Logo Netflix
Logo Netflix

Netflix Akuisisi Startup AI Ben Affleck Usai Batal Beli Warner Bros

Rafi Alvirtyantoro • 06 Maret 2026 16:42
Ringkasnya gini..
  • Netflix resmi akuisisi InterPositive milik Ben Affleck untuk hadirkan teknologi AI khusus sineas guna memperkuat ekosistem kreatif mereka.
  • Batal beli Warner Bros, Netflix kini fokus kembangkan perangkat AI pascaproduksi yang mampu melindungi visi artistik para pembuat film.
  • Sineas Ben Affleck pimpin inovasi AI di Netflix lewat sistem dataset mandiri yang dirancang untuk memberdayakan, bukan menggantikan kreativitas manusia.
Jakarta: Netflix resmi mengakuisisi InterPositive, sebuah perusahaan rintisan (start-up) yang didirikan oleh aktor sekaligus sineas Ben Affleck. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus bagi para pembuat film.

Fokus pada Tim dan Arahan Strategis

Meski nilai akuisisi tidak diungkapkan kepada publik, seluruh tim InterPositive yang terdiri dari 16 teknisi, peneliti, dan tenaga kreatif akan segera bergabung dengan Netflix. Melansir dari Variety, Ben Affleck sendiri akan menjabat sebagai penasihat senior guna memberikan arahan strategis secara berkelanjutan.
 
Langkah ini tergolong unik karena secara historis Netflix lebih sering mengembangkan teknologinya secara mandiri ketimbang mengakuisisi perusahaan lain. Namun, Netflix menilai InterPositive menawarkan rangkaian perangkat AI unik yang mampu menempatkan pembuat film sebagai pusat dari seluruh proses kreatif.
 
Rencananya, akses teknologi ini hanya akan diberikan kepada mitra kreatif Netflix dan tidak akan dijual secara komersial di pasar luas.  

Perbedaan dengan AI Generatif Umum

InterPositive, yang didirikan di Los Angeles pada 2022, sebelumnya beroperasi secara tertutup. Berbeda dengan platform seperti Sora milik OpenAI, InterPositive tidak memproduksi video generatif secara instan.

"Ini bukan soal memberikan perintah teks (prompting) atau menciptakan sesuatu dari ketiadaan," ujar Ben Affleck dalam video pengumuman yang dibagikan Netflix, dikutip dari Variety, pada Jumat, 6 Maret 2026.
 
"Kebanyakan orang mengira AI itu membuat film hanya dengan mengetik sesuatu di komputer. Bukan itu tujuan kami,” lanjutnya.
 
Ben Affleck menjelaskan bahwa sistem InterPositive membangun model AI berdasarkan rekaman mentah dari sebuah produksi yang sedang berjalan.
 
Model ini memungkinkan sineas melakukan proses pascaproduksi, seperti penyelarasan warna, pengaturan ulang pencahayaan, hingga penambahan efek visual dengan fleksibilitas yang lebih tinggi.  

Dinamika Korporasi dan Visi Artistik

Kabar akuisisi ini muncul hanya berselang seminggu setelah Netflix membatalkan rencana untuk membeli unit studio dan bisnis streaming Warner Bros. Discovery (WBD). Netflix memilih mundur setelah Paramount Skydance menaikkan tawaran mereka menjadi $31 (sekitar Rp519.746) per saham, mengungguli penawaran lainnya.
 
Chief Content Officer Netflix, Bela Bajaria, menyatakan bahwa teknologi AI dari InterPositive akan memberikan para mitra "lebih banyak pilihan, kendali, dan perlindungan terhadap visi artistik mereka."
 
"Hubungan kami dengan para seniman selalu berlandaskan kepercayaan: mendukung kreativitas mereka sepenuhnya dan memastikan mereka memiliki kuasa untuk menentukan bagaimana karya mereka dibuat," ungkap Bela Bajaria.
 
"Kami percaya perangkat baru seharusnya memperluas kebebasan kreatif, bukan membatasinya atau menggantikan peran penulis, sutradara, aktor, dan kru,” tambahnya.  

Inovasi dari Sudut Pandang Sineas

Chief Product and Technology Officer Netflix, Elizabeth Stone, menekankan bahwa platform video AI generatif yang ada saat ini umumnya tidak dirancang dari sudut pandang pembuat film. Sebaliknya, perangkat InterPositive diciptakan untuk menghasilkan konten berkualitas lebih tinggi, bukan sekadar membuat produksi film menjadi lebih cepat atau murah.
 
Ben Affleck memaparkan bahwa ide mendirikan InterPositive bermula pada tahun 2022 saat ia mengamati keterbatasan model AI dalam proses produksi yang sesungguhnya.
 
"Agar seniman bisa menggunakan perangkat ini, AI harus dirancang khusus untuk melindungi kualitas yang membuat sebuah cerita menjadi hebat: nuansa sinematik, tantangan di lokasi syuting, hingga cara cahaya menyapu sebuah adegan," jelas Ben Affleck.
 
Menurutnya, InterPositive melatih model AI menggunakan kumpulan data (dataset) mandiri yang direkam di panggung suara terkendali. Hal ini dilakukan guna memastikan teknologi tersebut memahami logika visual dan konsistensi editorial.
 
"Saya ingin membangun alur kerja yang menangkap apa yang terjadi di lokasi syuting, dengan kosakata yang dipahami oleh sinematografer dan sutradara," ucap Ben Affleck.
 
"Saya merasa memiliki tanggung jawab kepada rekan-rekan sejawat dan industri ini untuk melindungi kekuatan kreativitas manusia,” lanjutnya.
 
Menutup pengumumannya, Ben Affleck menyatakan kegembiraannya dapat melanjutkan inovasi ini bersama Netflix. Ia berharap langkah ini dapat membuka akses bagi komunitas kreatif yang lebih luas untuk menghadapi masa depan perfilman, di mana teknologi memberdayakan—bukan menggantikan—peran manusia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA