Namun kenyataannya di luar dugaan. Alih-alih menemukan dukun seram dan penuh misteri, aktor berusia 30 tahun itu justru bertemu dengan dukun yang bersikap santai dan biasa saja. Hal ini membuatnya bingung dan harus memikirkan ulang cara membangun karakternya.
"Saya datangi dukun-dukun di desa, seperti Mbah Kusen atau Mbah Arjo Gaplok. Ternyata mereka tidak seperti di film-film horor. Santai sekali, malah bertanya, 'Ono opo Le?' (Ada apa, nak?)," cerita Nopek sambil menirukan gaya bicara mereka yang rileks.
Karena tidak mendapat referensi "dukun seram" dari dunia nyata, pria kelahiran Madiun itu akhirnya menciptakan karakternya sendiri. Ia mengandalkan imajinasi dan improvisasi untuk menciptakan gerakan tubuh serta mantra-mantra yang terdengar meyakinkan, meski sebenarnya tidak memiliki arti khusus. Justru dari situlah unsur komedi muncul.
Saat diminta memeragakan mantranya, komika kelahiran 1995 itu dengan percaya diri merapal kata-kata ciptaannya sambil membuat gerakan tangan aneh.
"Mantranya saya kreasikan sendiri. Karena film ini bergenre komedi, saya buat yang lucu. 'Ceker-ceker!'" ujarnya sambil memperagakan gerakan mencakar yang mengundang tawa.
Karakter Ki Mangun pun menjadi sosok dukun yang unik, terlihat serius tapi juga absurd. Kegagalan riset Nopek justru berbuah manis. Ia berhasil menciptakan sosok paranormal yang tidak hanya mistis, tetapi juga menghibur penonton di tengah cerita horor yang menegangkan.
(Maulia Chasanah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News