Saat Konferensi Pers Serial Algojo di XXI Gandaria City, Kamis (8/1), Senior Vice President Vidio Krishto Damar Alam menceritakan perbedaan yang dimiliki Algojo dari serial-serial lainnya di platform Vidio. Selain perbedaan dari premis cerita, koreografi laga, serta karakternya, Algojo menyoroti kehidupan di daerah Jakarta Utara lewat pengambilan gambar.
“Jadi, sebenarnya, kalau penonton yang sudah lihat action series yang lain, ketika lihat yang barusan (Algojo), dari tone world building-nya yang kita lihat itu Jakarta Utara banget. Sangat beda,” tutur Krishto.
Selain itu, Produser Wicky V. Olindo turut menambahkan alasan pemilihan Jakarta Utara sebagai latar cerita serial ini. Ia ingin mengangkat cerita kejahatan berdasarkan unsur nyata. Wicky dan tim pun mengetahui bahwa ada daerah di penghujung Jakarta yang terkenal dengan tingkat kejahatan yang tinggi.
“Jadi, kita pengen mengangkat sesuatu yang lebih real. Berdasarkan sesuatu yang memang, entah kita enggak tahu itu cerita benar atau mitologi, ya, tapi sesuatu yang di Jakarta, tuh, kita sudah familiar dengan sebuah daerah yang crime rate-nya tinggi gitu, loh,” ujarnya.
Proses Riset di Daerah Jakarta Utara
Rahabi selaku sutradara turut menjelaskan proses riset untuk serial ini. Selain survei langsung ke Jakarta Utara, ia banyak mendapatkan pengetahuan dari para kru tentang dialek serta kebiasaan warga lokal sana. Bahkan, pengisi lagu tema, rapper Doms Dee juga menjadi salah satu referensi.“Sampai akhirnya, ketemu sama satu sosok yang gua bisa bilang, dia adalah perpustakaan berjalannya buat dunia ini. (Dia adalah) Doms Dee. Gua banyak banget nanya sama dia (tentang) detail-detailnya bahkan sampai celetukan-celetukannya gitu. Nah, itu yang coba kita masukin sambil akhirnya, ya, kita lihat sendiri dunianya seperti apa,” papar Rahabi.
Lanjutnya, “Dan kenapa kita memutuskan Priok atau Sunter, karena memang di situ juga, kan, kita enggak cuma ngejelasin tentang kerasnya (kehidupan) juga, ya. Nah, makanya ada Sadino, ada Bang Andy /rif di situ yang meranin kesenjangan sosial yang menyebabkan tekanan itu.”
Kehadiran Algojo menandai babak baru Arya Saloka di laga aksi setelah rekam jejak akting di genre drama. Aktor ini menunjukkan aksinya dalam menembus jalanan Jakarta yang keras, intens, dan dinamis.
Mengambil latar dunia jalanan Jakarta, Algojo menampilkan kerasnya kehidupan kota besar. Arya Saloka menjalani proses riset intens untuk mendalami karakternya, Zar, yang membawanya langsung ke orang-orang yang akrab dengan dinamika dunia jalanan.
“Saya sampai riset langsung ke orang yang memang familiar dengan dunia jalanan Jakarta. Ternyata gaya bicara, istilah-istilah yang dipakai, sampai gestur itu punya ciri khasnya sendiri. Saya harus benar-benar menyerap itu semua supaya Zar terasa hidup,” jelas Arya.
Diproduksi oleh Screenplay Films dan disutradarai Rahabi Mandra, Algojo akan hadir dalam 8 episode, memadukan aksi, komedi, dan drama dengan penggambaran kehidupan akar rumput yang dekat dengan keseharian banyak orang.
Sinopsis Serial Algojo
Arya Saloka memerankan Zar, seorang Anjelo atau pengantar jemput pekerja seks, yang hidupnya berjalan biasa saja sampai sebuah insiden tak terduga menyeret ayahnya ke dalam bahaya. Upaya Zar mencari jawaban membawanya masuk ke sebuah lingkaran kelam yang beroperasi jauh dari kehidupan yang ia kenal.
Sebuah pertemuan dengan anggota senior sebuah organisasi misterius mengubah arah hidup Zar secara drastis. Kesalahpahaman fatal menempatkannya pada posisi tak terduga, membuatnya harus berhadapan dengan para anggota organisasi tersebut, termasuk Frengky (Randy Pangalila), sosok Algojo yang menaruh kepercayaan sejak awal kepada Zar.
Di bawah tekanan sang pemimpin kelompok, Sadino (Andi /rif), Zar terpaksa mengambil pilihan-pilihan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Terjebak di dunia gelap yang menuntut kesetiaan, Zar justru kerap menyiasati bahaya itu dengan cara-cara absurd dan intrik-intrik kocak untuk menutupi kebohongan dirinya. Namun dibalik tingkahnya yang terkadang terkesan tidak serius, hati nurani tetap menuntun Zar pada keputusan berisiko yang akhirnya menjadikannya buruan dari organisasi yang sama yang menaunginya.
Algojo memadukan ketegangan aksi dengan humor yang lahir dari hubungan Zar dan sahabatnya, Panjul, pasangan yang selalu menghidupkan suasana, namun juga menjadi pusat konflik emosional ketika persahabatan mereka mulai retak oleh rasa kecewa dan saling curiga.
Di sisi lain, cerita ini juga menghadirkan romansa yang hangat antara Zar dan Icha (Caitlin Halderman), seorang SPG bar yang pesonanya sulit diabaikan, bahkan oleh mereka yang menjadi ancaman bagi Zar. Keduanya membangun chemistry yang lebih dewasa, lebih berlapis, dan terasa nyata, memberi warna baru dalam perjalanan cerita.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News