Penyaluran Bantuan Donasi Karhutla
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah resmi menembus angka 1 juta penonton pada hari ke-17 penayangannya di bioskop seluruh Indonesia. Pencapaian ini mengukuhkan posisinya sebagai film nasional ke-19 yang sukses meraih capaian 1 juta penonton sepanjang tahun 2026.
Merayakan pencapaian tersebut, tim produksi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah memilih untuk menyalurkan aksi kepedulian sosial melalui penggalangan dana dan bantuan donasi bagi warga yang terdampak bencana karhutla.
“Dua tahun lalu, saat film Kuasa Gelap mencapai 1 juta penonton, kami berbagi tali kasih ke 25 panti asuhan dan pondok pesantren. Kini, berkat dukungan penonton dan masyarakat Indonesia, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah kembali meraih sukses, dan kami ingin membagikan berkat ini kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban asap karhutla,” ungkap penulis dan produser Robert Ronny dalam keterangan resminya.
“Kami merasa tidak ada yang lebih mendesak saat ini daripada membantu mereka yang untuk bernapas saja susah,” lanjutnya.
Robert Ronny mengatakan bahwa bantuan untuk warga yang terdampak bencana karhutla disalurkan melalui Yayasan Caritas Indonesia.
“Untuk semua yang membutuhkan, tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan. Terima kasih untuk setiap penonton yang sudah menjadi bagian dari kebaikan ini. Semoga Tuhan selalu memberkati kita semua,” ujar Robert Ronny.
Sinopsis dan Daftar Pemain
Tayang di bioskop sejak 8 Oktober 2026, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah merupakan film horor yang digarap oleh sutradara Rizal Mantovani, dengan skenario yang ditulis oleh Robert Ronny dan Andri Cahyadi. Film ini dibintangi oleh Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.
Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menceritakan tentang Romo Rendra (Lukman Sardi) dan Romo Thomas (Jerome Kurnia) yang harus menghadapi teror entitas kuno bernama Rephaim yang mengancam keselamatan seluruh kota. Dalam perjuangan menyelamatkan seorang pemuda dari jerat dosa masa lalu keluarganya, kedua romo tersebut dipaksa menghadapi keraguan atas iman mereka sendiri.