Pemain Film Empat Musim Pertiwi (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Pemain Film Empat Musim Pertiwi (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Arya Saloka dan Putri Marino Ikuti 5 Workshop Ekstrem demi Empat Musim Pertiwi

Elang Riki Yanuar • 08 September 2026 21:31
Ringkasnya gini..
  • Arya Saloka dan Putri Marino menunjukkan totalitas tinggi dengan mengikuti lima jenis workshop intensif selama dua bulan.
  • Keduanya dilatih berkuda, bahasa isyarat, bahasa Jawa, mengendarai jeep, hingga teknik perkelahian demi film Empat Musim Pertiwi.
  • Meski sempat menaklukkan kuda liar Sumba di Bromo dan terkendala alergi dingin, keduanya mengaku proses syuting terasa hangat bak "pulang".

Jakarta: Persiapan matang dan totalitas tinggi ditunjukkan oleh dua bintang papan atas Indonesia, Arya Saloka dan Putri Marino. Demi menghidupkan karakter dalam proyek film terbaru karya sutradara Kamila Andini yang berjudul Empat Musim Pertiwi, keduanya rela menjalani lima jenis workshop intensif dan ekstrem sekaligus.

Aktor Arya Saloka dan aktris Putri Marino membagikan pengalaman menjalani pelatihan fisik dan mental ketat demi membintangi film Empat Musim Pertiwi. Keduanya melakoni lima jenis workshop intensif selama dua bulan sebelum proses syuting dimulai.
 

Dari Berkuda hingga Bahasa Isyarat

Tuntutan skrip dan kedalaman cerita Empat Musim Pertiwi mengharuskan Arya Saloka dan Putri Marino menguasai berbagai keahlian khusus. Keduanya menjalani serangkaian pelatihan intensif yang meliputi berkuda, bahasa isyarat, bahasa Jawa, pengoperasian Jeep, dan aksi. 

Menguasai bahasa isyarat menjadi salah satu tantangan terbesar. Hal ini disebabkan karena penyampaian ekspresi tidak dapat mengandalkan dialog verbal, melainkan harus dipahami secara mendalam melalui gestur dan emosi tubuh.


"Rasanya menyenangkan, hangat, seperti pulang saat bertemu dengan pemeran lain. Nyaman, dipercaya, dan tidak takut untuk mencoba hal baru," ungkap Putri Marino di Jakarta pada Selasa (8/9/2026).

"Latihan berkuda dan bahasa isyarat ini sangat berbeda. Awalnya takut, tapi sangat menyenangkan," tambahnya.

Pertama Kali ke Bromo dan Menunggang Kuda Liar

Bagi Arya Saloka, proyek Empat Musim Pertiwi memberikan pengalaman pertama yang tak terlupakan. Ini merupakan kali pertamanya menginjakkan kaki di Gunung Bromo, meskipun ia sempat terkendala oleh alergi suhu dingin.

Tantangan Arya tidak berhenti di situ. Meski sudah terbiasa berkuda sejak kecil menggunakan kuda ras Australia, saat syuting di Bromo ia harus menunggangi kuda liar asal Sumba.

"Kuda itu punya perasaan. Dari kecil sudah latihan berkuda pakai kuda Australia, tapi saat syuting harus beradaptasi dengan kuda liar Sumba. Sangat berkesan bisa membangun chemistry dengan mereka," ungkap Arya Saloka.

Pengalaman serupa dirasakan oleh Putri Marino. Meski sempat merasa takut karena ini adalah pengalaman pertama baginya menunggangi kuda, Putri mengaku sangat menikmati setiap momen tantangan tersebut.
 

Sensasi "Pulang" dan Chemistry yang Mendalam

Kendati harus melewati latihan fisik yang menguras energi, baik Arya maupun Putri merasa proses ini sangat menyenangkan. Chemistry yang terjalin erat di antara para pemain membuat suasana lokasi syuting terasa hangat.

Putri Marino mengungkapkan bahwa berada di lingkungan syuting Empat Musim Pertiwi membuatnya merasa aman dan tidak takut untuk mengeksplorasi kemampuan aktingnya. Senada dengan Putri, Arya Saloka menyebut bahwa berkolaborasi dengan jajaran pemain dan sutradara Kamila Andini memberikan rasa hangat bagaikan "pulang" ke rumah.

Film Empat Musim Pertiwi yang disutradarai Kamila Andini dan diproduseri Ifa Isfansyah siap menyapa pecinta film internasional dan dijadwalkan tayang di ajang festival film dunia seperti Toronto, Busan, dan Tokyo.

 

(Dinda Intan Ramadhani)

 


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA