Puncak Karhutla dan Temuan Hotspot
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan semakin meluas dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Minimnya curah hujan dan kondisi lahan yang kering membuat kebakaran berlangsung cukup lama.Melansir keterangan resmi Kementerian Kehutanan, Satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) menunjukkan perkembangan hotspot yang dinamis selama 17–19 Agustus 2026.
Tercatat ada 367 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, 343 hotspot di Kalimantan Tengah, dan 40 hotspot di Kalimantan Selatan. Dengan demikian, total hotspot berkepercayaan tinggi di ketiga provinsi tersebut mencapai 750 titik pada periode yang sama.
Baca Juga :
Diadaptasi dari Komik Legendaris, Film Oki & Nirmala Dibintangi Tissa Biani dan Titi Kamal
Sorotan Warganet dan Kemiripan Isu
Peristiwa tersebut langsung mencuri perhatian masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di luar Kalimantan. Namun, siapa sangka bahwa sejumlah warganet menilai kebakaran hutan dan lahan ini relevan dengan film Ghost in the Cell.Seorang warganet merasa bahwa film horor komedi tersebut memiliki konflik yang serupa dengan realitas saat ini di Kalimantan.
“Guys. Plis. Siapapun, atau Joko Anwar. Jadi barusan nonton film ghost in the cell, lha kok mikir... Kalimantan? Eksploitasi hutan? Koruptor?!” tulis akun X @asministratur pada 24 Agustus 2026.
“Ini sebenernya nayangin di netflix kok pas banget, apa cuman kebetulan??” lanjutnya.
Guys. Plis. Siapapun, atau Joko Anwar ????????
— asmini (@asministratur) August 24, 2026
Jadi barusan nonton film ghost in the cell, lha kok mikir...
Kalimantan? Eksploitasi hutan? Koruptor?!
Ini sebenernya nayangin di netflix kok pas banget, apa cuman kebetulan?? ???????????? pic.twitter.com/MBmXq9jzYU
Dalam kolom komentar, beberapa warganet sepakat dengan unggahan tersebut.
“iyaa lagi nyambung banget,” tulis seorang warganet.
“Setannya dr kalimantan krn dendam.” tambah warganet lain.
“gue barusan banget nonton, timing nya mantap,” tulis warganet lainnya.
Sinopsis Film Ghost in the Cell
Film Ghost in the Cell menceritakan tentang sebuah penjara yang terkenal brutal dan penuh sesak. Di dalam lapas ini, para narapidana harus menghadapi kerasnya kehidupan sehari-hari, mulai dari penindasan oleh pejabat lapas yang korup hingga konflik fisik dan permusuhan antargeng. Dua kubu besar yang bertikai di penjara ini dipimpin oleh Anggoro (Abimana Aryasatya) dan Bimo (Morgan Oey).Situasi yang sudah panas menjadi semakin mencekam setelah seorang tahanan baru bernama Dimas (Endy Arfian), seorang jurnalis yang dijebloskan ke penjara tersebut. Tak lama setelah kedatangannya, satu per satu narapidana dan penghuni penjara tewas secara beruntun dengan cara yang sangat mengenaskan dan misterius.
Setelah diselidiki, terungkap bahwa rentetan pembunuhan brutal tersebut dilakukan oleh sesosok kekuatan gaib atau hantu tak kasat mata. Uniknya, entitas ini hanya memburu orang-orang yang memancarkan aura atau energi paling negatif.
Motif Dendam Entitas Gaib
Hantu yang ada di dalam film Ghost in the Cell diketahui merupakan entitas yang berasal dari Kalimantan. Entitas ini marah karena tempat tinggalnya dirusak akibat deforestasi.Kedatangannya ke penjara bertujuan untuk mencari dalang di balik kerusakan lingkungan yang membuatnya kehilangan tempat tinggal. Aksi ini pun menjadi misi balas dendam berdarah.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda