Film House No.15 (Foto: dok. Ragam Media Network)
Film House No.15 (Foto: dok. Ragam Media Network)

Film tentang Korban Penggusuran Jakarta Berlaga di Festival di London

Elang Riki Yanuar • 18 Maret 2021 09:00
Jakarta: Film dokumenter pendek berjudul House No.15 akan bertarung di ajang kompetisi dokumenter etnografis di RAI Film Festival 2021 di London. Sebelumnya, film karya Aryo Danusiri ini sempat tayang Jogja Asian Film Festival (JAFF) dan sejumlah festival film luar negeri, termasuk Toronto Biennial 2019.
 
House No.15 bercerita tentang kehidupan masyarakat bantaran kali Ciliwung di Kampung Bukit Duri sebelum kampung itu digusur rata tahun 2016. Aryo memilih untuk berbagi perjumpaan etnografisnya lewat sebuah adegan keseharian yang melibatkan anak-anak, seorang nenek dan musim hujan di bulan Desember 2014.
 
"Keberpihakan tidak hanya disampaikan lewat hard facts atas kasus politik yang terjadi, tetapi juga berbagai pengalaman, experiential facts, juga penting. Sering kali adegan keseharian yang memperlihatkan aspek kemanusiaan sering terabaikan dalam film-film yang terlalu fokus pada kampanye politik," kata Aryo dalam keterangan tertulisnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Film House No. 15 diproduksi oleh Aryo di Sensory Ethnography Lab (SEL), Harvard University sebagai karya disertasinya. Film-film Aryo telah banyak ditayangkan di berbagai festival-festival film hak asasi manusia (HAM) tingkat dunia.
 
Menurut David Hana, seorang ahli film dari Universitas Monash (Australia), Aryo adalah pioneer untuk film observasional di Indonesia. Film pertamanya, Kameng Gampoeng (The Village Goat) berkisah tentang penderitaan rakyat Aceh di bawah teror DOM (daerah operasi militer), mengikuti kompetisi di Amnesty Film Festival 2001 di Amsterdam.
 
"Saya berlajar banyak dari Amnesty Film Festival tersebut yang mengubah tidak saja pandangan saya tentang kampanye HAM tetapi juga antropologi HAM," ucap Aryo.
 
Film Aryo lainnya yaitu Playing Between Elephants, meraih film penghargaan Film HAM Terbaik pada ajang kompetisi Jakarta International Film Festival ke-9 tahun 2007.
 
Film Etnografi adalah genre dokumenter yang memiliki sensitifitas pengalaman kemanusian dan budaya masyarakat dengan pendekatan antropologis. Sejak tahun 1982, RAI Festival memiliki keistimewaan sebagai festival film etnografi dua tahunan yang fokus pada inovasi baru dalam merepresentasikan dinamika sosial budaya dan politik.
 
Film House No.15 masuk dalam program Spark! Experimental short form pushing the boundaries of ethnographic film (Cetusan! Film pendek eksperimental mendesak batas-batas film etnografi). Termasuk dalam program ialah tiga film dari Democratic Republic of the Congo, Tanzania, dan, Senegal.
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif