Dampak AI di Industri Film
Dalam acara bincang-bincang eksklusif BAFTA "Life in Pictures" di London, Inggris, Tom Cruise ditanya oleh pemandu acara Edith Bowman mengenai dampak AI terhadap industri perfilman. Ia menegaskan bahwa karya ciptaan manusia tidak dapat tergantikan.
"Pada dasarnya, tidak ada yang bisa menggantikan sentuhan manusia," kata Tom Cruise, dikutip dari Variety, pada Kamis, 24 September 2026.
Menurutnya, para pekerja kreatif harus terus berkarya di tengah hadirnya teknologi AI di industri film. Hal ini didasari kepercayaannya bahwa masyarakat masih menyukai karya buatan manusia.
"Kita tahu teknologi ini akan terus berkembang dan tidak bisa dihindari," ucap Tom Cruise.
"Namun pada akhirnya, penonton tetap ingin menyaksikan hal-hal yang nyata,” lanjutnya.
Tingginya Minat Penonton Bioskop
Tom Cruise menyampaikan bahwa masyarakat masih memiliki minat yang tinggi terhadap karya ciptaan manusia, khususnya di Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari pencapaian box office musim panas yang memecahkan rekor sepanjang sejarah industri film dengan pendapatan mencapai 4,76 miliar dolar AS (Rp84,98 triliun) sejak awal Mei hingga Labor Day pada 7 September lalu.
"Saya selalu percaya pada potensi dan daya tarik karya manusia,” tutur Tom Cruise.
Ia menjelaskan bahwa menikmati film di gedung bioskop adalah "bentuk karya seni yang berbeda." Tom Cruise pun percaya bahwa kekuatan bioskop dalam menyatukan banyak orang mampu menghidupkan pengalaman tersebut.
"Masyarakat mendambakan pengalaman tersebut dan mereka tetap memilih pergi ke bioskop,” jelas Tom Cruise.
Meski begitu, ia menekankan bahwa dirinya tidak menentang layanan streaming, seperti Netflix, Disney+, dan Prime Video.
Proyek Film Terbaru
Sementara itu, Tom Cruise akan kembali menyapa penonton lewat film terbarunya bertajuk Digger. Film garapan sutradara dan penulis Alejandro G. Iñárritu ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2026.
Digger mengisahkan seorang pria yang ditugaskan Presiden AS untuk mengatasi krisis akibat pengeboran di Greenland yang memicu retakan besar, melepaskan gas metana, dan menjatuhkan bongkahan es raksasa. Alih-alih bertanggung jawab, sang miliarder melancarkan misi PR gila demi meyakinkan dunia bahwa dirinya adalah seorang penyelamat.