Tokoh yang mendirikan Parfi yaitu Usmar Ismail dan Djamaludin Malik.
Sebelum Parfi lahir, terdapat Sari (Sarikat Artis Indonesia) yang dibentuk pada tahun 1940. Saat itu, Sari beranggotakan pemain sandiwara, penari, sutradara, penyanyi, hingga pelukis.
Pada 1951, lahir Persafi (Persatuan Artis Film dan Sandiwara Indonesia). Ini adalah wadah lanjutan dari Sari, meski selanjutnya terjadi kemandulan.
Kemudian, lahirlah Parfi pada 1956. Kongres Pertama Parfi diadakan di Manggarai pada 1953. Dengan sekertariat pertama di Jalan Keramat V Jakarta Selatan.
Kini, Parfi beralamat di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail Lt. 4 Jl. H.R. Rasuna Said Kuningan, Jakarta.
Parfi lahir melalui semangat untuk menyumbangkan darma bakti guna mewujudkan cita-cita memajukan bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 45.
Parfi merupakan organisasi profesi keratisan film Indonesia yang menjadi wadah bagi para seniman seni peran film.
Parfi juga turut membina kemampuan profesi anggota melalui pendidikan dan latihan, maupun sarana lain yang menunjang, serta kegiatan-kegiatan sosial yang mampu menjembatani hubungan para artis film dengan masyarakat.
Saat ini, Parfi diketuai Gatot Brajamusti untuk masa jabatan 2011-2016.
Diharapkan, dengan kemajuan teknologi dan kreativitas insan perfilman, film Indonesia semakin berkembang dan melahirkan film-film bermutu yang dapat mengharumkan nama Indonesia ke kancah mancanegara.
Seperti harapan yang pernah disampaikan oleh tokoh perfilman Indonesia, Usmar Ismail, "Dengan film, kita bisa memberikan sumbangan pada revolusi Indonesia".
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News