Penampilan terakhir kali for Revenge bersama sang drummer, Chimot
Penampilan terakhir kali for Revenge bersama sang drummer, Chimot

Chimot Mundur dari for Revenge, Konser Titik Sadrah Jadi Momen Perpisahan

Basuki Rachmat • 02 November 2026 14:43
Ringkasnya gini..
  • for Revenge menggelar konser 20 tahun bertajuk "Titik Sadrah" di Eldorado Sport & Convention Hall, Bandung, pada 31 Oktober 2026.
  • Konser ini menjadi panggung perpisahan drummer orisinal Chimot yang mengundurkan diri akibat cedera setelah 20 tahun bersama band.
  • Setelah sukses menggelar konser emosional di Bandung, rangkaian pertunjukan Titik Sadrah akan berlanjut ke ZEPP Kuala Lumpur pada 15 November 2026.
Jakarta: Grup musik for Revenge sukses menggelar konser tunggal perayaan 20 tahun perjalanan bermusik bertajuk Titik Sadrah di Eldorado Sport & Convention Hall, Bandung, Sabtu, 31 Oktober 2026. Lebih dari sekadar perayaan dua dekade, konser ini juga menjadi momen perpisahan band dengan salah satu personel penting mereka.

Di tengah kemeriahan konser, for Revenge mengumumkan pengunduran diri Archims Pribadi alias Chimot dari posisinya sebagai drummer. Chimot merupakan satu-satunya personel pendiri sekaligus anggota orisinal yang masih bertahan di band tersebut.

Keputusan itu diambil setelah Chimot mengalami serangkaian cedera dalam beberapa waktu terakhir. Setelah dua dekade menjadi bagian dari perjalanan for Revenge, konser Titik Sadrah pun menjadi panggung terakhirnya bersama band yang telah membesarkan namanya.

Bagi Chimot, keputusan untuk mengakhiri perjalanan tersebut bukan perkara mudah. Namun, ia merasa konser perayaan 20 tahun ini menjadi kesempatan yang tepat untuk menutup salah satu babak penting dalam hidupnya.

“Menjadi bagian dari for Revenge selama 20 tahun adalah salah satu titik tertinggi dalam hidup saya. Banyak hal yang sudah kami lalui bersama, mulai dari masa-masa sulit sampai bisa berada di panggung ini dan bertemu dengan begitu banyak orang yang mencintai musik kami. Tentu tidak mudah untuk sampai pada keputusan ini. Namun, saya merasa setiap perjalanan punya waktunya masing-masing," ungkap Chimot dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id.

"Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari cerita for Revenge, dan malam ini menjadi cara yang sangat berarti untuk menutup babak tersebut,” lanjutnya.

Sepanjang konser, for Revenge menyuguhkan pertunjukan yang merangkum perjalanan mereka selama dua dekade. Narasi Titik Sadrah dibangun melalui rangkaian babak yang menggambarkan berbagai fase kehidupan, mulai dari keterpurukan, konflik yang berulang, hingga proses merelakan sesuatu yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup.
 

Alur tersebut kemudian mengarah pada penerimaan atas kepergian Chimot dari band. Setiap babak disampaikan melalui deretan lagu yang menjadi bagian dari perjalanan musikal for Revenge. Dengan begitu, penampilan malam itu tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga ruang bagi band dan pendengarnya untuk merayakan sekaligus melepas sebuah kenangan.

Antusiasme penonton yang ikut menyanyikan lagu-lagu for Revenge turut memperkuat suasana emosional sepanjang pertunjukan. Sejumlah momen spesial dan kejutan yang dihadirkan juga membuat perayaan tersebut terasa lebih dekat dengan para pendengar yang telah mengikuti perjalanan band sejak awal.

Vokalis for Revenge, Boniex Noer, menyebut konser Titik Sadrah sebagai persembahan khusus bagi para pendengar yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka selama 20 tahun. Baginya, pencapaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan perjalanan band, tetapi juga cerita orang-orang yang tumbuh bersama lagu-lagu mereka.

“Dua puluh tahun ini bukan perjalanan yang selalu mudah. Ada banyak hal yang sudah kami lewati, banyak cerita yang mungkin tidak semuanya terlihat dari luar. Tapi, kami bisa sampai di titik ini karena ada banyak orang yang terus berjalan bersama kami, terutama teman-teman yang mendengarkan dan tumbuh bersama lagu-lagu for Revenge," ungkap Boniex.

Ia berharap penonton tidak sekadar menikmati konser sebagai sebuah pertunjukan musik, tetapi juga ikut merasakan perjalanan panjang yang telah dilalui for Revenge.

"Konser ini adalah persembahan kami untuk mereka. Kami ingin semua yang hadir bisa merasakan perjalanan 20 tahun ini, bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari cerita for Revenge," lanjutnya.

Melalui konsep Titik Sadrah, for Revenge juga ingin menyampaikan pesan tentang penerimaan dan keberanian untuk melepaskan. Setiap perjalanan memiliki waktunya masing-masing, termasuk ketika seseorang harus merelakan sesuatu yang selama ini menjadi bagian dari kehidupannya.

Pesan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menggambarkan perpisahan dengan Chimot, tetapi juga mengajak pendengar menemukan makna titik sadrah dalam perjalanan hidup masing-masing. Sebuah fase ketika menerima keadaan menjadi langkah untuk melanjutkan perjalanan.

Meski konser di Bandung telah usai, rangkaian Titik Sadrah masih akan berlanjut. Setelah Bandung, for Revenge dijadwalkan membawa pertunjukan tersebut ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 15 November 2026 di ZEPP Kuala Lumpur.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA