Hal tersebut diungkap saat konferensi pers di XXI Gandaria City, Jakarta, Kamis (8/1). Atlet kickboxing dengan persona RandPunk ini mengungkap pola pikirnya saat harus mengikuti koreografi bertarung meski sudah memiliki prestasi di bidang bela diri.
“Sebenarnya, enggak ada kesulitan dari itu (mengikuti koreografi), ya, cuman harus buang egonya aja. Maksudnya, kan, kalau misalnya kita sudah punya basic, terkadang manusia pasti ada kayak, ‘Kalau gua gini, lebih efektif’,” ungkap Randy.
Lanjutnya, “Cuman, itu harus dibuang karena ini, kan, bukan masalah kita mau bertanding. Ini, kan, untuk film action. Jadi, kayak, kita juga harus ngikutin sesuai dengan kebutuhan gambar itu sendiri.”
Meski memiliki pengalaman di seni bela diri, hal ini tak membuat RandPunk ikut terlibat dalam pelatihan koreografi bertarung dari masing-masing karakter. Semua ini tetap ia serahkan kepada tim Piranha Stunt, koordinator adegan laga atau stuntman coordinator.
Baca Juga :
Dibintangi Arya Saloka dan Randy Pangalila, Serial Algojo Tunjukkan Sisi Kelam Jakarta Utara
“Oh nggak. Kalau ngelatih, enggak ikut, lah. Itu semua tanggung jawabnya dari Piranha Stunt. Itu mereka semua yang punya programnya,” jawab aktor tersebut.
Namun, ia dan para aktor masih dilibatkan untuk proses diskusi terkait koreografi tersebut. Mereka diajak berpikir untuk kelogisan dari adegan bertarung yang akan ditampilkan di serial laga itu.
“Misalnya, ada gerakan-gerakan yang, ‘Kayaknya itu enggak mungkin, deh. Kayaknya, ini terlalu fantasi, deh.’ Nah, terus kita cari yang lebih logis supaya lebih terlihat natural di dalam adegannya,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, ia mengaku telah lama kenal dengan Rahabi, sang sutradara serial Algojo, sehingga tak ada kesulitan komunikasi antara mereka. Mereka sudah saling kenal lebih dari satu dekade.
“Sama Rahabi, sebenarnya sudah (kenal) lama sekali dari 2015. Jadi, memang sudah tahu pemikiran dia. Sudah tahu ini akan jadi seperti apa per adegannya sama Rahabi dan kebetulan kiblat kami dalam membaca juga sama. Cara kami menafsirkan juga kurang lebih mirip. Panduan kami juga mirip. Jadi, sudah, lah, saya merem kalau sama Rahabi. Enggak banyak komplain,” pungkasnya.
Serial Algojo siap menemani awal tahun Sobat Medcom mulai 16 Januari nanti. Diproduksi oleh Screenplay Films dan disutradarai Rahabi Mandra, Algojo akan hadir dalam 8 episode, memadukan aksi, komedi, dan drama dengan penggambaran kehidupan akar rumput yang dekat dengan keseharian banyak orang.
Sinopsis Serial Algojo
Arya Saloka memerankan Zar, seorang Anjelo, pengantar jemput pekerja seks, yang hidupnya berjalan biasa saja sampai sebuah insiden tak terduga menyeret ayahnya ke dalam bahaya. Upaya Zar mencari jawaban membawanya masuk ke sebuah lingkaran kelam yang beroperasi jauh dari kehidupan yang ia kenal.
Sebuah pertemuan dengan anggota senior sebuah organisasi misterius mengubah arah hidup Zar secara drastis. Kesalahpahaman fatal menempatkannya pada posisi tak terduga, membuatnya harus berhadapan dengan para anggota organisasi tersebut, termasuk Frengky (Randy Pangalila), sosok Algojo yang menaruh kepercayaan sejak awal kepada Zar.
Di bawah tekanan sang pemimpin kelompok, Sadino (Andi /rif), Zar terpaksa mengambil pilihan-pilihan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Terjebak di dunia gelap yang menuntut kesetiaan, Zar justru kerap menyiasati bahaya itu dengan cara-cara absurd dan intrik-intrik kocak untuk menutupi kebohongan dirinya.
Namun di balik tingkahnya yang terkadang terkesan tidak serius, hati nurani tetap menuntun Zar pada keputusan berisiko yang akhirnya menjadikannya buruan dari organisasi yang sama yang menaunginya.
Algojo memadukan ketegangan aksi dengan humor yang lahir dari hubungan Zar dan sahabatnya, Panjul, pasangan yang selalu menghidupkan suasana, namun juga menjadi pusat konflik emosional ketika persahabatan mereka mulai retak oleh rasa kecewa dan saling curiga.
Di sisi lain, cerita ini juga menghadirkan romansa yang hangat antara Zar dan Icha (Caitlin Halderman), seorang SPG bar yang pesonanya sulit diabaikan, bahkan oleh mereka yang menjadi ancaman bagi Zar. Keduanya membangun chemistry yang lebih dewasa, lebih berlapis, dan terasa nyata, memberi warna baru dalam perjalanan cerita.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News