Zaskia Adya Mecca (Foto: Instagram @zaskiaadyamecca)
Zaskia Adya Mecca (Foto: Instagram @zaskiaadyamecca)

Zaskia Adya Mecca Turun Langsung Padamkan Karhutla, Emosi Terkuras hingga Sakit Maag

Basuki Rachmat • 22 Oktober 2026 10:20
Ringkasnya gini..
  • Zaskia Adya Mecca mengaku emosinya terkuras saat membantu penanganan karhutla di Palangka Raya hingga mengalami sakit maag.
  • Zaskia Adya Mecca mengungkap sulitnya memadamkan api di lahan gambut yang masih menyimpan bara di bawah permukaan tanah.
  • Zaskia Adya Mecca menyoroti sulitnya akses pengobatan warga terdampak karhutla yang harus menempuh perjalanan hingga tiga jam untuk berobat.
Jakarta: Aktris sekaligus aktivis Zaskia Adya Mecca tergerak untuk turun langsung membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pengalaman menjadi relawan di tengah kebakaran lahan gambut itu diakuinya begitu berat hingga menguras emosi.

Melalui sejumlah unggahan di akun Instagram pribadinya, istri sineas Hanung Bramantyo tersebut membagikan kondisi yang ia temui selama berada di lokasi kebakaran. Zaskia mengaku sedih, marah, sekaligus tak habis pikir melihat situasi lingkungan dan dampak yang dirasakan warga.

Menurut Zaskia, kondisi di wilayah terdampak sangat memprihatinkan, bahkan ia menilai lingkungan tersebut sudah tidak layak untuk ditinggali. Ia juga menyoroti sulitnya memadamkan api di lahan gambut yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

Pengalaman tersebut membuat emosinya terkuras selama menjalani kegiatan kemanusiaan itu. Zaskia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya mengalami sakit maag yang tak kunjung mereda selama berada di lokasi.

"Bodo amaat dibilang nangis muluuu, situasinya seEMOSIONAL itu soalnya. Sedih, marah, ga abis pikir, speechless. Sampe aku sakit maagh ga ilang2 selama di sini," tulis Zaskia dalam Instagram Story.  

Zaskia Ungkap Sulitnya Memadamkan Api di Lahan Gambut


Tak hanya membagikan kondisi yang memprihatinkan, Zaskia juga menceritakan sejumlah hal yang dipelajarinya selama terjun langsung membantu pemadaman karhutla. Ia menjelaskan bahwa proses memadamkan api di lahan gambut membutuhkan ketelitian dan waktu, sehingga tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

Menurutnya, setiap titik api harus dipastikan benar-benar padam sebelum petugas atau relawan beralih ke titik lainnya. Ia menyebut penyemprotan air pada satu titik perlu dilakukan setidaknya selama dua menit.

Zaskia juga mengingatkan bahwa selang air tidak boleh digerakkan sembarangan. Pasalnya, api dapat terus membara di lapisan bawah tanah meskipun permukaan lahan terlihat sudah padam.

"Madamin satu titik harus ditungguin minimal 2menit. Selang jangan digoyang2in krn bawahnya masih kebakar cukup dalam," lanjutnya.  

Warga Kesulitan Mendapatkan Akses Pengobatan


Di tengah situasi karhutla, Zaskia turut menyoroti keterbatasan akses layanan kesehatan yang dihadapi masyarakat setempat. Ia mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari 100 kepala keluarga (KK) di wilayah terdampak, sementara fasilitas kesehatan dan tenaga medis belum selalu tersedia.

Zaskia menyebut puskesmas di wilayah tersebut sempat kosong tanpa tenaga kesehatan. Kondisi itu membuat warga harus menempuh perjalanan hingga tiga jam untuk mendapatkan pengobatan terdekat.

Melihat situasi tersebut, Zaskia bersama pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan turut membawa bantuan obat-obatan dari para donatur.

"Ada lebih dari 100 KK. Tadinya pun puskesmas sempat kosong, nggak ada nakes. Pengobatan terdekat berjarak 3 jam. Kita bawa bantuan obat-obatan dari teman-teman semua yaa," tutup Zaskia.

Kisah yang dibagikan Zaskia memperlihatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan dan kabut asap, tetapi juga menyangkut keselamatan serta akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Kehadiran relawan di lapangan menjadi salah satu bentuk kepedulian untuk membantu warga menghadapi situasi sulit tersebut.








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA