwa AI berpotensi membawa dampak negatif bagi masyarakat.

Hollywood dan Penggunaan AI

Kerja sama ini menambah daftar kolaborasi antara Hollywood dan perusahaan AI di tengah perdebatan serta gugatan hukum yang masih terus berlangsung.
 
Di satu sisi, sejumlah studio mulai menjalin kemitraan dengan perusahaan AI untuk mendukung proses kreatif. Di sisi lain, kekhawatiran soal hak cipta dan penggunaan karya tanpa izin masih memicu berbagai gugatan.
 
Disney sempat menjalin kerja sama dengan OpenAI terkait lisensi karakter sebelum menggugat sejumlah perusahaan AI seperti MiniMax dan Midjourney atas dugaan pelanggaran hak cipta. 
 
Sementara itu, Lionsgate memperluas kemitraannya dengan Runway AI untuk mengembangkan proyek-proyek baru berbasis teknologi tersebut. Netflix turut mengakuisisi startup AI InterPositive yang didirikan Ben Affleck pada awal tahun ini.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA