Direktur Film, Musik, dan Media Kementerian Kebudayaan, Syaifullah Agam, memaparkan bahwa jumlah penonton film horor Indonesia telah menembus angka 101.859.078 orang. Data ini disampaikan dalam diskusi bertajuk "Tren Film Horor 2026" yang digelar dalam Festival Film Horor (FFHoror) di Jakarta, pada Selasa, 13 Januari 2026.
Jumlah penonton tersebut merupakan capaian murni dari film horor produksi dalam negeri. Jika digabung dengan film mancanegara, total penonton genre horor di Indonesia mencapai angka 128.160.815 penonton.
Syaifullah Agam menjelaskan bahwa genre horor telah menjadi tulang punggung industri perfilman nasional. Pasalnya, film horor lokal kini menguasai lebih dari 50 persen pendapatan pasar film di tanah air.
"Dilihat dari angka-angka tersebut, film horor saat ini sudah menjadi tulang punggung ekonomi kreatif di bidang perfilman nasional dengan menguasai 60 persen pangsa pasar," kata Syaifullah Agam.
Aktris senior Niniek L. Karim, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyebutkan bahwa capaian ini bukanlah alasan bagi para sineas untuk berpuas diri. Ia menegaskan bahwa film horor harus tetap memiliki masa depan cerah melalui kualitas cerita yang lebih baik pada tahun 2026.
"Jangan terlena bikin film asal seram dan bisa bikin takut penonton, tapi juga harus masuk akal," tegas Niniek L. Karim.
Menurutnya, penonton Indonesia kini semakin cerdas dan selektif dalam memilih tontonan, terutama dalam hal kekuatan cerita.
"Penonton sekarang peduli pada logika. Mereka akan meninggalkan film yang ceritanya tidak logis," ucap Niniek.
Dalam kesempatan yang sama, FFHoror juga mengumumkan deretan penerima penghargaan untuk edisi Januari 2026. Film Janur Ireng berhasil meraih Penghargaan Nini Suny sebagai film horor pilihan bulan ini.
Kemenangan Janur Ireng turut membawa dua penghargaan lainnya, yakni Aktor Terpilih yang disandang oleh Tora Sudiro serta Sutradara Terpilih yang jatuh kepada Kimo Stamboel.
Pada kategori lain, Wavi Zihan dinobatkan sebagai Aktris Terpilih berkat perannya dalam film Qorin 2. Sementara itu, Enggar Budiono menerima penghargaan Kameraman Terpilih melalui karyanya di film Dusun Mayit.
Sebagai penutup, FFHoror memberikan penghargaan khusus kepada mendiang Epy Kusnandar. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi dan kontribusi besarnya bagi dunia perfilman Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News