Hal itu disampaikan Baskara melalui unggahan Instagram Story di akun pribadinya, @wordfangs, pada Minggu, 1 November 2026.
Dalam unggahannya, Baskara membagikan foto dirinya bersama seorang penggemar. Foto penggemar yang telah di sensor tersebut memperlihatkan Baskara merangkul akrab sang penggemar yang sedang memegang selembar kertas bertanda tangan.
Namun, ia mengungkapkan bahwa foto tersebut merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi AI.
Pelantun "everything u are" itu menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan diajak berfoto bersama oleh penggemar. Namun, ia merasa tidak nyaman jika foto dirinya dimanipulasi menggunakan AI, terlebih jika hasilnya berpotensi menimbulkan informasi yang keliru.
"Gue nggak masalah kalau diajak foto, tapi gue nggak nyaman kalau foto diri gue diedit menggunakan AI," tulis Baskara, dikutip Medcom.id pada Senin, 2 November 2026.
Baca Juga :
Raisa Donasikan Seluruh Pendapatan MV "Nyawa dan Harapan" untuk Restorasi Lingkungan Hidup
Baskara juga menilai penggunaan AI untuk memanipulasi foto seseorang tetap dapat dikategorikan sebagai disinformasi, terlepas dari seberapa sepele hasil rekayasa tersebut dianggap oleh pembuatnya.
"Ini termasuk disinformasi, sekecil atau seremeh apa pun menurut lo," lanjutnya.
Foto hasil rekayasa AI penggemar yang seolah merangkul Baskara Hindia
Lebih jauh, Baskara mengaitkan keresahannya dengan pandangannya tentang kondisi internet saat ini. Ia menilai ruang digital semakin dipenuhi konten yang kehilangan makna dan dibuat demi mengejar popularitas.
"Dan inilah yang gue maksud setiap kali bilang internet sudah mati. Sekarang nggak ada lagi yang benar-benar punya makna. Isinya cuma konten sampah dan orang-orang yang haus popularitas," tutup Baskara.