Dalam sebuah konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (3/7), Bayu Skak turut berkelakar bahwa teknologi yang dipakai timnya tak kalah dengan yang digunakan James Cameron dalam menggarap Avatar.
“Untuk menghidupkan karakternya Foufo, itu kita harus menggunakan teknologi CGI. Ini juga enggak kalah teman-teman kayak James Cameron punya. Karena ini pakai teknologi itu loh teman-teman, motion capture ya kan,” ungkap sang sutradara.
Untuk menggarap animasi karakter Foufo, Skak Studios dan Sinemart menggandeng studio animasi lokal asal Surabaya, Hompimpa. Di tengah gempuran kecerdasan buatan (AI), sekitar 120 animator dikerahkan untuk mengerjakan sosok makhluk luar angkasa tersebut.
Pengalaman Baru bagi Bayu Skak
Bagi Bayu Skak, menggarap karakter berbasis motion capture menjadi pengalaman baru sebagai sutradara. Menurutnya, setiap adegan harus dipersiapkan jauh lebih detail agar penambahan efek visual dapat berjalan dengan baik.“Jadi, saya sebagai sutradara pun juga ini sesuatu yang baru bagi saya kan. Karena berkali-kali juga harus menyesuaikan karena sebelum kami syuting itu selalu kita capture sekeliling dulu teman-teman,” ceritanya.
Bayu juga menjelaskan bahwa tim produksi memberi perhatian khusus pada detail visual karakter Foufo, termasuk bagian matanya.
Menurutnya, lingkungan sekitar lokasi syuting harus direkam terlebih dahulu agar pantulan cahaya pada mata karakter CGI terlihat alami saat proses pascaproduksi.
“Karena Anda tahu kan bahwa matanya dari Foufo itu kan segede itu kan ya. Nah, itu harus ada refleksi teman-teman. Kalau Anda tadi itu lihat ya maksudnya kayak teliti oh iya itu ada refleksinya itu kami capture dulu sekeliling untuk matanya itu,” tambahnya.
Dihidupkan Dua Aktor
Bayu menjelaskan bahwa karakter Foufo dibangun lewat kolaborasi dua aktor yang menjalankan peran berbeda. Sutradara asal Malang itu menjelaskan bahwa satu aktor bertugas merekam gerakan tubuh, sementara aktor lainnya mengisi suara karakter tersebut.Tim produksi membagi peran antara pengisi gerak dan pengisi suara agar ekspresi serta kepribadian Foufo dapat tampil lebih meyakinkan di layar.
“Terus juga untuk menghidupkan karakternya ini ada dua orang. Di sini ada Bambang Ceper dan juga ada Mas Ade Bibier. Mas Ade ini adalah orang yang mengisi suaranya, sementara Bambang Ceper yang gerak, teman-teman,” sebut Bayu.
Ade Bibier turut menceritakan pengalamannya selama terlibat dalam proyek Foufo. Pengisi suara karakter SpongeBob versi Indonesia itu mengaku mendapatkan tantangan baru saat harus berkolaborasi dengan Bambang Ceper untuk melakukan dubbing secara langsung.
“Saya lumayan lama di dunia dubbing tiba-tiba dapat proyek ini bersama Mas Bayu dan dipasangkan oleh Mas Bambang Ceper ini. Ini suatu hal yang sangat buat saya hal yang baru juga di film ini. Dubbing secara live,” ungkap Ade.
Di sisi lain, Bambang Ceper mengaku tantangan terberat selama memerankan Foufo adalah mengenakan kostum yang sangat tebal.
Karena mudah kepanasan saat syuting, tim produksi bahkan menyiapkan ruang tunggu dengan dua unit AC khusus untuknya agar ia bisa beristirahat setelah menyelesaikan pengambilan gambar.
“Kalau aku pas kesulitan itu cuma di kostum ya, karena kostumnya itu tebal. Cuma kuat 30 menit. Kalau 30 menit lebih, susah itu,” pungkasnya.
Tentang Film Foufo
Foufo merupakan film komedi fiksi ilmiah (sci-fi comedy) sekaligus berbudaya Madura pertama di Indonesia. Sebagian besar dialog dalam film ini menggunakan bahasa Madura, khususnya dialek Bangkalan, dengan 90 persen jajaran aktor asli dari sana.Film ini disutradarai oleh Bayu Skak, dengan produser Bayu Skak dan Ricky R. Setiawan, serta produser eksekutif David Suwarto.
Foufo dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Ja’farm Ade ‘Bibier’ Kurnyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizky Bibir, dan DJ Rara.
Sinopsis Film Foufo
Di tengah kesulitan ekonomi di Kampung Rombeng, Muslim (Tretan Muslim), seorang pengepul rongsok keturunan Madura terdesak harus segera melunasi sisa biaya ibadah haji ibunya. Situasi berubah ketika ia menemukan bangkai UFO jatuh di pinggiran kota. Alih-alih menjual besi UFO, Muslim justru menyembunyikan UFO dan alien sekarat, lalu ia namai Foufo.Di luar dugaan, teknologi canggih Foufo berhasil menyelesaikan berbagai masalah keluarga Muslim. Namun, konflik memuncak saat tenggat waktu pelunasan haji tiba dan Foufo kehabisan energi. Muslim kini dihadapkan pada dilema krusial: memberangkatkan haji ibunya, atau membantu Foufo pulang ke kapal induknya?
Jadwal Tayang Film Foufo
Foufo dijadwalkan tayang pada 9 Juli 2026 di seluruh jaringan bioskop Indonesia.(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda