Pameran Foto Dua Lensa Bercerita (Foto: Poplicit)
Pameran Foto Dua Lensa Bercerita (Foto: Poplicit)

Jadwal Pameran Foto Laut Bercerita di Kemang Jakarta, Sampai Kapan?

Rafi Alvirtyantoro • 02 November 2026 18:43
Ringkasnya gini..
  • Pameran foto Dua Lensa Bercerita berlangsung di Galeri Dia.lo.gue, Kemang, Jakarta Selatan, pada 31 Oktober hingga 30 November 2026.
  • Pameran ini menampilkan karya visual Oscar Motuloh dan Anton Ismael yang terinspirasi dari novel serta film Laut Bercerita.
  • Pengunjung dapat menyaksikan karya fotografi dan seni instalasi alih wahana kisah Biru Laut selama satu bulan penuh.
Jakarta: Pameran fotografi dan instalasi bertajuk Dua Lensa Bercerita resmi digelar di Galeri Dia.lo.gue, Kemang, Jakarta Selatan, pada 31 Oktober hingga 30 November 2026, pukul 08.00 WIB-22.00 WIB (Sabtu-Minggu) dan 10.00 WIB-22.00 WIB (Senin-Jumat). Pameran ini menampilkan hasil olah visual dari dua fotografer ternama, Anton Ismael dan Oscar Motuloh.

Dua Lensa Bercerita memberi pemaknaan baru bagi filosofi kematian dan kelahiran kembali yang diusung dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Novel tersebut kini diadaptasi ke dalam film arahan sutradara Yosep Anggi Noen produksi Pal 8 Pictures.

Dua Lensa Bercerita bukan sekadar dokumentasi di balik layar proses pembuatan film. Pameran ini dirancang sebagai jagat baru tempat kisah, ingatan, dan gagasan Laut Bercerita diciptakan ulang hingga menemukan kehidupan serta pemaknaan yang berbeda.

Penyelenggaraan pameran ini digagas oleh Pal 8 Pictures bekerja sama dengan Dia.lo.gue dan .this/PLAY, menyatukan fotografi, seni instalasi, serta desain ruang ke dalam satu kesatuan pengalaman utuh. 

 

Eksplorasi Karakter Melalui Lensa


Keterlibatan Oscar Motuloh dan Anton Ismael selama proses produksi film menjadi titik awal penciptaan karya-karya dalam pameran ini. Oscar berperan sebagai alter ego fotografis bagi tokoh Alex Perazon, sedangkan Anton memotret untuk mewakili karakter Gusti Suroso. Dari sudut pandang tersebut, keduanya mengembangkan interpretasi personal yang melampaui dunia film.

Kurator pameran, Engel Tanzil, mengatakan bahwa pameran ini mempertemukan dua bahasa visual yang kontras, tetapi saling melengkapi. Oscar Motuloh menghadirkan pendekatan fotografi dokumenter hitam-putih yang kontemplatif, subtil, dan sarat keheningan dalam mengamati manusia, ruang, serta peristiwa.

Di sisi lain, Anton Ismael memilih bahasa visual yang lebih berwarna, eksperimental, dan penuh intervensi ekspresif. Anton mempertemukan foto-foto dari adegan film dengan karya pribadinya serta foto dari rekan-rekannya di luar produksi film, lalu meramunya bersama tulisan dan gambar untuk menunjukkan keterkaitan antara peristiwa sejarah dan eksistensi manusia saat ini.
   

Dokumentasi Ingatan dan Peluncuran Buku


Sudut pandang lensa Oscar Motuloh berfokus pada figur Alex Perazon, seorang aktivis pergerakan mahasiswa Winatra yang sensitif dan gemar mengabadikan momen lewat foto hitam-putih.

“Alex adalah saksi mata yang merasakan luka ingatan yang terus melekat dalam dirinya sebagai penyintas dari kekejaman sebuah rezim masa lalu,” ujar Oscar Motuloh dalam keterangan resminya.

Kedalaman tafsir Oscar terhadap karakter ini juga dituangkan ke dalam buku fotografi berjudul Laut Luka terbitan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) yang diluncurkan bertepatan dengan pameran.

Selain karya fotografi, pameran yang dikurasi oleh Engel Tanzil ini turut menampilkan instalasi karya Avianti Armand dan Sigit D. Pratama. Pameran ini juga menyediakan elemen partisipatif yang mengajak pengunjung membawa pengalaman pribadi mereka untuk merenungkan tema kehilangan, penantian, keberanian, hingga harapan.
   

Alih Wahana yang Meluas


Leila S. Chudori pun menyambut baik hadirnya ragam bentuk alih wahana tersebut. Ia mengapresiasi bagaimana kisahnya tidak hanya ditafsirkan lewat film arahan sutradara Yosep Anggi Noen, lagu karya Cholil Mahmud, dan video musik garapan Khozy Rizal, tetapi juga meluas ke dalam seni rupa serta fotografi karya Oscar Motuloh dan Anton Ismael.

“Pada akhirnya, kisah Biru Laut dalam Laut Bercerita mendapat tempat di benak, mata, jari-jari dan yang penting hati para seniman lainnya, sehingga tafsir ulang dari cerita ini menunjukkan taksir Laut untuk lahir berkali-kali,” ujar Leila.

Sebagai informasi, film Laut Bercerita telah tayang di bioskop sejak 29 Oktober 2026. Film ini dibintangi oleh Reza Rahadian, Yunita Siregar, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Eva Celia, Dian Sastrowardoyo, hingga Kevin Julio.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA