Jakarta: Fedi Nuril mengaku terkesan dengan kemampuan para komika yang terlibat dalam film drama komedi Gak Ada Matinya. Setelah menjalani proses syuting bersama Oki Rengga dan sejumlah komedian lainnya, Fedi menilai mereka memiliki kemampuan komedi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dalam film garapan sutradara Etienne Caesar itu, Fedi mendapat kesempatan beradu akting dengan deretan komika yang selama ini dikenal lewat panggung stand-up comedy.
Fedi mengaku mendapatkan pengalaman berbeda selama terlibat dalam produksi film tersebut. Dia melihat langsung bagaimana para komika membangun suasana komedi melalui karakter dan interaksi antarpemain.
“Setelah syuting bersama mereka, saya harus akui mereka benar-benar pakar komedi,” ujar Fedi.
Menurut Fedi, kemampuan para komika dalam menghadirkan humor menjadi salah satu pengalaman menarik selama proses produksi. Dia mengakui bahwa bekerja bersama Oki Rengga dan pemain lainnya memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi sisi akting yang berbeda.
Selain memuji kemampuan para komika, Fedi juga mengungkapkan bahwa Gak Ada Matinya menjadi pengalaman baru dalam perjalanan kariernya. Selama ini, ia lebih dikenal melalui karakter yang berpoligami dalam film drama romantis dan religi.
Kali ini, Fedi harus keluar dari zona nyaman dengan memainkan karakter Fahri, seorang petugas asuransi yang terlibat dalam situasi penuh kekacauan. Karakter tersebut memiliki pendekatan berbeda dari sosok Fahri yang selama ini mungkin melekat dalam ingatan penonton.
“Di sini saya berperan sebagai Fahri, tapi Fahri dari universe yang lain, bukan Fahri yang serius, tapi Fahri yang komedi,” ungkapnya.
Dalam film ini, Fahri memiliki tugas menyelidiki klaim asuransi jiwa yang diajukan Binsar (Oki Rengga). Penyelidikan tersebut justru membawanya ke dalam situasi tidak biasa setelah ayah Binsar, Pak Luhut (Mathias Muchus), yang sebelumnya dinyatakan meninggal dunia ternyata kembali hidup.
Cerita Gak Ada Matinya sendiri berpusat pada kehidupan Binsar yang sedang menghadapi persoalan ekonomi. Setelah kehilangan pekerjaan dan terlilit tunggakan kredit pemilikan rumah (KPR), ia mengetahui bahwa ayahnya memiliki asuransi jiwa dengan nilai pertanggungan mencapai Rp2 miliar.
Uang tersebut dianggap sebagai jalan keluar untuk menyelesaikan masalah keuangannya. Namun, harapan Binsar mendadak berantakan ketika Pak Luhut mengalami mati suri. Binsar kemudian berusaha menyembunyikan kenyataan tersebut agar uang asuransi yang diharapkannya tidak hilang.
Oki Rengga menilai cerita yang diangkat dalam film ini memiliki kedekatan dengan kehidupan banyak orang, terutama mengenai hubungan antara anak dan orang tua. Menurutnya, persoalan keluarga yang dialami Binsar menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karakter tersebut.
“Tokoh Binsar ini dibesarkan dengan didikan orang tua yang tidak sempurna. Makanya banyak problem-problem yang terjadi di kehidupannya. Dia punya masalah dengan bapaknya, dan tak ingin itu terjadi ke anak istrinya,” ungkap Oki Rengga.
Sutradara Etienne Caesar menjelaskan Gak Ada Matinya memiliki pendekatan berbeda dibandingkan film drama komedi pada umumnya. Ia ingin menghadirkan cerita yang berangkat dari tragedi, tetapi tetap mampu mengajak penonton melihat sisi humor dari berbagai persoalan kehidupan.
“Yang membedakan Gak Ada Matinya dengan film drama komedi lain adalah cerita film ini bergerak dari tragedi atau kematian dan isu-isu lain yang relatable, tapi jarang diangkat, seperti maskulinitas anak perempuan yang tumbuh besar tanpa sosok bapak,” ujarnya.
Sementara itu, Muhadkly Acho selaku produser menyebut Gak Ada Matinya tidak sekadar dibuat untuk menghadirkan hiburan. Film ini juga mengajak penonton melihat bagaimana kesedihan, persoalan hidup, dan kesempatan kedua bisa hadir dalam satu cerita.
“Saat orang menyebutnya komedi gelap, saya memilih melihatnya sebagai realita. Di mana kesedihan dan kelucuan terkadang harus dibiarkan menari dalam panggung yang sama, bersama orang-orang biasa yang bergelut dengan kerasnya takdir dan kesempatan kedua. Namun, di tengah semua itu, film ini memilih untuk merayakannya dengan tawa yang gak ada matinya,” ungkap Acho.
Selain Fedi Nuril, Oki Rengga, dan Mathias Muchus, film ini turut dibintangi Mikha Tambayong, Lolox, Yoshi Sudarso, Benidictus Siregar, Gita Bhebhita, Aci Resti, Arief Didu, Jared Ali, Ilham Abayy, Yono Bakrie, dan Arie Kriting.
Film Gak Ada Matinya diproduseri Manoj Punjabi dan Muhadkly Acho. Menggabungkan komedi gelap dengan persoalan keluarga dan finansial, Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan