Film Jurnal Kresek Angkat Kisah Skuter Berbahan Bakar Plastik
Adegan film Jurnal Kresek
Kuta: Docs By The Sea 2018 membawa 31 proyek dokumenter panjang dan pendek Asia Tenggara yang diajukan dalam forum pitching di Bali selama sepekan terakhir. Salah satu proyek menarik dari Indonesia adalah Jurnal Kresek, mengikuti kisah Dimas Bagus Wijanarko dan skuternya yang berbahan bakar limbah plastik.

Proyek ini dikerjakan Lufti Wahyudyanti sebagai produser dan Gugun Junaedi sebagai sutradara. Subyek cerita adalah Dimas, yang sejak 2014 berusaha menciptakan mesin yang mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar kendaraan. Setelah percobaan beberapa kali, akhirnya Dimas berhasil.

Eksperimen Dimas didanai komunitas lingkungan Get Plastic. Mereka membuat serangkaian lokakarya untuk mengenalkan temuan fenomenal ini. Mereka juga membuat kampanye untuk mengurangi penggunaan plastik.


Selain itu, Dimas juga melakukan perjalanan sejauh 1.200 km dari Jakarta ke Bali dengan mengendarai skuter vespa yang berisi bahan bakar olahan plastik. Bersama relawan, Dimas dan komunitas Get Plastic melanjutkan kampanye ini ke beberapa kota.

Lutfi dan Gugun berupaya menceritakan ulang perjalanan Dimas tersebut lewat film dokumenter. Dalam forum Docs By The Sea 2018, Lutfi dan Gugun berharap menemukan rekan produksi yang bisa membantu pendanaan sekaligus distribusi.

Usai melakukan presentasi di depan perwakilan 30-an mitra dokumenter, Lutfi menyatakan senang bisa tampil dalam forum semacam ini. Dia menemukan banyak teman yang sama-sama merasakan sulitnya membuat dokumenter di Indonesia.

"Selama ini, film dokumenter di Indonesia itu industrinya belum jalan. Kalau misal bikin film, kita masih belum tahu itu akan dijual ke mana. Kalau ada pemutaran, itu tidak menghasilkan uang. Padahal jika sesuatu ingin berkelanjutan sustain, dia harus ada sisi bisnisnya juga," kata Lutfi saat ditemui di Hotel The Patra Kuta, Kamis, 9 Agustus 2018.

"Selama ini, aku lihat pembuat film dokumenter kita kerja yang lain, tetapi melakukan ini sebagai hobi. Ada beberapa yang melakukan sebagai hobi serius. Nah, pas kami datang ke sini, kami senang banget karena ternyata masih banyak peluang di luar sana. Ada lho festival, kita bisa lho jual film kita di luar negeri. Jadi kalau ini bisa dijadikan cara mencari nafkah, kami akan lebih serius di situ," lanjutnya.

Jurnal Kresek diproduksi dalam label Banyu Mili Sinema. Lutfi sebelumnya telah menyutradarai beberapa dokumenter untuk program Melihat Indonesia di Metro TV dan Golden Ribbon untuk media televisi Tiongkok. Gugun sebelumnya juga telah terlibat dalam program televisi Urban Cook, Bitter Sweet, dan At Home with Phol.

Jurnal Kresek masih dalam tahap produksi dan diharapkan tuntas pada akhir 2018.

 



(ELG)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id